Djarum Superliga 2019: Anthony dan Jonatan Jadi Pilar Musica
Minggu, 17 Febuari 2019 07:45:01
Majalahbulutangkis.com- Di antara para peserta yang berlaga di ajang Djarum Superliga, boleh jadi, Tim Musica adalah yang paling antusias dalam perburuan gelar juara. Terbukti, tim putra Musica sudah empat kali beruntun memenangkan gelar juara Djarum Superliga pada tahun 2013, 2014, 2015, dan 2017. Pada tahun 2016 dan 2018 ajang Djarum Superliga tidak digelar.
Sepanjang perjalanan mengikuti ajang Djarum Superliga, klub ini memang selalu menurunkan pemain-pemain kelas dunia. Tahun 2013 di Surabaya, Musica berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Malaysia Tigers, 3-2. Musica meraih dua pertama setelah Tommy Sugiarto menang atas Daren Liew dan pasangan Rian Sukmawan/Rendra Wijaya mengalahkan Tan Wee Kiong/Hoon Tien How. Namun skor berubah 2-2 karena Lee Hyun Il kalah dari Chong Wei Feng dan Fran Kurniawan/Hadi Saputra gagal mengatasi Lim Khim Wah/Goh V Shem. Angka kemenangan dipastikan Chou Tien Chen yang menaklukan Mohamad Arif Abdul Latif.
Setahun berikutnya 2014 masih di Surabaya, Musica mempertahankan trophy juara dengan mengalahkan PB. Jaya Raya, 3-2 di dalam pertarungan final yang dramatis. Musica tertinggal lebih dulu setelah Alamsyah Yunus kalah dari Kenichi Tago dan Ryan Agung Saputro/Wahyu Nayaka ditundukan Hendra Setiawan/Markis Kido. Musica mampu membalikkan keadaan setelah berturut-turut, Simon Santoso mengalahkan Lee Hyun Il, Hardianto/Vladimir Ivanov menaklukan Bona Septano/Marcus Fernaldi Gideon dan Lee Hyun Il mengalahkan Wisnu Yuli Prasetyo.
Pencapaian hat-trick berhasil dicetak PB.Musica setelah memenangkan Djarum Superliga 2015 di Denpasar, Bali. Kemudian dilanjutkan dengan meraih juara yang keempat kalinya tahun 2017 di Surabaya. Di babak final baik tahun 2015 maupun 2017, Musica mengalahkan lawan yang sama, PB Djarum Kudus dengan skor, 3-2.
Menghadapi Djarum Superliga 2019 yang digelar di Gedung Sabuga, Bandung, target tim putra PB. Musica tak berubah tetap mengincar gelar juara.
“Kami tetap optimis menghadapi Djarum Superliga tahun ini. Mengenai target, tentunya mempertahankan tradisi juara,” ungkap Hariyanto Arbi, manager tim PB.Musica.
Demi mempertahankan target tersebut, PB.Musica pun telah merekrut nama-nama mentereng. Di tunggal putra, klub ini bakal diperkuat dua tunggal putra terbaik Indonesia saat ini Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, ditambah legiun asing Sai Praneeth dari India. Sebagai tunggal keempat Musica juga merekrut pemain muda Chico Aura Dwi Wardoyo.
Sementara dari sektor ganda diisi oleh pemain-pemain yang sudah pernah memperkuat PB.Musica sebelumnya, yakni Fajar Alfian, Hardianto, Vladimir Ivanov (Rusia), Ade Yusuf Santoso, Wahyu Nayaka, serta pasangan andal asal Korea Selatan, Kim Sa Rang/Lee Yong Dae. Nama terakhir tentu saja menjadi magnet tersendiri dengan segudang prestasi internasionalnya.
Dengan komposisi pemain kelas atas dan rata-rata sudah berpengalaman di ajang Djarum Superliga, maka ambisi meraih kembali gelar juara berpeluang besar menjadi kenyataan. Tentu saja, PB.Musica akan mendapat tantangan kembali dari klub-klub papan atas lainnya seperti PB Djarum Kudus dan Jaya Raya Jakarta. (MB-02)
Baca Juga
- Malaysia Open 2019: Langkah Owi/Winny Terhenti Di Perempat Final
- [Korea Masters 2022] Ganda Malaysia Depak Pram/Yere Di 32 Besar
- Kejurnas PBSI 2017, Andika/Mychelle Ke Semifinal
- [Swiss Open 2022] FajRi Tantang Ganda Putra Nomor 1 Malaysia
- Malaysia International Challenge: Dua Wakil Indonesia Melaju Ke Final