Yuta/Arisa Korban Rivalitas Zheng/Huang vs Bass/Popor
Rabu, 22 Juni 2022 10:24:03
Majalahabulutangkis.com- Persaingan di sektor ganda campuran dunia secara sepintas bisa dibilang sangat ketat. Namun, sepertinya faktanya tak demikian. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong terbukti sangat dominan di sektor tersebut.
Ini bisa dilihat dari koleksi gelar juara ganda Tiongkok itu. Total 32 gelar sudah mereka raih sejak berpasangan pada November 2017. Bahkan, di musim 2022 ini, mereka telah mengepak empat gelar juara yang diraih secara beruntun.
Dua yang teranyar adalah mahkota juara di Indonesia Masters Super 500 dan Indonesia Open Super 1000, yang mereka juarai secara berurutan pada 12 dan 19 Juni. Sebelumnya, mereka menjuarai Badminton Asia Championships pada 1 Mei dan Thailand Open Super 500 pada 22 Mei.
Itu menjadi gelar keempat mereka di Indonesia Masters dan kedua di Indonesia Open. Tahun ini jadi kali kedua Zheng/Huang mengawinkan gelar Indonesia Masters dan Indonesia Open. Sebelumnya, itu mereka lakukan pada 2019 juga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
"Rasanya sangat senang bisa menjadi juara dua kali di Jakarta. Selepas juara ini, saya mau recovery dahulu seusai menjalani pertandingan ketat di Indonesia. Setelah itu, saya baru mau fokus untuk mengikuti pertandingan berikutnya," kata Zheng dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, beberapa waktu lalu.
"Kepercayaan diri kami meningkat setelah menjadi juara dua kali di Jakarta," ujar Huang menimpali.
Dua gelar juara di Indonesia terbukti sangat penting buat Zheng/Huang. Ya, berkat kedua hasil prestisius tersebut, mereka berhasil merebut kembali posisi ranking 1 dunia di sektor ganda campuran dari tangan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ini berdasarkan rilis terbaru peringkat dunia oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Selasa (21/6).
Ganda yang akrab disapa Bass/Popor ini sempat melengserkan Zheng/Huang dari posisi teratas pada 7 Desember 2021. Ini pasca ganda nomor 1 Thailand itu menjuarai BWF World Tour Finals 2021 dengan mengalahkan ganda Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.
Menariknya, Yuta/Arisa seolah menjadi korban rivalitas tinggi Zheng/Huang verus Bass/Popor. Bagaimana tidak? Zheng/Huang merebut peringkat 1 dunia dari Bass/Popor pun setelah mengalahkan Yuta/Arisa di final Indonesia Open 2022.
Lebih menarik lagi, Indonesia sepertinya juga terlibat dalam persaingan Bass/Popor dan Zheng/Huang. Bass/Popor meraih takhta juara BWF World Tour Finals 2021 di Bali International Convention Center, Bali, pada 5 Desember 2021. Sementara, Zheng/Huang menjuarai Indonesia Open 2022 di Istora Senayan pada 19 Juni 2022.
Namun, Bass/Popor tak bisa merasakan nikmatnya menjadi peringkat 1 dunia ganda campuran untuk waktu lama. Terhitung hanya 28 pekan mereka berada di sana, yakni sejak 7 Desember 2021 sampai 20 Juni 2022. Zheng/Huang merebutnya lagi pada 21 Juni 2022.
Sebelum dilengserkan Bass/Popor pada 7 Desember 2021, Zheng/Huang tercatat bertengger di posisi nomor 1 dunia selama 131 pekan atau sejak 7 Agustus 2018. Tepatnya setelah mereka menjuarai BWF World Championships dengan mengalahkan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, yang sebelum itu berstatus nomor 1 dunia, di final pada 5 Agustus 2018.
Dilengserkannya Zheng/Huang oleh Bass/Popor pada akhir tahun lalu lebih disebabkan karena Zheng/Huang sangat minim bertanding di kancah internasional akibat pandemi Covid-19. Mayoritas pemain top Tiongkok juga mengalami hal serupa.
Zheng/Huang tercatat hanya turun di lima turnamen pada kurun 2020-2021, yakni Malaysia Masters 2020 (juara), Indonesia Masters 2020 (juara), All England Open 2020 (babak 16 besar), Olimpiade Tokyo 2020 (yang digelar pada 2021 meraih perak), dan BWF World Championships 2021 (tersingkir di babak awal).
Bandingkan dengan Bass/Popor yang total bermain di 15 turnamen dalam kurun waktu yang sama. Malah, pada musim 2021, mereka tampil di 12 turnamen dengan menjuarai delapan di antaranya.
Ironisnya, pada 2022 ini, Bass/Popor tak bermain setrengginas tahun lalu. Dari lima turnamen yang telah diikuti, mereka hanya juara di German Open Super 300. Mereka merangsek hingga semifinal All England Open Super 1000 dan menjadi runner-up Thailand Open Super 500. Mirisnya, Bass/Popor langsung tersingkir di babak 32 besar Indonesia Masters dan Indonesia Open.
Dengan rentetan hasil kurang memuaskan itu sangat wajar Bass/Popor kembali dilengserkan Zheng/Huang dari peringkat 1 dunia.
(Indra)
Sumber foto: BWF