[Korea Open 2022] Gawat! Kondisi Skuad Indonesia Belum Maksimal

Senin, 04 April 2022 14:28:19

 

Majalahbulutangkis.com- Setelah vakum selama dua tahun (2020-2021), Korea Open 2022 di Palma Indoor Stadium, Suncheon, bakal bergulir 5-10 April. 

Gawatnya, kondisi skuad Indonesia, yang telah tiba di Korea sejak Kamis (31/3), dikabarkan belum 100 persen bugar. Ini diungkapkan langsung oleh pelatih ganda campuran, Nova Widianto, Senin (4/4). 

Korea Open 2022 memang sangat berdekatan dengan rangkaian tur Eropa yang baru berakhir di Orleans Open di Prancis, Minggu (3/4). 

Korea Open Super 500 bisa menjadi turnamen ketiga atau keempat beruntun yang akan dilakoni para pemain 'Merah Putih' dalam kurang lebih lima pekan terakhir. Perbedaan zona waktu antara Eropa dan Asia yang cukup signifikan juga jadi kendala tersendiri. 

Itu sebabnya, para pelatih dituntut harus pintar-pintar menyusun menu latihan di antara turnamen. Bagi Nova, yang terpenting adalah menjaga kondisi anak-anak didiknya agar tak terlalu turun. 

"Bagi Rinov (Rivaldy)/Pitha (Haningtyas Mentari) dan Adnan (Maulana)/Mychelle (Crhystine Bandaso) akan menjadi turnamen keempat selama lima pekan terakhir. Tiga di antaranya di Eropa. Cukup melelahkan memang, tapi mereka dalam kondisi siap tempur," ungkap Nova dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Selama persiapan di sini, latihannya memang tak bisa maksimal. Jadi, hanya menjaga supaya anak-anak kondisinya tak terlalu turun. Lapangan latihan baru ada Minggu (3/4), dan kami sempat ada karantina satu hari sesampainya di Korea," tambahnya. 

Di samping kondisi fisik yang belum prima, masalah lain di skuad 'Merah Putih' adalah kepercayaan diri yang merosot akibat kegagalan tampil memuaskan di turnamen-turnamen sebelumnya. Ini terjadi di ganda-ganda campuran muda Pelatnas Cipayung selama tur Eropa. 

"Kami fokus mengembalikan kepercayaan diri anak-anak setelah hasil kurang baik di Eropa. Semoga di Korea ini mereka bisa berbicara lebih banyak," ungkap Nova.

"Untuk kendala ada di masalah jetlag setelah dari Eropa. Jam tidurnya terganggu karena perbedaan waktunya lumayan signifikan di sini," imbuhnya. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI