Korea Open 2018: Tekuk Jonatan, Tommy Jumpa Chou Tien Chen di Final
Sabtu, 29 September 2018 22:58:07
Majalahbulutangkis.com- Tunggal putra senior Indonesia, Tommy Sugiarto masih memperlihatkan kelasnya sebagai salah satu pebulutangkis yang masih layak diperhitungkan. Hal itu dibuktikan Tommy dengan suksesnya melaju ke final ajang Victor Korea Open 2018 di Seoul, Korea Selatan.
Yang menarik, Tommy yang diunggulkan di tempat kedelapan turnamen BWF Super 500 berhadiah total 500.000 dolar AS ini, di laga semifinal Sabtu (29/9) mampu mengalahkan juniornya Jonatan Christie dua game langsung 21-13, 22-20.
Kemenangan pebulutangkis yang tak lagi bermukim di Pelatnas PBSI ini memang cukup mengejutkan. Maklum, Jonatan belakangan tengah naik daun selepas memenangkan medali emas di ajang Asian Games 2018 di Jakarta, akhir Agustus lalu.
Pertemuan Tommy dan Jonatan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya sudah dua kali keduanya saling berhadapan dengan rekor 1-1. Di pertemuan terakhir di ajang New Zealand Open awal tahun ini Tommy menyerah karena tak sanggup meneruskan pertarungan akibat bola matanya terkena shuttlecock hasil sambaran cepat yang dilakukan Jonatan.
"Saya senang bisa mengalahkan juara Asian Games di sini. Saya sendiri tidak bisa tampil di event tersebut. Kami sudah saling mengetahui permainan masing-masing. Saya menang karena mungkin lebih berpengalaman. Saya bersyukur masih ada wakil Indonesia di final besok. Saya akan berusaha memenangkan turnamen ini untuk Indonesia," ujar Tommy dilansir dari situs resmi BWF.
Dengan kemenangan ini Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke final. Lawannya adalah pemain terbaik China Taipei, Chou Tien Chen. Unggulan keempat yang juga peraih perak Asian Games 2018 ini di semifinal mengalahkan unggulan keenam Kenta Nishimoto dalam laga tiga game 16-21, 21-17, 21-14.
Bagi Tommy, Chou juga bukan lawan baru. Keduanya sudah delapan kali bentrok dengan rekor 4-4. Di pertemuan terakhir di ajang Blibli Indonesia Open 2018, Juli lalu, Tommy mampu mengalahkan Chou dalam pertarungan dramatis selama tiga game 21-13, 14-21, 21-18.
Bagi Tommy yang kelahiran Jakarta, 31 Mei 1988, ini adalah final keduanya di ajang BWF Super 500 musim 2018. Sebelumnya ia mencapai final di ajang Thailand Open, Juli lalu. Namun Tommy dipaksa menyerah dari Kanta Tsuneyama (Jepang) di final dalam laga tiga game 16-21, 21-13, 9-21.
Di musim 2018 ini Tommy sendiri baru mengantungi satu gelar juara di turnamen BWF Super 300 Thailand Masters, awal Januari 2018 lalu, setelah mengalahkan Jun Hao Leong (Malaysia) di final 21-16, 21-15. (MB-01)
Baca Juga
- French Open 2018: Kevin/Marcus Kembali Dihadang Han/Zhou
- [Orleans Masters 2022] Empat Ganda Campuran Lolos Ke Babak 16 Besar
- China Masters 2018: Firman Langsung Terhenti Di Awal Laga
- Indonesia Tiga Kali Juara Umum Para Badminton International
- Menangkan Syed Modi Internasional, Sindhu Akhiri Puasa Gelar