[Korea Masters 2022] Dalih Pelatih Soal Kekalahan Dua Ganda Putra

Rabu, 13 April 2022 20:39:20

Majalahbulutangkis.com- Tersingkirnya dua ganda putra sekaligus di babak I atau 32 besar Korea Masters 2022 mencuatkan tanda tanya besar. 

Pasalnya, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin didepak ganda-ganda yang terbilang baru dipasangkan. 

Penakluk Pram/Yere, Tan Kian Meng/Tan Wee Kiong ditandemkan sejak Dutch Open 2021 pada medio Oktober. Di sinilah momen Tan Kian Meng menjalani debut sebagai ganda putra setelah sebelumnya bermain di ganda campuran. 

Tak Wee Kiong dulunya berpasangan dengan Goh V. Shem di ganda putra. Pasangan ini kali terakhir bermain bareng di Swiss Open 2021 pada awal Maret. Duo Tan kini menempati peringkat 77 dunia. 

Leo/Rolly diempaskan ganda Tiongkok, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, yang berada di peringkat 267 dunia. Liu/Ou melakoni debut sebagai pasangan di German Open 2022 pada awal Maret. Mereka langsung menembus final meski kalah dari ganda Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. 

Liu/Ou ditandemkan menyusul pensiunnya duet Liu, Li Jun Hui, pada November 2021. Sedangkan, Ou sempat dipasangkan dengan Zhang Nan. Ou juga masih aktif di ganda campuran meski pasangannya kerap berganti-ganti. 

Memang tak bisa dipungkiri, kendati baru dipasangkan, keempat pemain tersebut sudah tergolong senior dan sangat berpengalaman. Tan Kian Meng berusia 27 tahun dan Tan Wee Kiong lima tahun lebih tua. Liu berusia dua tahun lebih muda daripada Ou yang berusia 28 tahun. 

Kedua ganda Indonesia tersebut berusia lebih muda. Leo dan Daniel sama-sama berusia 20 tahun. Pram berusia 21 tahun dan Yere satu tahun di atasnya. 

Pelatih ganda putra, Aryono Miranat, tak mengelak faktor pengalaman sangat mempengaruhi permainan kedua ganda belia 'Merah Putih' tersebut.

"Untuk Leo/Daniel hari ini bermain kurang tenang dan kurang kontrol pada saat poin-poin akhir. Pengembalian bola selalu ingin keras baik smash atau drive-nya, jadi malah terserang balik," kata Aryono dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, Rabu (13/4) sore WIB. 

"Bagi Pramudya/Yeremia kurang lebih sama. Di poin-poin akhir pengembalian bolanya kurang bagus akurasinya, jadi lawan lebih mudah mematikan," sambungnya.

Aryono menyebut penyebab kekalahan dua pasangan anak asuhnya hampir sama, yaitu kurang bisa memanfaatkan kesempatan.

"Dua-duanya hampir sama, pada saat ada kesempatan untuk mendapat poin malah kurang kontrol, kurang tenang. Jadi malah akurasi pengembaliannya tak bagus. Posisi kita jadi kurang baik, jadi waktu diserang balik mudah dimatikan," ujar Aryono.

Aryono juga memastikan bahwa kekalahan ini bukan karena jenuh yang melanda, tapi murni karena banyak kesalahan sendiri.

"Tak bisa dikatakan jenuh, justru ini bagus buat mereka bermain dengan lawan yang bervariasi jadi bisa menambah jam terbang," ungkap Aryono.

"Permainan sudah cukup baik, hanya saja harus dibenahi ketenangannya, kontrolnya, unforced error-nya. Di samping ada beberapa kekurangan dari segi teknik," imbuhnya. 

Indonesia hanya memiliki satu wakil di sektor ganda putra di babak II atau 16 besar Korea Masters 2022, yakni Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri. Juara All England 2022 ini bertemu ganda Tiongkok berperingkat 705 dunia, Ren Xiang Yu/Tan Qiang, Kamis (14/4). 

Ini juga pasangan yang baru dibentuk tahun ini. Ren dulunya spesialis pemain ganda campuran. Tan sebelumnya bertandem dengan He Ji Ting yang kini sudah gantung raket. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI