BAC Digelar di UEA Mulai 2023, Total Hadiah Naik Drastis

Rabu, 27 Juli 2022 17:52:13

 

Majalahbulutangkis.com- Uni Emirate Arab (UEA) resmi dinyatakan sebagai tuan rumah Badminton Asia Championships (BAC) atau Kejuaraan Bulutangkis Asia untuk lima tahun ke depan. Ini terhitung mulai 2023 sampai 2027 atau dari edisi ke-40 hingga 44. 

Dubai dan Abu Dhabi sebagai dua kota besar dan kaya di UEA ditunjuk sebagai kota tuan rumah. UEA memang tak asing menggelar kejuaraan atau turnamen bulutangkis berlevel internasional. 

Salah satu negara tajir di Timur Tengah ini pernah menjadi tuan rumah BWF World Super Series Finals di Hamdan Sports Complex, Dubai, di kurun 2014-2017. Ini membuktikan bulutangkis menjadi salah satu olahraga favorit di UEA. 

"Kejuaraan Asia adalah salah satu turnamen terbesar di dunia bulutangkis karena ini berfungsi sebagai kualifikasi untuk Olimpiade dan Kejuaraan Dunia (World Championships). Melihat popularitas olahraga ini di negara dan wilayah ini, yang memiliki populasi Asia yang luas, kami rasa hal terbaik membawa kejuaraan terbaik di Asia itu ke sini," kata Sathya Menon, Sekretaris Jenderal Badminton Asia sekaligus CEO Beyond Boundaries, perusahan manajemen yang menandatangani kesepakatan dengan Badminton Asia dikutip dari laman Gulf News, Selasa (26/7). 

"Bulutangkis memiliki basis penggemar 200 juta di India, 440 juta di Tiongkok, dan 90 juta di Indonesia. Dengan populasi Asia yang besar, kami ingin menggelar turnamen ini di UEA untuk lima tahun ke depan," tambahnya. 

Presiden Badminton Asia, Anton Aditya Subowo, mengamini ucapan Sathya, "Bulutangkis adalah salah satu olahraga paling populer dengan partisipasi dan basis tinggi sepanjang masa. Menarik menjadi tuan rumah BAC di sebuah arena baru."  

BAC terdiri dari kejuaraan beregu dan perorangan. Rencananya UEA menggelar kejuaraan beregu pada Februari dan perorangan pada Oktober. Terjadi perubahan pada jadwal kejuaraan perorangan yang biasanya dihelat pada April, tapi kini didorong ke Oktober. 

"Tiap tahun kejuaraan ini digelar pada April, tapi kami bicara dengan Pariwisata Dubai dan Dewan Olahraga Dubai dan ingin kejuaraan perorangan dilangsungkan pada Oktober sebagai bagian dari Dubai Fitness Challenge," ucap Sathya menjelaskan. 

Perubahan juga dilakukan pada total hadiah yang kini menjadi lebih besar. Untuk sektor perorangan, hadiahnya naik dari awalnya US$1,2 juta menjadi US$1,5 juta. Sedangkan di sektor beregu, total hadiahnya menjadi US$500.000 dari semula US$100.000. 

"Kami ingin turnamen ini menjadi yang terkaya dan paling mewah bagi pemain dan juga penonton karena kami mengharapkan 75.000-100.000 orang datang untuk kejuaraan tersebut. Ini cara kami memperlihatkan kecintaan kami pada olahraga ini," sebut Sathya. 

(Indra)

Sumber foto: BadmintonAsia.org