Blibli Indonesia Open 2019: Jonatan Amankan Tiket ke Perempat Final

Jumat, 19 Juli 2019 07:21:45

Majalahbulutangkis.com- Jonatan Christie menjadi satu-satunya harapan Indonesia yang masih bertahan hingga ke perempat final di ajang bulutangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

Tampil memukau di babak kedua Kamis (18/7), Jonatan sukses mengandaskan perlawanan tunggal putra senior asal Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus dengan kemenangan 22-20 dan 21-13

“Saya juga agak tidak menyangka dengan hasil pertandingan hari ini. Kalau saya lihat, dia sedikit bermain di bawah tekanan karena beberapa kali melakukan kesalahan. Tapi saya lebih dulu berhasil mengamankan kemenangan di game pertama, jadi di game kedua saya bisa bermain lebih rileks dan lebih tenang lagi,” ujar Jonatan usai pertandingan.

Selanjutnya di babak 8 Besar Jonatan akan berhadapan dengan tunggal putra andalan Taiwan, Chou Tien Chen yang lebih dulu meraih kemenangan melawan pemain senior asal Tiongkok, Lin Dan dalam laga tiga game 24-22, 17-21, 21-13.

“Pastinya pertandingan melawan Chou tidak akan mudah. Mungkin saya harus lebih siap saja karena faktor tuan rumah, semoga saja lawan ada beban tersendiri. Mudah-mudahan juga saya bisa dapat dukungan penuh lagi dari suporter Indonesia,” lanjutnya.

“Intinya siapa yang lebih siap di pertandingan nanti dia yang akan menjadi pemenang. Selain itu, siapa yang bisa membaca pola permainan itu, akan menjadi penentu poin-poin kritis nantinya,” pungkas Jonatan.

Sayangnya, langkah Jonatan tak diikuti oleh rekannya Anthony Sinisuka Ginting yang di luar dugaan harus terhenti di babak kedua di tangan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand dengan skor 22-20, 11-21, 21-19.  

Laga panjang berdurasi 84 menit ini berlangsung begitu menegangkan. Ketenangan di poin-poin kritis lagi-lagi menjadi kendala bagi Anthony. Di game pertama, ia sudah unggul dalam kedudukan game point 20-19, namun belum bisa menyelesaikan.

Pada game penentuan, Anthony yang tertinggal jauh 12-17, mampu mendekat hingga 19-20, namun lagi-lagi belum dapat memanfaatkan kesempatan di saat genting.

"Hasil ini tidak sesuai harapan. Pertandingan tadi dari awal hingga akhir berlangsung ketat. Di game pertama, saya memimpin jauh tapi saya sering membuat kesalahan sendiri. Tapi itu istimewanya lawan, bila ketinggalan dia tidak mau menyerah," ujar Anthony.

Pada game ketiga, Anthony merasa bahwa lawan lebih berani menyerang dari pukulan overhead. Meskipun lawan sempat cedera dan beberapa kali mendapat pertolongan dari dokter pertandingan, namun ini tak lantas menjadi keuntungan buat Anthony.

"Justru itu menurut saya adalah turning point-nya dia. Saya yang tadinya bisa ambil poin gampang dari lawan dengan memainkan tempo, setelah dia minta break itu, sepertinya dia bisa mikir mau main seperti apa. Waktu balik main, dia bisa antisipasi serangan saya. Saya yang maunya bisa kembali main seperti di awal sudah tidak bisa," jelas Anthony.

"Di pertemuan terakhir saya memang kalah dari dia di French Open 2019. Sesuai dengan perjalanannya, semakin ke sini permainannya memang lebih matang. Berbeda dari sebelumnya, dimana dia masih suka mati sendiri. Tapi seperti yang saya bilang kemarin, dia memang tipe pekerja keras. Tidak gampang mati sendiri dan tidak gampang dimatikan. Saya sendiri harusnya lebih siap terus," pungkas Anthony.

Selanjutnya di perempat final Kanthapon akan berhadapan dengan Huang Yu Xiang (Tiongkok) yang di luar dugaan mampu membuat kejutan besar dengan menggulingkan unggulan teratas Kento Momota (Jepang) dalam laga tiga game 21-16, 11-21, 21-18.

Nasib nahas juga dialami unggulan kedua asal Tiongkok, Shi Yuqi yang tak mampu melanjutkan pertandingan dalam kedudukan 7-6 di game pertama melawan Anders Antonsen. Pemain asal Denmak itu pun melaju mulus ke perempat final melawan Lee Zii Jia (Malaysia) yang juga membuat kejutan dengan menyisihkan pemain senior Tiongkok, Chen Long 21-16, 19-21, 22-20. (Daryadi)