Tanpa Wakil Indonesia di Final Denmark Open

Minggu, 24 Oktober 2021 16:04:15

 

Majalahbulutangkis.com- Kubu Indonesia harus menerima kenyataan pahit pulang tanpa satu pun gelar juara dari ajang bulutangkis Victor Denmark Open 2021 Super 1000 di Odense Sport Park, Odense, Denmark.

Kegagalan Indonesia di ajang bulutangkis berhadiah total 850.000 dolar AS ini terjadi setelah tidak ada satu pun wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final. Dua harapan terakhir Tommy Sugiarto di nomor tunggal putra dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran gagal memenuhi harapan setelah kandas di semifinal.

Praveen/Melati yang tampil lebih dulu gagal mengatasi pasangan andalan Thailand, Dechapol Puaparanukroh/Sapsiree Taeranatachai. Praveen/Melati yang menempati unggulan ketiga dipaksa menyerah melawan unggulan kedua itu dalam laga tiga game 21-16, 17-21, 20-22.

"Praveen/Melati terlalu mengikuti pola permainan lawan. Pola mainnya panjang-panjang. Seharusnya lebih berani bermain dengan bola-bola kecil di depan net, karena secara kualitas seharusnya Melati lebih unggul di depan. Selain itu, variasi serangan Praveen yang biasa melontarkan smash mematikan yang dikombinasikan dengan permainan net, tadi cuma beberapa kali keluar. Terus Praveen juga tidak berani melakukan servis colong karena dia takut di-fault wasit. Memang kalahnya agak nyesek, kurang hoki. Tetapi secara permainan mereka terbawa pola permainan lawan yang bermain panjang- panjang ke belakang," ujar Pelatih Ganda Campuran, Nova Widianto.

Sementara Tommy yang tampil di partai terakhir tak mampu berbuat banyak menghadapi unggulan teratas sekaligus peringkat 1 dunia Kento Momota yang mengalahkannya dua game langsung 7-21, 12-21.

Menurut Aryono Miranat, Tim Manajer Denmark Terbuka, para pemain yang usai tampil di ajang perebutan Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas - Uber di Denmark, banyak yang mengalami kelelahan, sehingga permainannya tidak bisa tampil maksimal di turnamen Denmark Terbuka ini.

"Tenaga dan stamina tidak cukup untuk kembali tampil maksimal di Denmark Terbuka yang juga melibatkan pemain top dunia. Bahkan ada beberapa pemain mengalami cedera dan tidak mampu meneruskan pertandingan. Pemain seperti Anthony Ginting dan Jonatan Christie mengalami cedera yang sebenarnya didapat saat tampil di Piala Thomas sebelumnya. Mereka ngotot dan tampil habis-habisan di Piala Thomas karena motivasi untuk juara begitu besar, mengalahkan rasa sakitnya. Sedang para pemain pelapis yang baru merasakan bisa bermain di turnamen super 1000, beberapa ada yang menunjukkan permainan yang baik. Hanya saja, faktor pengalaman bertanding yang masih kurang, mereka pada poin-poin akhir sering terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Mereka kurang tenang. Ini memang berhubungan erat dengan jam terbang pengalaman," papar Aryono.

Walaupun kalah, hal tersebut tetap ada sisi positifnya bagi mereka untuk bisa menambah jam terbang dan pengalaman karena kalahnya oleh pemain-pemain top level dunia. Selain itu, ada juga pemain yang dari segi permainannya di tengah lapangan, kurang berkembang. Mereka pun harus mengakui keunggulan lawan. Khusus pemain-pemain yang kurang bermain optimal ini, masing- masing pelatih yang akan mengevaluasi setiap sektornya. (MB-01)