[All England 2022] Langkah Terjal PraMel di Perempat Final
Jumat, 18 Maret 2022 13:46:12

Majalahbulutangkis.com- Ambisi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjuarai All England kini mungkin berkali-kali lipat daripada sebelumnya.
Maklum, All England 2022 adalah kali pertama PraMel tampil sebagai pasangan berstatus independen atau profesional. Ini terjadi sejak keduanya tak lagi menjadi bagian dari Pelatnas bulutangkis PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
Mereka terkena degradasi pada Januari lalu. Di sektor ganda campuran, bersama PraMel ada juga Gloria Emanuelle Widjaja yang juga harus keluar dari Pelatnas Cipayung.
Ketiganya kini bernaung di klub lama mereka, PB Djarum, yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah. Sayangnya, Gloria harus lebih cepat menghentikan kiprahnya di All England 2022.
Gloria yang kini berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah ditaklukkan unggulan 4 dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, 19-21, 17-21 pada babak II atau 16 besar, Kamis (17/3).
Sedangkan, PraMel sukses melaju ke perempat final yang dihelat di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Jumat (18/3). Di babak 16 besar, juara All England 2020 ini mendepak wakil Malaysia, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See, 21-16, 21-14.
Di babak 8 besar, PraMel ditantang unggulan 3 dari Tiongkok, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping. Dalam rekor pertemuan, PraMel kalah 2-6. Namun, dua kemenangan itu dicatatkan PraMel di dua benturan terakhir dengan Wang/Huang. Teranyar di perempat final All England 2020 dengan skor 15-21, 21-19, 21-19.
PraMel jelas berambisi menjadi juara lagi di All England. Bahkan, ambisi mereka kini lebih besar. Mereka akan tercatat sebagai ganda campuran non-Pelatnas pertama Indonesia yang berhasil jadi kampiun turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut.
Sejak era Open atau Terbuka All England pada 1980, cuma lima kali ganda campuran Indonesia menjadi juara. Itu pun hanya ditorehkan oleh tiga pasangan: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012, 2013, 2014), Praveen/Debby Susanto (2016), dan Praveen/Melati (2020).
Ketiga ganda tersebut berstatus pemain Pelatnas. Artinya, Praveen/Melati akan menjadi ganda campuran non-Pelatnas pertama Indonesia yang menjuarai All England.
Meski begitu, Praveen/Melati telah menegaskan status pemain pelatnas atau pun profesional tak akan mempengaruhi permainan mereka.
"Kita memang sudah independen sekarang, sekarang kami harus lebih profesional. Yang penting kami membela Indonesia," kata Praveen beberapa waktu lalu.
"Pastinya di setiap pertandingan kami mau membuktikan di mana pun berada, seperti kata Jordan, kita membawa nama Indonesia. Tak ada kaitannya dengan independen sama sekali," ucap Melati menimpali.
Yang pasti, PraMel wajib bekerja keras demi menggapai ambisinya. Sebab, masih ada ganda-ganda hebat yang bakal menjadi lawan mereka bila lolos dari perempat final. Sebut saja, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand/unggulan 1) dan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Tiongkok/2).
Ganda yang disebut terakhir ini berpotensi menjadi lawan PraMel di semifinal, Sabtu (19/3). Zheng/Huang diprediksi bakal mengalahkan ganda Malaysia unggulan 7, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, di perempat final.
(Indra)
Sumber foto: BWF, Badminton Photo