Indonesia Masters 2022: Ginting Susul Chico ke Perdelapan Final
Rabu, 08 Juni 2022 20:55:50

Majalahbulutangkis.com- Indonesia hanya menyisakan dua wakil di babak 16 besar sektor tunggal putra Indonesia Masters 2022. Itu setelah tiga wakil lainnya bertumbangan di babak 32 besar, Rabu (8/6).
Meski tampil di depan publik sendiri, faktanya tak membuah mudah para pemain 'Merah Putih'. Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito harus angkat kaki lebih cepat dari turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 tersebut.
Tommy harus mengakui keunggulan Lee Cheuk Yiu. Pemain Hong Kong ini menggebuk putra legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, itu dengan rubber game, 17-21, 21-9, 21-17. Di perdelapan final, Kamis (9/6), Lee bertemu wakil dari Taiwan, Chou Tien Chen. Unggulan ketiga ini melebur pemain Malaysia, Soong Joo Ven, 21-15, 22-20, di babak 32 besar.
Jojo juga harus bermain tiga game sebelum ditaklukkan Zhao Jun Peng. Sempat menang telak 21-10 di game pertama, Jojo justru kalah di dua game berikutnya, 14-21, 11-21. Pemain berusia 24 tahun ini membantah kekalahan itu karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dideritanya di Piala Thomas bulan lalu.
"Masalah fisik saya tak ada masalah. Selepas di Thomas Cup cedera kondisi saya saat ini jauh lebih baik. Hari ini masalahnya musuh bisa membaca permainan saya dan saya kurang bisa mempertahankan poin sehingga hilang fokus dan kurang tenang. Saya sendiri berharap ke depannya bisa lebih tenang, fokus dan percaya diri lagi," kata Jojo selepas pertandingan.
"Pada game pertama saya bisa menerapkan strategi dengan baik dan lawan tak mampu mengantisipasi pola penyerangan saya. Sayang di game kedua saya kurang cepat mengganti strategi permainan karena lawan sudah mendikte permainan saya. Alhasil, saya kurang percaya diri dan mengontrol jalannya pertandingan," tambahnya.
Kekalahan Vito dari Viktor Axelsen bisa dibilang tak mengejutkan. Dari dua pertemuan sebelumnya, Vito memang selalu kalah dengan straight game. Di benturan ketiga kali ini, Vito pun mengalami hal serupa. Ia menyerah 14-21, 7-21.
Kini tumpuan meraih gelar juara di sektor tunggal putra Indonesia Masters 2022 ada di pundak Chico Aura Dwi Wardoyo dan Anthony Sinisuka Ginting.
Chico ke perdelapan final setelah menggerus pemain India, Sameer Verma, 21-17, 21-15. Sayangnya, Chico sudah ditunggu juara dunia dari Singapura, Loh Kean Yew, yang telah mengalahkannya di tiga bentrokan sebelumnya.
Berbeda dengan Chico yang menang relatif mudah atas Sameer, Ginting justru sempat membuat publik Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dag-dig-dug saat meladeni Kunlavut Vitidsarn. Usai kalah di game pertama 16-21, Ginting membalas dengan skor yang sama di game kedua.
"Pada laga ini saya bersyukur bisa memenangkan pertandingan beban mengalami cedera. Pertandingan yang ketat, di awal saya sempat tak bisa mengontrol lawan dan kehilangan ritmen sehingga kalah di game pertama," ucap Ginting.
Pada game ketiga, Ginting terlihat akan menang mudah. Sebab, pemain berusia 25 tahun ini sempat unggul 17-5. Namun, Kunlavut seperti mendapatkan angin segar dan sebaliknya Ginting malah seolah kehilangan fokus.
Pemain Thailand berusia 20 tahun itu mampu merapat menjadi 18-19. Beruntung, Ginting mampu menyudahi pertandingan dengan kemenangan 21-18. Total waktu yang dihabiskan di partai ini adalah 74 menit.
"Mungkin saya ketinggalan karena melihat lawan yang tampil nothing to lose sepanjang laga. Saya hanya berusaha untuk bangkit dan tenang agar menyelesaikan peratndingan," ujar Ginting.
Di babak 16 besar, Ginting bersua Sitthikom Thammasin. Tunggal putra Thailand berperingkat 31 dunia ini telah dikalahkan Ginting di dua pertemuan mereka sebelumnya. Bentrokan teranyar mereka terjadi pada babak 32 besar Badminton Asia Championships yang dimenangi Ginting, 21-13, 17-21, 21-13, pada pekan terakhir April.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI