Eng Hian Ungkap Alasan Pasangkan Siti Fadia dengan Apriyani

Kamis, 03 Maret 2022 14:49:27

Majalahbulutangkis.com- Apriyani Rahayu tengah menjadi pemain yang bisa dibilang galau. Itu bisa dimaklumi karena pemain berusia 23 tahun ini belum mendapatkan tandem sebenarnya untuk melakoni musim ini. 

Di satu sisi, Apri sudah dipastikan tak akan bisa bermain reguler dengan Greysia Polii, yang rencananya akan pensiun tahun ini. Greysia/Apri dijadwalkan hanya akan tampil di turnamen-turnamen besar macam All England, 16-20 Maret. 

Di sisi lain, belum ada kepastian siapa pengganti Greysia. Pada awal tahun ini, PBSI memang mencoba Siti Fadia Ramadhanti sebagai tandem Apri. 

Sayangnya, debut mereka di German Open 2022, 8-13 Maret, batal lantaran Apri cedera betis kanan. Namun, pasangan anyar ini sudah didaftarkan berlaga di Swiss Open, 22-27 Maret. 

Apakah, Apri/Siti Fadia bakal tetap dipertahankan? Itu akan sangat tergantung pada performa mereka di lapangan. Jika berhasil, target besar telah menanti mereka. 

PBSI telah memproyeksikan Apri/Siti Fadia bermain di Olimpiade Paris 2024. Syukur-syukur bisa mengulangi kesuksesan Greysia/Apri meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.  

Pemilihan Siti Fadia sebagai duet Apri juga tak dilakukan dengan tergesa-gesa. Meski begitu, juga tak bisa ditampik situasi dan kondisi di Pelatnas bulutangkis Cipayung juga membuat PBSI tak punya pilihan kecuali memasangkan Siti Fadia dengan Apri. 

Eng Hian menjelaskan Siti Fadia menjadi pilihannya sebagai tandem Apri setelah mempertimbangkan banyak faktor. Pelatih kepala ganda putri PBSI yang akrab disapa Didi ini awalnya telah mempersiapkan tiga pemain putri lain di samping Siti Fadia. 

"Tadinya saya menyiapkan empat nama untuk menjadi partner Apri selepas Greysia pensiun. Siti Fadia Ramadhanti, Ribka Sugiharto, Febby Valencia Dwijayanti Gani, dan Putri Syaikah. Lalu, mengerucut menjadi dua nama yakni Fadia dan Ribka," kata Didi dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PBSI, Rabu (2/3). 

"Setelah berdiskusi dengan Binpres (Pembinaan dan Prestasi) dan pengurus, lalu kondisi Ribka yang cedera di akhir 2021 dan perlu waktu untuk pemulihan, maka pilihan jatuh kepada Fadia. Secara kemampuan sebenarnya dua pemain ini berbeda tipis dan keduanya mampu menjadi pasangan yang cocok untuk Apri," imbuhnya. 

Sebagai ganda baru, Didi tak ingin membebani target berat kepada Apri/Siti Fadia. Ia hanya akan mengevaluasi performa mereka di pertandingan demi pertandingan. 

"Kalau melihat di latihan, secara pola main, komunikasi, dan lain sebagainya tak ada masalah. Tapi, baru benar-benar bisa dinilai nanti saat pertandingan kompetitif," ungkap Didi. 

"Dalam 5-6 bulan ini saya tak mematok target babak untuk Apri/Fadia. Tapi, saya fokus pada peningkatan dan penilaian performa. Namun, karena mereka diproyeksikan tampil di Olimpiade Paris 2024, saya berharap mereka bisa mendulang poin ranking sebanyak-banyaknya," tambahnya. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI