Terima Kasih, Greysia!

Minggu, 12 Juni 2022 14:25:44

 

Majalahbulutangkis.com- Publik bulutangkis Tanah Air dan dunia bersatu demi meramaikan seremoni perpisahan Greysia Polii yang dihelat di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (12/6). 

Mantan atlet berusia 34 tahun ini resmi pensiun dari bulutangkis, dunia yang telah digelutinya selama 30 tahun dan 19 thun di antaranya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Berkat jasa-jasa Greysia, PP PBSI pun menggelar sebuah acara perpisahan bertajuk 'Testimonial Day'. 

Acara tersebut, dihadiri langsung oleh tamu khusus seperti, Menpora Zainudin Amali, Ketum PP PBSI Agung Firman Sampurna, Ketua Harian PBSI Alex Tirta, Sekjen PBSI Fadil Imran, dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Pada acara yang dibuka dengan penampilan dari penyanyi Raisa tersebut, Menpora Amali memberikan apresiasi dengan memberikan jaketnya kepada Greysia yang sudah 30 tahun berkecimpung di dunia bulutangkis Tanah Air.

Oleh Fadil, Greysia juga diberi apresiasi, sebagai tanda terima kasih warga Pelatnas Cipayung yang sudah berprestasi besar. Amali berterima kasih atas dedikasi Greysia, dengan menyebut bulutangkis melekat di dalam darah Greys. Senada dengan Amali, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna juga memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih atas dedikasi, perjuangan dan inspirasi untuk istri Felix Djimin itu.

Sebagai pemain, etos Greysia begitu luar biasa. Dengan semangat tak kenal menyerah, ia bisa bangkit dari keterpurukan di Olimpiade London 2012 dan puncaknya meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Banyaknya sambutan yang mengalir kepada peraih medali emas Asian Games 2014 itu membuat Greysia merasa terharu. Beberapa gelar juara mulai dari multi-event seperti SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade telah diraih. Juga gelar-gelar turnamen internasional.

"Perjalanan yang panjang, dibutuhkan 30 tahun untuk mencapai semua apa yang dicita-citakan dari kecil dan itu tak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia, keluarga, dukungan teman-teman yang ada di sini.

"Saya merasa kadang tak pantas berada di sini, tapi saya benar-benar berterima kasih, dan saya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan.

"Seperti yang Pak Menteri Zainudin bilang bahwa darah saya adalah bulutangkis. Saya hanya hidup lima tahun tak di bulubangkis, 30 tahun itu bulu tangkis.

"Bagi saya, tempat ini, begitu memorable. Pada 14 tahun silam, tim putri Indonesia yang tidak dipandang malah bisa maju ke final Piala Uber 2008," kata Greysia yang juga masuk tim Indonesia ketika itu.

Greysia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah RI, PBSI, keluarga, pelatih, pemain senior, junior seluruh teman dan lawan, para karyawan dan staf Pelatnas PBSI yang meski tak terlihat langsung tapi semua berjasa besar bagi dirinya. Dan juga tak lupa untuk klub yang membesarkan namanya Jaya Raya Jakarta. Pun untuk klub Eng Hian Badminton Academy (EHBA).

"Terima kasih juga untuk partner saya, Apriyani Rahayu yang sudah mengantar saya bisa berprestasi," kata Greysia kepada Apriyani yang juga hadir.

Keduanya juga berkali-kali berpelukan haru, layaknya di podium juara seperti saat Greysia/Apriyani merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dengan balutan bendera Merah-Putih.

Dalam acara seremonial pensiunnya Greysia, digelar pertandingan ekshibisi, mulai dari tiga lawan tiga dan empat lawan empat yang begitu menarik bagi penonton. 

Pertandingan ini melibatkan para pemain kelas dunia seperti, Jongkolphan Kititharakul, Sapsiree Taerattanachai (Thailand), Misaki Matsutomo, Yuta Watanabe (Jepang), Wang Chi-Lin dan Tai Tzu Ying (Taiwan), Gabriela Stoeva (Bulgaria), Thinaah Muralitharan (Malaysia), Wang Yi Lyu, Huang Dongping (Tiongkok), Ashwini Ponnappa (India), dan Shin Seung Chan (Korea Selatan).

Para pemain tersebut digabung dengan beberapa pebulutangkis Tanah Air seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, hingga Hendra Setiawan. 

Dalam pertandingan amal tersebut terkumpul donasi total senilai Rp156 juta yang dibagikan kepada dua yayasan amal yakni kepada Yayasan Saluran Berkat Mandiri (YSBM) dan Pupa Center dengan masing-masing senilai Rp87 juta dan Rp69 juta. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI