Indonesia Masters 2022: Debutan Berambisi Bikin Kejutan

Senin, 06 Juni 2022 20:27:24

 

Majalahbulutangkis.com- Indonesia Masters 2022 akan dimulai di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6). Turnamen berlevel Super 500 ini dijadwalkan akan berakhir pada Minggu (12/6). 

Dalam kurun enam hari tersebut, aksi-aksi hebat para bintang dunia jelas sangat dinantikan para penggila bulutangkis Tanah Air dan dunia. Namun, bagi para pemain debutan alias baru tampil di Indonesia Masters, turnamen ini bakal menjadi ajang unjuk kebolehan. 

Ada banyak debutan yang hadir di Istora. Dua di antaranya adalah atlet tunggal putri Putri Kusuma Wardani (KW) dan atlet spesialis ganda putra Pramudya Kusumawardana. Bagi keduanya, bahkan, ini bakal jadi pengalaman perdana mereka berlaga di Istora Gelora Bung Karno.

Sudah pasti, ada rasa tegang sekaligus antusias. Di satu sisi, mereka tak ingin tampil mengecewakan. Namun, di sisi lain, bermain di ratusan pendukung sendiri jelas malah bisa jadi bumerang. Namun, Putri KW dan Pramudya berusaha melakukan yang terbaik di lapangan dan berambisi membuat kejutan. 

"Saat bisa tampil di turnamen level Super 500 pertama, rasanya senang. Saya sangat excited dan langsung masuk ke Istora. Laga pertama di kualifikasi persiapan sama saja, seperti laga biasanya saja. Dari segi fisik pasti ditingkatkan untuk menghadapi turnamen ini," ungkap Putri KW dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, Senin (6/6). 

"Bermain di Istora saya mau menampilkan yang terbaik. Tentu dukungan penonton di sini sangat besar dan pasti membuat nervous. Hal itu tentu membuat saya akan sedikit mengontrol emosi untuk bisa tampil fokus di setiap laganya," ujar Pram. 

Putri KW memulai kiprahnya di Indonesia Masters 2022 di babak kualifikasi. Peringkat 52 dunia ini bersua Doha Hany dari Mesir. Putri KW belum pernah bentrok dengan pemain berperingkat 89 dunia tersebut. 

Pramudya dengan pasangannya Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menghadapi lawan berat dari India, Attri Manu/Reddy B. Sumeeth, di babak I atau 32 besar. Pasangan Indonesia yang berperingkat 16 dunia dan peraih medali perak nomor perorangan ganda putra SEA Games 2021 belum pernah bertemu ganda berperingkat 45 dunia itu. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI