[Korea Open 2022] Analisis Pelatih Soal Kekalahan Ginting dari Peringkat 67 Dunia
Selasa, 05 April 2022 15:19:22

Majalahbulutangkis.com- Tersingkirnya Anthony Sinisuka Ginting di babak I atau 32 besar Korea Open 2022 bisa dibilang sebuah kejutan.
Pasalnya, Ginting bukan dikalahkan oleh pemain kuat. Melainkan hanya pemain berperingkat 67 dunia, Lucas Florent Claerbout.
Hanya butuh waktu 42 menit bagi pemain Prancis berusia 29 tahun itu untuk menghentikan perlawanan Ginting, yang berperingkat 5 dunia.
Menurut Irwansyah, pelatih yang mendampingi Ginting, pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat, ini sedang mengalami penurunan performa di Korea Open. Pukulan-pukulannya minim variasi dan sangat monoton.
"Hari ini, Ginting main tak bagus, tak bisa untuk mengontrol lawan. Variasinya juga monoton sehingga mudah ditebak sama lawan. Banyak mati sendiri dan kakinya pun sudah kelihatan berat di lapangan. Saya tanya sama dirinya setelah selesai main, ia bilang feeling sedang tak enak," kata Irwansyah dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Saya harus benahi pola cara berpikirnya sebab di latihan pun ada pukulan yang tak enak, langsung ia kepikiran terus. Dan, itu yang membuatnya tak percaya terhadap kemampuan yang ia miliki. Jatuhnya menjadi beban," tambahnya.
Bagi Ginting, ini catatan terburuknya di Korea Open. Pemain berusia 25 tahun ini memang pernah tersingkir di babak kualifikasi. Namun, itu terjadi saat ia masih berusia 18 tahun pada 2015.
Tak hanya itu, ini juga yang terburuk bagi Ginting sejauh ini di BWF World Tour musim 2022. Sebelumnya, catatan terburuk Ginting adalah tersingkir di babak II atau 16 besar German Open pada awal Maret.
Menariknya, yang terjadi pada Shesar Hiren Rhustavito justru kebalikan dari Ginting. Untuk pertama kalinya musim ini, Vito mampu melewati babak 32 besar.
Di Korea Open 2022, Vito mengalahkan pemain Thailand, Sitthikom Thammasin, dengan rubber game, 21-18, 14-21, 21-9. Sialnya, pemain berusia 28 tahun itu akan bertemu salah satu favorit juara, Lakshya Sen, di babak II atau 16 besar, Kamis (7/4).
Di tiga turnamen sebelumnya yang dihelat secara beruntun, Vito selalu kandas di babak 32 besar, yakni German Open, All England, dan Swiss Open.
"Iya saya memang cukup kecewa untuk penampilan saya di tur Eropa. Tapi, sebisa mungkin saya harus menjaga pikiran saya untuk bisa semangat lagi di turnamen selanjutnya. Untuk di Korea ini saya mau fokus satu-satu dulu dan mencoba bermain enjoy saja," kata Vito dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI
Baca Juga
- [BAC 2022] Putri KW Berpotensi Bentrok Komang Ayu Di Perempat Final
- Malaysia Masters 2019: Kevin/Marcus Dikepung Tiga Ganda Malaysia
- Daihatsu Astec Open 2019 Sambangi Tujuh Kota Di Indonesia
- Undian Spain Masters 2021 Rugikan Pemain Indonesia
- BWF Finals 2019: Hafiz/Gloria Gagal Ungguli Siwei/Ya Qiong