[BATC 2022] Rombak Formasi Pemain, Tim Putra Gerus India

Jumat, 18 Febuari 2022 15:38:33

 

Majalahbulutangkis.com- Tim pelatih putra Indonesia melakukan perubahan susunan pemain demi menghadapi India pada laga terakhir Grup A Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022. Pada duel yang berlangsung di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (18/2) pagi, Chico Aura Dwi Wardoyo dan kawan-kawan menang tipis 3-2.

Meski begitu, hasil tersebut sudah cukup membuat tim putra Indonesia keluar sebagai juara Grup A. Undian semifinal baru akan dilakukan setelah pertandingan sesi sore berakhir malam ini. Baik di putra maupun putri, juara grup akan diundi kembali dengan runner-up grup. Jadi kemungkinannya, juara grup akan bertemu lawan yang sama seperti di fase grup sebelumnya atau runner-up grup lain.

Soal perubahan formasi pemain kontra India, Aryono Miranat hal itu terpaksa dilakukan dengan melihat hasil dari dua partai sebelumnya, ketika bentrok Hong Kong dan Korea Selatan. 

Di tunggal, Christian Adinata digantikan Yonathan Ramlie. Sementara untuk ganda, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan diistirahatkan. 

Posisi Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pun naik menjadi ganda pertama. Sementara ganda kedua ditempati Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang menjalani debut.

"Pram/Yere performanya tak seperti yang diharapkan. Mereka dua kali kalah. Juga untuk memberi kesempatan Fikri/Bagas merasakan atmosfer ajang beregu," kata Aryono dikutip dari rilis Tim Humas PBSI.

Perubahan formasi terbukti tak mempengaruhi kekompakan dan semangat tim. Sayangnya, di laga pembuka, Chico harus menyerah di tangan Lakshya Sen 18-21, 25-27. Chico mengakui dirinya kurang tenang di saat poin-poin kritis.

"Tadi sih saya kurang tenang saat memimpin dan jadi buru-buru. Pada poin-poin kritis, saya kurang berani mengambil keputusan untuk mengambil dan pegang permainan depan. Padahal dari segi permainan, sudah keluar semua. Lawan hari ini tampil baik dan pertahanannya juga kuat," sebut Chico.

Beruntung, ganda putra Leo/Daniel sukses menyamakan kedudukan 1-1. Pasangan berjulukan The Babbies itu menggusur Manjit Singh Khwairakpam/Dingku Singh Konthoujam, 21-16, 21-10.

"Kami main seperti biasa. Tadi memang sempat adaptasi dulu. Setelah tahu bagaimana permainan lawan, kami nyaman untuk menyerang. Saat Indonesia ketinggalan 0-1, justru menambah semangat kami main bagus untuk menang," aku Leo.

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang turun di partai ketiga, memenangi laga melawan George Kiran, 21-13, 17-21, 21-10. Dengan kemenangan ini, Indonesia pun memimpin 2-1.

"Saya mengawali pertandingan dengan baik. Sayang di gim kedua, saya tak tepat dalam menerapkan strategi. Syukurlah akhirnya bisa menang dan membawa Indonesia unggul 2-1," ujar Ikhsan.

Pasangan Fikri/Bagas juga nyaman saat pertama kali dimainkan. Mereka menang atas Hariharan Amsakarunan/Ruban Kumar Rethinasabapathi, 21-10, 21-10. Indonesia pun unggul 3-1 dan memastikan sebagai juara grup tanpa menunggu hasil di partai kelima.

"Kaget juga lihat lawan hari ini. Padahal kemarin penampilan mereka saat lawan Hong Kong bagus. Senang bisa main dan memastikan Indonesia jadi juara grup," ucap Fikri.

Di partai terakhir, Yonathan Ramlie yang pertama kali dimainkan, tak berhasil mengemban misi. Sudah tampil bagus di gim kedua, ia dikalahkan Mithun Manjunath, 12-21, 21-15, 17-21.

"Banyak pelajaran yang saya dapat dari kekalahan ini. Main di beregu itu beda dengan turnamen. Sebenarnya saya ingin juga menyumbangkan angka," ucap Yonathan.

Soal keputusan menggantikan Christian dengan Yonatan, tim pelatih punya penjelasan tersendiri. elatih tunggal putra Harry Hartono menyebut Yonathan mengisi posisi Christian karena secara kualitas permainan keduanya itu seimbang. Juga untuk memberi kesempatan kepada Yonathan bermain dan merasakan suasana kejuaraan beregu seperti BATC ini.

"Ini juga untuk memberi jeda istirahat kepada Christian yang sebelumnya bermain ketat dan menguras mental saat lawan Korea Selatan. Selain itu juga untuk jaga-jaga karena selama persiapan di pelatnas, lutut Christian sempat cedera," ujar Harry.

Kendati telah memastikan posisi di semifinal, Aryono mengingatkan para pemainnya agar jangan lengah. Lawan justru bakal lebih sulit di fase empat besar. 

"Terima kasih atas perjuangannya sehingga seperti tim putri, tim putra Indonesia juga tampil sebagai juara grup. Namun perjuangan belum berakhir. Pemain harus tetap semangat untuk menatap babak semifinal," kaya Aryono.

Korsel menemani Indonesia di semifinal setelah mengamankan posisi runner-up Grup A. Di laga pamungkas, Korsel menggebuk Hong Kong 4-1.  

HASIL GRUP A
INDONESIA VS INDIA (3-2)
Chico Aura Dwi Wardoyo vs Lakshya Sen 18-21, 25-27
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Manjit Singh Khwairakpam/Dingku Singh Konthoujam 21-16, 21-10
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs George Kiram 21-13, 17-21, 21-10
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Hariharan Amsakaruna/RubanKumar Rethinasabapathi 21-10, 21-10
Yonatan Ramlie vs Mithun Manjunath 12-21, 21-15, 17-21

KLASEMEN AKHIR GRUP A
NEGARA -- POIN -- MAIN -- MENANG -- SERI -- KALAH -- PARTAI -- GAMES -- POIN
1. Indonesia -- 3 -- 3 -- 3 -- 0 -- 0 -- 10-5 -- 22-15 -- 706-657
2. Korsel -- 2 -- 3 -- 2 -- 0 -- 1 -- 11-4 -- 25-9 -- 679-549
3. India -- 1 -- 3 -- 1 -- 0 -- 2 -- 5-10 -- 14-22 -- 595-700
4. Hong Kong -- 0 -- 3 -- 0 -- 0 -- 3 -- 4-11 -- 11-26 -- 643-717

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI