[German Open 2022] Tiongkok & Thailand Tebar Ancaman di All England

Senin, 14 Maret 2022 09:16:01

Majalahbulutangkis.com- German Open 2022 yang digelar di Westenergie Sporthalle, Muelheim an der Ruhr, berakhir Minggu (13/3).

Tiongkok dan Thailand berbagai dua gelar. Satu gelar lainnya direbut Malaysia. Dua gelar Tiongkok diraih lewat sektor tunggal putri dan ganda putri. 

Thailand mengamankan dua gelar di sektor tunggal putra dan ganda campuran. Satu-satunya gelar buat Malaysia didulang dari sektor ganda putra. 

Tak pelak, Tiongkok dan Thailand kini menebar ancaman buat para lawan di All England 2022 yang dijadwalkan dihelat di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, 16-20 Maret. 

Wakil-wakil Tiongkok hadir di empat dari lima final German Open 2022. Namun, 'Negeri Tirai Bambu' hanya mampu mengunci dua gelar. 

Di tunggal putri, He Bing Jiao mengalahkan Chen Yu Fei, rekan senegaranya yang menempati unggulan 3, 21-14, 27-25. Ini memperlebar kemenangan head-to-head Bing Jiao menjadi 5-3. Bing Jiao juga mengakhiri tiga kekalahan beruntun dari Yu Fei. 

Keluarnya Chen Qing Chen/Jia Yi Fan sudah diprediksi sejak awal. Ganda putri nomor 1 dunia ini memang bukan lawan mudah bagi Gabriel Stoeva/Stefani Stoeva. 

Meski begitu, ganda Bulgaria peringkat 9 dunia ini memberikan perlawanan sengit sebelum kalah 16-21, 30-29, 19-21. Stoeva bersaudara kini tercecer 1-6 dalam pertemuan dengan Qing Chen/Yi Fan. 

Kemenangan Dechapol Puavarnukroh/Sapsiree Taerattanachai juga sudah diprakirakan sejak sebelum pertandingan. Ganda campuran nomor 1 dunia ini menggebuk Ou Xuan Yi/Huang Ya Qiong 21-11, 21-9. 

Ganda anyar Tiongkok ini membuat kejuatan dengan menyingkirkan tiga unggulan. Dimulai dari Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (Tiongkok/unggulan 2) di babak II, Thom Mark Gicquel/Delphine Aurore Delrue (Prancis)/7) di perempat final, dan Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris/5) di semifinal. 

Gelar tunggal putra yang diraih Kunlavut Vitidsarn bisa dibilang kejutan. Bahkan, partai finalnya dengan Lakshya Sen juga di luar prediksi. 

Kedua pemain berusia 20 tahun ini sama-sama bermain hebat dalam perjalan ke final. Kunlavut mendepak dua unggulan, yakni Jonatan Christie (Indonesia/6) di babak II dan Lee Zii Jia (Malaysia/5). 

Sen juga menyingkirkan dua unggulan, yaitu Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia/4) dan Viktor Axelsen (Denmark/1). Namun, Sen harus mengakui keunggulan Kunlavut di partai puncak 18-21, 15-21. 

Kejutan lain terjadi di ganda putra. Ganda pelapis 'Negeri Jiran', Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, menjadi juara dengan menaklukkan ganda anyar Tiongkok, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, 23-21, 16-21, 21-14. 

Goh/Nur menjadi andalan Malaysia setelah mundurnya ganda utama mereka, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, akibat terpapar Covid-19. 

Dalam proses ke final, Goh/Nur mendepak rekan senegara mereka, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, yang menempati unggulan 6, 21-15, 20-22, 19-21, di perempat final. Ini kemenangan pertama Goh/Nur atas Ong/Teo setelah kalah di French Open dan Indonesia Masters 2021. 

(Indra)

Sumber foto: BWF, Bangkok Post