Indonesia Open 2022: Tuan Rumah Tanpa Wakil di Semifinal
Jumat, 17 Juni 2022 23:36:12
Majalahbulutangkis.com- Pecinta bulutangkis Tanah Air harus menerima kenyataan bahwa mereka tak akan bisa melihat wakil-wakil 'Merah Putih' berlaga di semifinal Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6).
Itu karena keempat wakil Indonesia di perempat final tak mampu melanjutkan langkah mereka. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak berdaya menghadapi lawan-lawan mereka.
Apri/Siti Fadia takluk dari unggulan kedua asal Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan, dengan skor 21-14, 21-19 dalam tempo 52 menit. Pramudya/Yeremia menyerah dari unggulan kelima asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 14-21, 21-12, 22-20, dengan durasi 56 menit. Di sini terjadi insiden cedera lutut mendera Yeremia di pengujung game penentuan.
Ginting lagi-lagi tak berkutik di hadapan unggulan pertama dari Denmark, Viktor Axelsen. Meski telah memberikan perlawanan alot, Ginting akhirnya takluk 13-21, 21-19, 9-21 dalam partai selama 67 menit. Ini kekalahan kedelapan Ginting dalam 12 benturan dengan Viktor.
Kekalahan kedelapan Ginting ini hanya berjarak satu pekan dari kekalahan ketujuhnya yang terjadi pada semifinal Indonesia Masters 2022. Kendati demikian, Ginting adalah pemain kedua yang mampu memaksa Viktor bermain rubber game di musim 2022. Sebelumnya, Lakhsya Sen dari India melakukan itu pada semifinal German Open, awal Maret. Bedanya, Lakshya mampu mengalahkan Viktor dengan skor 21-13, 12-21, 22-20 dalam tempo 70 menit.
"Pertandingan hari ini berlangsung ketat di game pertama dan kedua. Saya sudah berusaha menekan lawan sepanjang laga, sayang saya masih belum bisa mengimbangi permainan lawan di pertandingan kali ini," kata Ginting dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Fajar/Rian yang menjadi wakil 'Merah Putih' yang bermain terakhir juga tak mampu mencatat kemenangan. Juara Indonesia Masters 2022 ini digebuk wakil Tiongkok, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, lewat partai dua game, 21-18, 21-18, berdurasi 45 menit.
"Saya meminta maaf belum bisa memberikan yang tebraik untuk masuk ke babak selanjunya. Lawan bermain sangat baik dengan punya kekuatan luar biasa sepanjang laga," ungkap Fajar.
"Mereka sangat baik mulai dari serve hingga permainan rally. Kami kurang bisa mengimbangi permainan mereka yang punya power kuat," imbuhnya.
Dengan begitu, Indonesia dipastikan tanpa gelar juara di Indonesia Open 2022. Hal serupa pernah terjadi beberapa kali di turnamen bulutangkis paling prestisius di Tanah Air tersebut. Yang teranyar itu terjadi selama tiga tahun beruntun, yakni 2014, 2015, dan 2016.
Bedanya, wakil Indonesia tetap ada di partai final meski kalah pada tiga tahun tersebut. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kalah pada final Indonesia Open 2014 dari ganda Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. Pada final Indonesia Open 2015, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii takluk dari ganda Tiongkok, Tang Jin Hua/Tian Qing, di laga final. Hanya pada final Indonesia Open 2016 tak ada wakil Indonesia. Kondisi ini serupa dengan yang terjadi pada tahun ini.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI