Kidambi Rindukan Sosok Pelatih Indonesia Ini
Minggu, 06 Maret 2022 15:08:00
Majalahbulutangkis.com- Sejak kepergian Agus Dwi Santoso dari posisinya sebagai pelatih tunggal putra, sektor ini menjadi cukup sulit meraih gelar bagi India.
Pelatih kelahiran Malang, Jawa Timur, 56 tahun itu mengakhiri tugasnya di India pada 29 November 2021 atau satu bulan sebelum masa kontraknya di Asosiasi Bulutangkis India (BAI) habis.
Minggu (6/3), Agus dikabarkan telah kembali mengikat kontrak dengan Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT), timnas yang pernah dilatihnya di kurun Desember 2018 sampai Februari 2020.
Selepas dari periode pertamanya di BAT itu, Agus memutuskan menerima lamaran BAI pada Maret 2020. Apesnya, lantaran pandemi Covid-19, seluruh turnamen Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dibatalkan.
Agus bahkan harus menunggu hingga Agustus 2020 atau empat bulan sebelum bisa mulai melatih. Dengan target medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, yang dihelat pada 24 Juli-2 Agustus 2021, kondisi tersebut jelas sangat tak ideal.
Dua anak asuh Agus di tunggal putra, Srikanth Kidambi dan Bhamidipati Sai Praneeth, pun gagal mendulang medali emas. Kegagalan ini boleh jadi yang membuat Agus memutuskan meninggalkan BAI pada November 2021.
Masuk akal, kehadiran Agus bukanlah yang dirindukan oleh Kidambi. Pemain berusia 29 tahun ini lebih merindukan sosok pelatih Indonesia lainnya, yakni Mulyo Handoyo.
Di bawah asuhan mantan pelatih legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, ini, Kidambi mendapatkan bentuk permainan terbaiknya.
Mulyo, yang melatih di BAI di kurun 2017-2018, membantu Kidambi meraih empat gelar juara Super Series di musim 2017. Keempat gelarnya itu adalah Indonesia Super Series (vs Kazumasa Sakai), Australian Super Series (vs Chen Long), Denmark Super Series (vc Lee Hyun-il), dan French Super Series (vs Kenta Nishimoto).
Kidambi sesungguhnya berpeluang meraih lima gelar Super Series. Namun, itu gagal karena di final Singapore Super Series, ia dikalahkan rekan senegaranya, Bhamidipati Sai Praneeth.
Apa pun, Kidambi menjadi pemain keempat yang berhasil mengoleksi empat gelar tunggal putra dalam satu musim setelah Lee Chong Wei, Lin Dan, dan Chen Long. Deretan gelar itu yang membawa Kidambi ke puncak ranking tunggal putra dunia pada 2018.
Masuk akal, Kidambi berharap BAI bisa menarik Mulyo kembali demi membantunya bersiap diri untuk Olimpiade Paris 2024.
"Selalu bagus untuk memiliki seorang pelatih berpengalaman, seseorang seperti Mulyo Handoyo. Ketika ia ada di sini (BAI), ia sangat membantu saya," kata Kidambi dilansir dari Timesofindia.com, Jumat (4/3).
Dalam sebuah kesempatan, Mulyo sendiri pernah membuat pengakuan bahwa Kidambi adalah pemain yang paling mirip dengan gaya Taufik.
"Di India, pemain dengan gaya paling mendekati Taufik adalah Srikanth. Ia punya permainan all-around yang sama seperti Taufik," ungkap Mulyo dikutip dari Twitter Premier Badminton League @PBLIndiaLive.
Bagi Praneeth, Mulyo adalah sosok pelatih yang telah membantunya memulihkan kepercayaan dirinya pascacedera parah pada 2017.
Sayangnya, harapan Kidambi dan Praneeth mungkin belum akan terwujud, setidaknya untuk waktu dekat. Pasalnya, sejumlah sumber menyebutkan Mulyo belum tertarik untuk melanjutkan karier kepelatihannya lagi.
Mulyo saat ini masih menikmati waktu rehatnya setelah melepas jabatan pelatih tunggal putra Singapura pada awal Januari lalu.
Berkat tangan ajaib Mulyo, Singapura kini punya tunggal putra hebat di diri Loh Kean Yew. Ia menjadi juara dunia 2021 dan menjadi sejarah bulutangkis bagi Singapura.
(Indra)
Sumber foto: Straitstimes.com, The Economic Times