Indonesia Masters 2022: Duel Dua Mantan Nomor 1 Tunggal Putri Dunia di Final
Minggu, 12 Juni 2022 09:43:38

Majalahbulutangkis.com- Final sektor tunggal putri Indonesia Masters 2022 pada Minggu (12/6) dipastikan berlangsung sengit. Pasalnya, dua mantan nomor 1 tunggal putri dunia berduel di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Ratchanok Intanon menempati peringkat 1 dunia pada 19 April 2016 setelah menjuarai tiga turnamen Superseries secara beruntun, yakni India Open Super Series, Malaysia Open, dan Singapore Super Series.
Ratchanok tercatat sebagai pemain pertama yang menjuarai tiga Super Series secara berurutan. Sampai sekarang, pemain berusia 27 tahun ini menjadi satu-satunya tunggal putri Thailand yang pernah menduduki peringkat 1 dunia.
Namun, Ratchanok hanya bertahan 10 hari di peringkat teratas tunggal putri dunia. Kini juara dunia 2013 dan Asia 2015 tersebut menduduki peringkat 8 dunia. Ia terpaut empat tingkat dari Chen Yu Fei, lawannya di final Indonesia Masters 2022.
Berkat tujuh gelar juara di sepanjang 2019, Chen Yu Fei menduduki peringkat 1 dunia di kurun 15 Desember 2019 sampai 9 Maret 2020. Chen Yu Fei menjadi tunggal putri pertama Tiongkok yang menghuni ranking tertinggi dunia setelah Li Xuerui menggores prestasi itu pada 2015.
Dalam head-to-head yang terjadi sejak September 2016, Chen Yu Fei menang telak 14-2 atas Ratchanok. Chen Yu Fei memenangi bentrokan terakhir kontra Ratchanok di semifinal Piala Uber 2022 pada Maret lalu.
Ini kali kedua Chen Yu Fei dan Ratchanok bertemu di Indonesia Masters. Yang pertama terjadi pada perempat final 2019 yang dimenangi oleh Chen Yu Fei dengan rubber game 14-21, 21-9, 21-15.
Ratchanok juga kurang beruntung dalam dua kali benturan di babak final kontra pemain yang berusia tiga tahun lebih muda darinya tersebut. Itu terjadi pada final Thailand Open 2019 (22-20, 21-18) dan Hong Kong Open 2019 (21-18, 13-21, 21-13).
Dua kemenangan Ratchanok atas peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu dicatat di fase grup BWF World Tour Final 2018 (21-18, 20-22, 21-17) dan semifinal Piala Uber 2018 (15-21, 21-9, 21-14).
Duel final ketiga mereka tersaji di Indonesia Masters 2022. Chen Yu Fei lebih diunggulkan karena performanya lebih konsisten dibandingkan Ratchanok. Pemain bertinggi 1,71 meter ini belum kehilangan satu game pun dari empat partai yang dilakoninya di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 tersebut.
Unggulan pertama ini mengalahkan kompatriotnya Wang Zhi Yi 21-13, 21-18 di babak 32 besar, Beiwen Zhang dari Amerika Serikat 21-10, 21-19 di perdelapan final, Busanan Ongbamrungphan dari Thailand 21-11, 21-15 di perempat final, dan rekannya He Bing Jiao 21-17, 21-14 di semifinal.
Ratchanok sebaliknya. Unggulan kelima ini kerap tertatih-tatih sebelum menang. Pertandingan mudah dilakui pemain berpostur 1,69 meter ini atas Ruselli Hartawan dari Indonesia 21-13, 21-16 di babak 32 besar dan Pusarla Venkata Sindhu dari India 21-12, 21-10 di perempat final. Ratchanok berjuang keras menggebuk Kirsty Gilmour dari Skolandia 21-17, 19-21, 21-15 di perdelapan final dan Han Yue dari Tiongkok 13-21, 21-14, 21-18 di semifinal.
Meski diunggulkan, Chen Yu Fei menegaskan status ini tak akan membuatnya jumawa. Ratchanok disebut Chen Yu Fei punya penyerangan yang bisa membahayakan dirinya.
"Intanon merupakan pemain bertipe menyerang, saya sendiri harus waspada dengan lebih sabar menghadapinya," kata Chen Yu Fei dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Uniknya, kendati bermain di Istora Gelora Bung Karno yang notabene kandang pemain-pemain Indonesia, Chen Yu Fei mengklaim memiliki banyak penggemar, begitu juga Ratchanok. So, Chen Yu Fei menjanjikan tontonan final menarik bagi para penonton di Istora.
"Saya punya segmen fans tersendiri, saya tahu Intanon memang punya banyak fans di sini. Jadi bisa dilihat nanti dan saya akan fokus ke pertandingan untuk memberikan hiburan bagi penonton yang datang," sebut Chen Yu Fei.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI