Demi Emas Commonwealth Games, Lakshya Gabung Padepokan Axelsen

Minggu, 29 Mei 2022 17:46:44

 

Majalahbulutangkis.com- Lakshya Sen tak mau main-main terhadap karier bulutangkisnya. Meski bisa dibilang kiprahnya di olahraga tepok bulu dunia baru seumur jagung, prestasi tunggal putra India berusia 20 tahun ini sudah luar biasa. 

Lakshya meraih dua gelar juara BWF Tour Super 100 (Dutch Open dan SaarLorLux Open) pada 2019. Artinya, kala itu pemain bertinggi 1,79 meter ini baru berusia sekitar 17 tahun. Di tahun yang sama, Lakshya juga menjuarai tiga turnamen kategori BWF International Challenge/Series, yakni Belgian International, Scottish Open, dan Bangladesh International. 

Bahkan, satu tahun sebelumnya Lakhsya masih dikategorikan sebagai pemain yunior. Itu dibuktikan dengan medali emas di Youth Olympic Games (Olimpiade Remaja) di nomor beregu campuran di Buenos Aires, Argentina, dan Asian Junior Championships (Kejuaraan Yunior Asia) di sektor tunggal putra di Jakarta. 

Dua capaian teranyar atau yang diraihnya di musim 2022 adalah India Open Super 500 dan Thomas Cup. Di samping itu, Lakshya juga melaju ke dua final, yakni German Open Super 300 (kalah dari Kunlavut Vitidsarn) dan All England Open Super 1000 (kalah dari Viktor Axelsen). 

Sederet prestasi tersebut membawanya ke peringkat 9 dunia. Namun, Lakshya jelas tak puas cuma sampai di sini. Kendati begitu, ia tentu sadar akan sulit untuk mendulang gelar di rangkaian turnamen BWF World Tour Super. 

Incaran utamanya adalah medali emas di Commonwealth Games 2022 yang akan digelar di Birmingham, Inggris, 29 Juli-8 Agustus. Lakshya pun sudah mempersiapkan diri dengan baik. Di antaranya melakukan program latihan yang terdiri dari dua sesi.

Sesi pertama adalah bergabung ke padepokan bulutangkis, Viktor Axelsen Training Camp, yang dikelola oleh peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Axelsen, di Nad Al Sheba Sports Complex di Dubai, Uni Emirates Arab, 29 Mei-5 Juni. 

Ini bukan kali pertama Lakshya ikut Training Camp milik Axelsen. Ia pernah bergabung sejak September 2021 hingga Maret 2022 bersama sejumlah pemain top lainnya macam juara dunia 2021, Loh Kean Yew. 

Kemudian Axelsen dan Lakshya tampil di Indonesia Masters Super 300 (7-12 Juni) dan Indonesia Open Super 1000 (14-19 Juni). Sesi latihan kedua dilanjutkan setelah itu di Pusat Pelatihan Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-26 Juni. 

Proposal keikutsertaan Lakshya di dua program latihan tersebut sudah disetujui oleh para anggota Komite Mission Olympic Cell (MOC). Ini adalah komite Olimpiade yang melakukan pertemuan di tiap pekan untuk mengevaluasi proposal-proposal yang diajukan para atlet.  

Kendati demikian, Lakshya tentu tak akan mudah mendapatkan impiannya meraih medali emas Commonwealth Games 2022. Di nomor perorangan sektor tunggal putra, ia diprediksi akan mendapat rivalitas sengit dari Loh Kean Yew (Singapura) dan Lee Zii Jia (Malaysia). 

(Indra)

Sumber foto: BWF