[Korea Open 2022] Jojo tak Pasang Target Juara?
Rabu, 06 April 2022 14:01:03
Majalahbulutangkis.com- Jonatan Christie membuka peluang untuk meraih gelar juara keduanya di BWF World Tour 2022. Dua pekan lalu, Jojo berhasil menjuarai Swiss Open yang berlevel Super 300.
Menariknya, di Korea Open 2022 yang berlevel Super 500, Jojo tak begitu berharap bisa menjadi juara lagi.
Terpenting ia bisa mendulang poin sebanyak-banyaknya. Ini penting terutama karena adanya kebijakan sistem pembekuan rangking oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
Pembekuan rangking ini dilakukan BWF sejak 31 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada dibatalkannya seluruh turnamen BWF.
"Saya mau cari poin sebanyak-banyaknya di sini, jaga-jaga kalau BWF nanti mulai mencabut sistem pembekuan rangking. Kalau tak dapat poin yang banyak sekarang, saya pasti terlempar jauh karena saya kurang maksimal di turnamen-turnamen saat pandemi," ungkap Jojo.
Tunggal putra Indonesia masih menyisakan dua wakil di babak II atau 16 besar Korea Open 2022 yang bakal digelar, Kamis (7/4).
Shesar Hiren Rhustavito memastikan tiket perdelapan final lebih dulu. Pada hari pertama babak I atau 32 besar, Selasa (5/4), pemain berusia 28 tahun ini menggebuk wakil Thailand, Sitthikom Thammasin, dengan rubber game 21-18, 14-21, 21-9.
Di babak II, Vito mendapatkan cobaan berat. Peringkat 24 dunia ini harus menghadapi bintang masa depan dunia, Lakshya Sen. Unggulan keenam dari India ini menang susah payah atas pemain tuan rumah, Choi Ji Hoon, 14-21, 21-16, 21-18. Ini akan jadi pertemuan pertama Vito dengan peringkat 9 dunia tersebut.
Langkah Vito sukses diikuti Jojo pada hari kedua babak I, Rabu (6/4). Unggulan kedua ini menghajar pemain Malaysia, Soong Joo Ven, 21-13, 21-18 dalam kurun 39 menit.
Jojo mengakui dirinya bereksperimen pada game kedua dengan melakukan strategi berbeda. Tujuannya, agar mendapatkan variasi permainan yang akan diterapkannya di partai-partai selanjutnya. Ini yang membuat perolehan poin Jojo nyaris dilanggar Kodai meski sempat unggul 18-14.
"Hari ini masih adaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock. Saya juga masih sedikit mengalami jetlag setelah satu bulan di Eropa. Kondisi belum terlalu fit. Kaki masih terasa kurang ringan," kata Jojo dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Di game kedua itu, saya coba memainkan strategi yang lain, mencoba menikmati pertandingan juga. Tapi, lawan malah lebih enak untuk menyerang dan mendapat angka. Untuk besok saya ingin main lebih enjoy dan rilesk. Bola di sini agak berat dan lambat, jadi harus punya strategi yang tepat di setiap babak, tak boleh asal," tambahnya.
Di babak II, Jojo sudah ditunggu Kodai Naraoka. Peringkat 49 dunia dari Jepang ini melipat pemain Aljazair, Koceila Julien Mammeri, 21-12, 21-12, di babak 32 besar.
Jojo sudah pasti bakal menjadi lawan yang sulit buat Kodai. Kedua pemain belum pernah bersua.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI
Baca Juga
- Thailand Open 2019: Gusur Lin Dan, Shesar Ke Perempat Final
- Daihatsu Astec Open: Seri II Sambangi Pulau Dewata
- Blibli.com Superliga Junior 2017, Putra Djarum Juga Jumpa Exist Di Final
- Eng Hian Ungkap Alasan Pasangkan Siti Fadia Dengan Apriyani
- Swiss Open 2019: Indonesia Loloskan Dua Wakilnya Ke Final