Syukurlah! Yeremia tak Perlu Jalani Operasi
Sabtu, 18 Juni 2022 19:40:27
Majalahbulutangkis.com- Cedera menjadi mimpi buruk bagi semua atlet apa pun cabang olahraganya. Terlebih jika cedera itu sampai harus menjalani operasi untuk penyembuhannya.
Sejumlah pebulutangkis top dunia pernah terpaksa harus dioperasi demi menyembuhkan cedera serius mereka. Beberapa dari mereka ada yang berhasil kembali ke performa terbaik seperti sebelum operasi. Ada juga yang mesti berjuang ekstra keras dulu sebelum bisa mengembalikan kemampuan terbaiknya.
Namun, ada juga atlet-atlet yang gagal sama sekali mencapai performa top mereka. Ini hal yang paling ditakuti. So, syukurlah ternyata Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan tak harus sampai menjalani tindakan operasi sama sekali untuk menyembuhkan cedera lututnya.
Cedera itu mendera Yere ketika ia berpasangan dengan Pramudya Kusumawardana bentrok ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada perempat final Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6).
Momen cedera Yere terbilang tragis karena pasangan Indonesia ini tengah memimpin dengan match point 20-17 di game ketiga ketika cedera itu mendera pemain kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1999, tersebut.
Yere langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro. Hasil tes magnetic resonance imaging (MRI) mengonfirmasi Yere menderita cedera lutut. Menurut dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS., Sp.KO, Yere tak perlu dioperasi. Namun, sang pemain harus menjalani terapi yang membuatnya menepi tiga hingga enam bulan ke depan.
"Saya sudah memeriksa kondisi Yeremia dan kami sepakat untuk mengambil tindakan terapi untuk cedera lutut kirinya dan tak perlu tindakan operasi," kata Grace dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (18/6) sore WIB.
"Nantinya akan ada beberapa tes untuk Yeremia dan tindakan lebih lanjut yang harus kami lakukan untuk menentukan prognosis lebih lanjut.
"Setelah diskusi dengan Prof. dr. Nicolaas C. Budhiparma, PhD. SpOT (K), FICS yang merupakan dokter spesialis orthopedi, Yeremia kemungkinan absen tiga hingga enam bulan, tergantung proses penyembuhannya. Dalam kasus Yeremia akan kami lihat dahulu kasus cederanya seperti apa."
Grace menjelaskan cedera Yere akibat sedikit gerakan yang bersifat memutar secara cepat dan tak heran langsung mengalami sedikit masalah di bagian lututnya. Saat ini, tim dokter dan psikolog PBSI terus bekerja sama untuk memastikan kejadian tak menimbulkan trauma berkepanjangan baik untuk atlet yang cedera atau pun pasangannya.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI