[All England 2022] Herry IP: Ganda Putra Harus Terima Risiko
Kamis, 24 Febuari 2022 14:09:27
Majalahbulutangkis.com- Indonesia mengerahkan banyak pemain top untuk ambil bagian di All England 2022 yang akan dihelat 16-20 Maret. Ini menunjukkan keseriusan PBSI demi meraih banyak gelar di ajang bulutangkis tertua di dunia tersebut.
Namun, di sisi lain, ada juga sisi minusnya. Contohnya, di ganda putra. Ada enam pasangan yang diturunkan PBSI di sektor ini, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana.
Undian sektor ganda putra di ajang bulutangkis bergengsi All England 2022 kurang menguntungkan bagi Indonesia. Berdasarkan hasil yang dirilis BWF pada Selasa (22/02), empat dari enam pasangan 'Merah Putih' harus saling bentrok di babak pertama. Fajar/Rian bertemu Leo/Daniel dan Pramudya/Yeremia bersua Fikri/Bagas.
Menanggapi hal tersebut, kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi memilih untuk bijak. Ia merasa hal ini merupakan risiko dari banyaknya wakil yang dikirim.
"Menurut saya itu salah satu risiko kalau kita menurunkan banyak pasangan di satu turnamen. Ganda putra sekarang ada enam pasangan di All England, risikonya akan bertemu sendiri, tapi kan tak semua. Proses itu harus kita lewati karena peringkat tiga pasangan yaitu Pramudya/Yeremia, Leo/Daniel dan Bagas/Fikri masih berada di 20-an. Jadi peluang bertemu sendirinya besar," kata Herry kepada Tim Humas dan Media PP PBSI, Kamis (24/2).
"Ini adalah sebuah proses, nanti setelah banyak ikut bertanding dan rankingnya naik akan jarang saling bertemu di awal. Saya rasa semua negara juga sama, adakalanya mengalami hal-hal tersebut," lanjutnya.
Herry juga memastikan bahwa anak asuhnya tak terpengaruh dengan hasil undian. Persiapan menjadi satu-satunya fokus mereka saat ini jelang keberangkatan ke Eropa yang semakin dekat.
"Untuk persiapan sudah bagus. Bagi yang tak ikut Kejuaraan Asia Beregu kemarin latihannya sudah kontinu. Tinggal mematangkan pola main dan jaga kondisi terutama untuk Fajar/Rian yang akan main ke Jerman Terbuka dahulu. Target ganda putra di All England itu ke final dulu, nanti di final kan apa pun bisa terjadi," sahut Herry.
Hal senada disampaikan Fajar/Rian. Walau menyayangkan, mereka mengaku siap tempur. Pasangan nomor 9 dunia ini pun merasa mereka memiliki nilai plus karena bisa pemanasan dulu di German Open (8-13 Maret) sebelum turun di All England.
"Kalau melihat hasil undian di All England sangat disayangkan sekali ya karena empat pasangan ganda putra Indonesia langsung bertemu di babak pertama. Tapi ini kan pertandingan individual jadi pasti ada seperti itu. Jadi kita mau jalanin saja," tutur Fajar.
"Untuk persiapan sudah cukup baik, tinggal maintenance saja. Jaga kondisi dan kesehatan. Nilai plus kami ke Jerman Terbuka dulu, kami bisa mengukur kekuatan kami karena lawan di All England juga sebagian besar main di Jerman. Kami juga jadikan Jerman sebagai ajang pemanasan," sambung Rian.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI