Cedera Apriyani Bisa Berefek pada Dua Hal
Jumat, 18 Maret 2022 14:51:31

Majalahbulutangkis.com- Cederanya Apriyani Rahayu membuat banyak pihak bersedih. Pasalnya, itu membuat Greysia Polii/Apri harus menghentikan langkah mereka di All England 2022 lebih cepat.
Apri mengalami cedera ketika bertarung kontra ganda India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichan, pada babak II atau 16 besar di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Kamis (17/3).
Setelah memenangi game pertama, 21-18, Apri salah jatuh ketika kedudukan 14-14 di game kedua. Meski sempat berusaha bertahan, Apri akhirnya menyerah di skor 14-19. Ini yang diklaim pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, memicu kambuhnya cedera betis kanan pada Apri.
Cedera ini membekap pemain berusia 23 tahun itu pada akhir Februari. Cedera ini pula yang membuat debut Apri dengan pasangan barunya, Siti Fadia Silva Ramadhanti tertunda. Awalnya, pasangan anyar PBSI ini dijadwalkan turun di German Open 2022 yang digelar pada 8-13 Maret.
"Apriyani cedera betis kanannya kambuh. Pemicunya ketika mau ambil bola ada gerakan yang tak pas. Setelah itu pergerakannya menjadi terbatas," kata Eng Hian dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PBSI.
Apri disebutkan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan demi mengetahui seberapa parah cedera betisnya. Untungnya, diketahui cedera Apri tak parah. Ia hanya diharuskan beristirahat beberapa pekan.
Jelas, situasi ini jelas membatalkan debut Apri/Siti Fadia lagi. Mereka dipastikan tak bermain di Swiss Open (22-27 Maret) dan Korea Open 2022 (5-10 April).
"Hasil pemeriksaan dan konsultasi dengan dr. Grace (Joselini Corlesa, dokter PBSI) cedera betis kanan Apri tak terlalu parah, tapi memang diperlukan waktu istirahat setidaknya satu hingga dua pekan sebelum bisa kembali ke lapangan. Oleh karena itu, saya menarik keikutsertaan Apri di Swiss dan Korea Open," ungkap Didi -- sapaan Eng Hian.
"Saya tak mau ambil risiko, lebih baik memang Apri istirahat hingga sembuh total baru memulai kembali persiapan ke pertandingan-pertandingan berikutnya," imbuhnya.
Tak cuma itu, mundurnya Greysia/Apri dari All England 2022 juga membuat ganda putri Indonesia kembali gagal melakukan pecah telur gelar juara. Ganda putri menjadi satu-satunya sektor yang belum menyumbangkan trofi All England untuk Indonesia.
Secara pribadi, Greysia juga harus melupakan impian meraih gelar juara pertama di turnamen bulutangkis paling prestisius di dunia tersebut. Akhir tahun ini, Greysia dirumorkan akan gantung raket.
Capaian terbaik pemain kelahiran Jakarta berusia 34 tahun ini adalah lima kali perempat final, yakni pada 2007, 2008, 2010, 2015, dan 2019.
Yang menarik, Greysia menggurat prestasi tersebut dengan lima pasangan berbeda, yaitu Vita Marissa (2007), Jo Novita (2008), Meliana Jauhari (2010), Nitya Krishinda Maheswari (2015), dan Apriyani (2019).
(Indra)
Sumber foto: Badminton Photo