Tim Uber Indonesia Kandas di Tangan Tiongkok
Kamis, 12 Mei 2022 12:11:41

Majalahbulutangkis.com- Harapan melihat tim Piala Uber Indonesia melangkah lebih jauh tak terwujud. Komang Ayu Cahya Dewi dan kawan-kawan gagal melewati fase perempat final yang dihelat di Impact Arena, Bangkok, Kamis (12/5).
Tim Piala Uber Indonesia tak berdaya di hadapan salah satu raksasa bulutangkis dunia, Tiongkok. Bermaterikan pemain-pemain muda, tim Uber 'Merah Putih' takluk 0-3 langsung.
Komang yang awalnya diharapkan bisa memberi kejutan sebagai tunggal pertama bertekuk lutut di hadapan Chen Yu Fei. Tunggal pertama Tiongkok berperingkat 3 dunia ini menghajar pemain Indonesia berusia 19 tahun itu 21-12, 21-11.
Komang mengakui kalah dari segala sisi dari Chen Yu Fei. Namun, kekalahan ini menjadi pelajaran penting untuknya.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ke mana bola sudah saya kejar, tapi tak mudah. Permainan Chen Yu Fei rapi sekali. Tak ada celahnya untuk diserang. Sepanjang pertandingan, saya dikontrol habis. Tak ada kesempatan sekali pun untuk bisa mengontrol permainannya," kata Komang dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apa dibanding dirinya. Untuk bisa sepertinya, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras.
"Pengalaman itu tak bisa bohong. Ia bisa bermain sempurna dan tak ada boros-borosnya dengan membuang angka. Permainannya, beda dengan Akane Yamaguchi yang pernah saya hadapi di Badminton Asia Championships (BAC) lalu. Saya masih bisa mengontrol permainan Akane. Lawan Chen Yu Fei, tak ada kesempatan sama sekali. Pelajaran penting yang saya dapatkan dari Chen Yu Fei, saya harus lebih tenang, tahan, tak buru-buru, sabar dan harus rapi dalam bermain."
Tiongkok memimpin 2-0 melalui kemenangan peringkat 1 dunia Chen Qing Chen/Jia Yi Fan atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, 21-19, 21-16. Pasangan Indonesia mengklaim sudah mengeluarkan seluruh kemampuan mereka untuk mengalahkan peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
"Hari ini saya bisa bermain baik dan maksimal. Seluruh kemampuan yang dimiliki, sudah bisa dikeluarkan semua. Cuma, sayang kita belum berhasil menyumbangkan angka untuk Indonesia. Lawan memang kuat. Mereka bermain rapi. Sebagai peraih medali perak Olimpiade, permainan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan memang solid," ungkap Ana.
"Saya sebenarnya sudah main lepas dan tanpa beban. Kita enjoy saja lawan mereka. Sudah mengeluarkan yang dimiliki, tapi belum mampu menyumbangkan angka. Chen Qing Chen itu di tengah lapangan mainnya cuek dan ada tengilnya juga. Meski begitu, performanya tetap bagus. Performanya konsisten," ujar Amalia menimpali.
Tiongkok menyempurnakan kemenangan 3-0 atas Indonesia melalui He Bing Jiao. Peringkat 9 dunia ini menjinakkan perlawanan sengit Bilqis Prasista, yang sempat mengejutkan dengan mengalahkan peringkat 1 dunia, Akane Yamaguchi, di partai terakhir fase grup, Rabu (11/5).
Bilqis sempat memberikan harapan dengan memenangi game pertama 21-19. Namun, di dua game berikutnya, Bilqis harus mengakui kehebatan He Bing Jiao, 18-21, 7-21.
Kendati gagal melaju ke semifinal, perjuangan Komang dan kawan-kawan layak diapresiasi tinggi. Mereka bermain hebat meski harus berhadapan pemain-pemain top dunia. Dengan menapak perempat final, barisan pemain putri belia ini menyamai capaian tim Piala Uber Indonesia tahun lalu.
Di semifinal, Tiongkok menunggu pemenang perempat final antara Thailand versus India.
TIM PIALA UBER INDONESIA VS TIONGKOK (0-3)
Komang Ayu Cahya Dewi vs Chen Yu Fei 12-21, 11-21
Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 19-21, 16-21
Bilqis Prasista vs He Bing Jiao 21-19, 18-21, 7-21
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI