Malaysia Masters 2019: Tunggal Putri Sisakan Fitriani
Kamis, 17 Januari 2019 07:23:54
Majalahbulutangkis.com- Fitriani menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang mampu melewati babak pertama di ajang bulutangkis Malaysia Masters 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Di babak pertama turnamen BWF World Tour Super 500 berhadiah total 300.000 dolar, Rabu (16/1), Fitriani cukup beruntung karena menghadapi rekan sendiri Yulia Yosephin Susanto yang lolos dari kualifikasi. Fitriani pun mampu mengatasi pemain non Pelatnas tersebut dua game langsung 21-16, 21-18.
Di laga babak kedua Kamis (17/1), Fitriani akan menghadapi pemain muda Tiongkok, He Bingjiao. Pemain kidal unggulan kelima ini di babak pertama sukses mengatasi Busanan Ongbamrungphan 21-15, 21-15.
Sayangnya langkah Fitriani tak diikuti tiga pemain Indonesia lainnya, masing-masing Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, serta Lianny Alessandra Mainaky.
Di babak pertama Gregoria masih harus mengakui keunggulan Ratchanok Intanon (Thailand). Ia kalah 15-21 dan 16-21 dalam durasi 39 menit. Pertandingan ini merupakan kali ketiga Gregoria dengan Ratchanok. Sebelumnya di Blibli Indonesia Open 2018 dan Japan Open 2018, Gregoria juga kalah dari pemain nomor delapan dunia ini.
“Sebelum main saya sudah mengantisipasi kelebihan dia. Saya juga nonton pertandingan terakhir dia untuk mempelajari. Saya juga sudah diingatkan untuk siap capek oleh pelatih. Cuma dia lebih konsisten sementara saya masih suka lepas-lepas. Ketika lawan merubah pola saya kurang bisa cepat antisipasi. Saya sudah mencoba yang terbaik, tapi mungkin permainan saya belum keluar semua,” kata Gregoria.
Di awal game pertama, Gregoria sempat di atas angin setelah memimpin jalannya pertandingan dengan skor 7-3. Namun menyentuh angka 8-8, Gregoria justru balik tertinggal jauh menjadi 10-19 dan kalah 15-21.
Masuk ke game dua, Gregoria mencoba kembali mengeluarkan taringnya dengan keunggulan 6-0. Sayang tunggal putri besutan klub Mutiara Bandung ini masih belum bisa konsisten untuk terus unggul. Ia balik tertinggal menjadi 9-13, 14-19, hingga akhirnya kalah 16-21.
“Kelebihan dia yang paling kelihatan adalah penempatan bola dan ngaturnya dia di lapangan. Jadi tiga kali ketemu, dia selalu bisa mengontrol permainan saya. Saya jadi lebih ketekan lawan. Evaluasinya mungkin ada di pengembalian bola saya yang masih enak buat dia terima. Sebenarnya masalah kecepatan dia tidak terlalu cepat seperti Carolina Marin. Tapi dia mengatur bola dan akurasinya memang bagus. Saya masih kewalahan mengikuti polanya dia,” jelas Gregoria lagi.
Sementara di laga lain, Ruselli yang lolos dari kualifikasi dihentikan oleh Yip Pui Yin (Hong Kong) 21-19, 18-21, 17-21. Begitu pula Lianny kandas di tangan Line Hojmark Kjaerfeld (Denmark) 9-21, 15-21. (MB-02)