[BAC 2022] Para Penakluk Raksasa Ungkap Kunci Kemenangan
Rabu, 27 April 2022 17:37:17
Majalahbulutangkis.com- Pada hari kedua babak I atau 32 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2022, Rabu (27/4), sejumlah pemain muda Indonesia tampil super brilian.
Dari posisi underdog alias tak diunggulkan, mereka terbukti mampu merengkuh kemenangan atas lawan-lawan yang secara level berada jauh di atas mereka. Tercatat ada empat wakil 'Merah Putih' yang menjelma menjadi pembunuh-pembunuh raksasa.
Mereka adalah Chico Aura Dwi Wardoyo (tunggal putra), Komang Ayu Cahya Dewi (tunggal putri), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto (ganda putri).
Chico menepis prediksi yang lebih mengunggulkan Kento Momota. Di luar dugaan, Chico yang berperingkat 52 dunia sanggup mengalahkan Momota yang berperingkat 2 dunia. Bermain rubber game selama 62 menit, Chico menang 17-21, 21-17, 21-7. Chico menyebut kunci kemenangannya ada pada strategi bermainnya yang lebih sabar.
"Di game pertama sebenarnya saya sudah enak mainnya hanya terburu-buru di poin jelang akhir. Di game kedua dan ketiga saya menerapkan strategi yang sama, tapi hanya lebih sabar saja," kata Chico dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Di babak II atau 16 besar, Kamis (28/4), Chico berhadapan dengan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong. Dalam rekor pertemuan, Chico unggul 1-0. Itu terjadi di fase grup Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022 di Selangor, Malaysia, Februari lalu.
Komang Ayu juga tampil trengginas ketika menghadapi peringkat 24 dunia dari Tiongkok, Han Yue. Pemain berusia 19 tahun berperingkat 317 dunia ini menghajar Han Yue dengan straight game 21-14, 21-12.
"Senang banget bisa mengalahkan pemain yang peringkatnya jauh di atas saya. Tak ada strategi khusus, saya hanya coba memainkan pola permainan saya dan mengontrol keadaan angin. Beruntung saya sudah main kemarin jadi sedikit banyak sudah tahu kondisi lapangan," ungkap Komang.
Mirisnya, pemain kelahiran Denpasar, Bali, ini bertemu unggulan pertama dari Jepang, Akane Yamaguchi, di perdelapan final.
Putri Kusuma Wardani (KW) pun tak mau kalah. Pemain berusia 19 tahun Tangerang, Banten, ini menghajar peringkat 18 dunia dari Korea Selatan, Kim Ga Eun. Putri KW yang berperingkat 61 dunia menang dengan rubber game 10-21, 21-12, 21-15.
"Di game pertama, saya masih menyesuaikan dengan angin. Adaptasinya belum maksimal karena anginnya susah dikontrol, kencang sekali. Di game kedua dan ketiga, saya sudah menemukan ritme permainan saya. Cukup puas dengan penampilan hari ini karena mengalahkan pemain yang peringkatnya di atas saya. Tapi, besok harus lebih baik lagi," ujar Putri.
Di babak 16 besar, Putri KW berhadapan dengan unggulan keenam dari Thailand, Pornpawee Chochuwong. Kedua pemain belum pernah berjumpa sebelumnya.
Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto juga bermain apik ketika menggulang unggulan ketiga yang berperingkat 3 dunia dari Korea Selatan, Kim So Yeong/Kong Hee Yong.
Siti Fadia/Ribka yang berperingkat 28 dunia menggerus Kim/Kong dengan rubber game 21-17, 20-22, 21-11 dalam tempo 53 menit. Selain menerapkan strategi yang tepat dengan bermain no lob, komunikasi yang cair antar Ribka/Fadia dan pelatih menjadi kunci kemenangan pasangan yang baru kembali dari masalah cedera ini.
"Kami hanya bermain nothing to lose karena lawannya jauh di atas kami. Kami coba untuk fokus dan mengeluarkan seluruh kemampuan kami," kata Ribka.
"Kemenangan ini sebenarnya seperti bonus buat kami. Tadi kami lebih banyak komunikasi. Saling ngobrol dan mengingatkan, baik saya, Ribka maupun pelatih," sebut Siti Fadia menimpali.
Di perdelapan final, Siti Fadia/Ribka bertemu ganda Taiwan, Chang Ching Hui/Lee Chih Chen. Siti Fadia/Ribka belum pernah bentrok ganda berperingkat 285 dunia tersebut.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI