[All England 2022] Tunggal Putra dan Ganda Campuran Indonesia Tamat
Sabtu, 19 Maret 2022 06:31:51
Majalahbulutangkis.com- Indonesia kini hanya bisa mengandalkan ganda putra demi mengemas gelar juara di All England 2022. Itu setelah wakil 'Merah Putih' di sektor tunggal putra dan ganda campuran menyentuh titik tamat.
Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie gagal mencetak sejarah di tunggal putra. Kali terakhir tunggal putra Indonesia menjadi kampiun di All England terjadi pada 1994 melalui Hariyanto Arbi.
Bahkan, di musim tersebut, empat pemain Indonesia menguasai keempat slot semifinal. Hariyanto, Ardy Bernardus Wiranata, Hermawan Susanto, dan Allan Budi Kusuma.
Hariyanto dan Ardy melaju ke final yang dimenangi oleh Hariyanto. Hariyanto, yang juga menjadi juara pada 1993, malah nyaris mengukir hattrick juara. Sayangnya, pada final 1995, ia dikalahkan oleh pemain Denmark, Poul-Erik Hoyer Larsen.
Selepas itu, tak ada tunggal putra Indonesia lagi yang sanggup berada di podium tertinggi All England. Pun tak ada yang mampu menembus final.
Capaian terbaik hanya dicatat Taufik Hidayat yang menapak semifinal All England 2009. Finalis All England 1999 dan 2000 ini takluk di tangan salah satu musuh bebuyutannya, Lee Chong Wei, dari Malaysia.
Ginting dan Jojo hanya tinggal selangkah lagi mengulang capaian Taufik. Namun, itu gagal terjadi. Pasalnya, di perempat final, Jumat (18/3), kedua tunggal putra terbaik Pelatnas Cipayung tersebut kandas.
Ginting tak berkutik di hadapan peringkat 1 dunia, Viktor Axelsen, dan menyerah 4-21, 9-21 hanya dalam tempo 34 menit. Axelsen memperlebar skor pertemuan dengan peringkat 5 dunia itu menjadi 6-4.
Di semifinal, Sabtu (19/3), Axelsen akan menghadapi Chou Tien Chen. Tunggal putra Taiwan unggulan 4 ini melebur Jojo 21-10, 21-15 dalam tempo 36 menit. Chou mempersempit marjin skor pertemuan dengan Jojo menjadi 3-6.
Semifinal tunggal putra lainnya mempertemukan pemain masa depan India, Lakshya Sen, kontra juara All England 2021 dan unggulan 6 dari Malaysia, Lee Zii Jia.
Indonesia juga tak memiliki wakil lagi di sektor ganda campuran. Wakil terakhir 'Merah Putih', Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menyerah dari unggulan 3 asal Tiongkok, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, 23-25, 19-21, dalam tempo 47 menit.
Dengan demikian, Praveen/Melati gagal mengukir sejarah menjadi ganda profesional atau non-Pelatnas pertama Indonesia yang menjuarai All England.
Di semifinal yang dihelat di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, empat unggulan teratas ganda campuran bakal bertarung.
Wang/Huang menghadapi rekan senegaranya yang menempati unggulan 2, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Semifinal lainnya mempertemukan unggulan 1 dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattnachai, dengan unggulan 4 dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.
(Indra)
Sumber foto: PB Djarum, Olympics.com