Viktor Axelsen Habiskan 10 Tahun Sebelum Juara di Istora
Senin, 20 Juni 2022 11:16:54
Majalahbulutangkis.com- Viktor Axelsen dan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong membawa pulang dua gelar juara dari dua turnamen besar 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Tunggal putra Denmark dan ganda campuran Tiongkok itu menjuarai Indonesia Masters Super 500 dan Indonesia Open Super 1000 yang digelar secara back-to-back alias berurutan dalam dua pekan.
Namun, ada makna juara berbeda bagi Viktor dan Zheng/Huang di Istora Senayan. Zheng/Huang tercatat total sudah enam kali berada di podium tertinggi stadion bulutangkis yang pernah mengalami renovasi pada 2017 tersebut. Empat kali adalah gelar di Indonesia Masters, yakni pada 2018, 2019, 2020, dan 2022. Dua kali berupa gelar di Indonesia Open pada 2019 dan 2022.
Viktor sudah merangkai satu gelar Indonesia Masters dan dua gelar Indonesia Open. Namun, salah satu gelar juara Indonesia Open yang diraih pemain berusia 28 tahun itu terjadi bukan di Istora Senayan, tapi di Bali International Convention Center, Nusa Dua Bali, Bali, pada 2021. Akibat pandemi Covid-19 yang merebak di Jakarta, Indonesia Open di tahun itu tak bisa dilakukan di Istora Senayan.
Artinya, baru pada 2022 Viktor mampu pecah telur juara di Istora Senayan. Tak pelak, pemain kelahiran Odense ini begitu girang setelah memastikan diri merebut gelar juara, bahkan dua buah sekaligus, Indonesia Masters dan Indonesia Open.
Di final Indonesia Masters, Viktor menaklukkan Chou Tien Chen dari Taiwan, 21-10, 21-12, Minggu (12/6). Tepat satu pekan kemudian, di final Indonesia Open, pemain berpostur 194 cm itu menghajar wakil Tiongkok, Zhao Jun Peng, 21-9, 21-10.
"Pertama-tama kemenangan ini sangat berarti bagi saya, terlebih lagi bermain di venue legendaris Istora Senayan. Ini merupakan mimpi saya memenangi turnamen di sini," kata Viktor seusai menjuarai Indonesia Open.
Wajar, Viktor begitu bangga bisa berada di podium tertinggi stadion yang dibangun pada 1960 tersebut. Maklum saja, ia menghabiskan waktu 10 tahun mencoba dan mencoba sebelum akhirnya bisa juara pada 2022.
Viktor pertama kali merasakan karpet lapangan Istora Senayan yang sejak 2018 berkapasitas 7.166 kursi itu pada Indonesia Open 2012. Ketika itu, ia langsung tersingkir di babak I karena kalah dari pemain India, Ajay Jayaram, 16-21, 14-21.
Pada Indonesia Open 2018, Viktor pernah nyaris memecahkan telur gelar juara di Istora Senayan. Apesnya, meski menjadi unggulan pertama dan menduduki peringkat 1 dunia, Viktor takluk di final kontra pemain Jepang Kento Momota, yang saat itu berstatus non-unggulan dan berperingkat 8 dunia, 14-21, 9-21, dengan durasi cuma 38 menit.
Meski demikian, Viktor bukanlah tunggal putra pertama Denmark yang menjadi juara di Istora Senayan. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan World Championships Glasgow 2017 ini hanya berada di urutan ketiga.
Senior Viktor di timnas Denmark, Jan Ostergaard Jorgensen, jadi tunggal putra pertama Negara Skandinavia itu yang mampu bermahkota juara di Istora Senayan. Momennya ketika ia menjuarai Indonesia Open 2014 dengan menaklukkan Kenichi Tago dari Jepang di final.
Yang kedua adalah Anders Antonsen. Yunior Viktor di timnas Denmark ini menjadi kampiun Indonesia Masters 2019 seusai menggebuk Momota di partai puncak.
RAPOR VIKTOR AXELSEN DI ISTORA GELORA BUNG KARNO
INDONESIA OPEN
2012 (non-unggulan): babak I vs Ajay Jayaram (India) 16-21, 14-21
2013 (non-unggulan): babak I vs Boonsak Ponsana (Thailand) 1-2 (retired)
2014 (non-unggulan): babak II vs Chen Yue Kun (Tiongkok) 17-21, 21-11, 18-21
2015 (non-unggulan): babak I vs Hu Yun (Tiongkok) 13-21, 16-21
2016 (unggulan 4, rangking 4 BWF): babak I vs Huang Yu Xiang (Tiongkok) 21-16, 16-21, 4-8 (retired)
2018 (unggulan 1, rangking 1 BWF): final vs Kento Momota (Jepang) 14-21, 9-21
2019 (unggulan 3, rangking 5 BWF): mundur karena cedera kaki
2020: tak digelar karena pandemi Covid-19
2022 (unggulan 1, rangking 1 BWF): juara vs Zhao Jun Peng (Tiongkok) 21-9, 21-10
*Istora direnovasi -- digelar di Jakarta Convention Center
2017 (unggulan 3, rangking 2 BWF): babak I vs Emil Holst (Denmark) 12-21, 12-21, 17-21
*Pandemi Covid-19 -- digelar di Bali International Convention Center
2021 (unggulan 2, ranking 2 BWF): juara vs Loh Kean Yew (Singapura) 21-13, 9-21, 21-13
INDONESIA MASTERS
2018 (unggulan 1, rangking 1 BWF): babak II vs Kazumasa Sakai (Jepang) 20-22, 7-11 (retired)
2019 (unggulan 6, rangking 6 BWF): semifinal vs Kento Momota (Jepang) 15-21, 4-21
2020 (unggulan 5, rangking 4 BWF): semifinal vs Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 20-22, 11-21
2022 (unggulan 1, ranking 1 BWF): juara vs Chou Tien Chen (Taiwan) 21-10, 21-12
*Pandemi Covid-19 -- digelar di Bali International Convention Center
2021 (unggulan 2, rangking 2 BWF): babak II vs Prannoy H.S. (India) 21-14, 19-21, 16-21
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI
Baca Juga
- Djarum Superliga 2019: Putra Djarum Hadapi Berkat Abadi Di Semifinal
- Daihatsu Indonesia Masters 2020: Tontowi/Apriyani Awali Debut Di Istora
- [Swiss Open 2022] Jojo Waspadai Ini Dari Toma Junior Popov
- Macau Open Grand Prix Gold 2017 Wahyu/Ade Melesat Ke Final
- Daihatsu Indonesia Masters 2020: Indonesia Rebut Tiga Gelar