[Swiss Open 2022] Basel Jadi Kota Keberuntungan buat FajRi

Minggu, 27 Maret 2022 22:36:32

 

Majalahbulutangkis.com- Ganda putra semakin membuktikan sebagai sektor yang paling bisa diandalkan Indonesia untuk meraih gelar juara. Setelah pekan lalu, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai All England 2022, giliran Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi kampiun di Swiss Open 2022, Minggu (27/3). 

Di final, FajRi menghancurkan unggulan kedelapan dari Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan straight game, 21-18, 21-19. Rian mengungkapkan bahwa kemenangan atas Goh/Nur tak lepas dari tepatnya strategi yang mereka terapkan. 

Cara main Goh/Nur benar-benar dipelajari. Terutama setelah mereka mengalahkan dua wakil Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di perempat final dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di semifinal. 

"Kita belajar dari pertandingan terakhir melawan mereka dan pelatih juga memberi gambaran karena sebelumnya lawan dua kali mengalahkan rekan kami. Jadi kita sudah ada gambaran pola apa yang harus diterapkan. Kuncinya bermain tenang dan fokus," kata Rian dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

Namun, yang menarik di balik gelar juara FajRi adalah Kota Basel, Swiss. Ya, kota yang terletak di wilayah Barat Laut Swiss ini sepertinya kerap memberikan cerita indah dan keberuntungan kepada peringkat 9 dunia tersebut. 

Pasalnya, FajRi merengkuh juara Swiss Open 2022 di St, Jakobshalle, Basel. Tiga tahun lalu, mereka juga meraih gelar yang sama juga di kota yang sama. Masih pada 2019 dan juga di Basel, FajRi meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia. 

"Alhamdulillah bersyukur dan bangga akhirnya bisa juara lagi (di sini). Yang pasti tak mau berpikir jauh, fokus step by step saja. Setelah juara di sini pun statusnya bukan juara lagi. Jadi harus tetap kerja keras," ucap Rian.

"Intinya kita selalu bersyukur, apapun keadaannya. Jika lagi di bawah, kita harus tahu bagaimana caranya untuk bangkit. Semoga di turnamen berikutnya bisa jauh lebih baik," ujar Fajar menimpali.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI