Selamat Jalan Verawaty Fadjrin

Senin, 22 Nov 2021 05:37:03

 

Majalahbulutangkis.com- Dunia bulutangkis Indonesia berduka setelah legenda tunggal putri Verawaty Fadjrin berpulang ke Rahmatullah pada hari Minggu pagi, 21 November 2021. Almarhumah wafat di RS Dharmais setelah selama setahun bertarung melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak setahun terakhir.

Hingga menutup mata, almarhumah meninggalkan suami, Fadjriansyah Bidoein serta seorang anak Fidyandini dan dua cucu. Jenazah almarhumah dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu siang, diberangkatkan dari rumah duka, Kavling DKI Cipayung, Jl. Durian Blok T 1 No 23 RT 01 / 08, Cipayung, Jakarta Timur. Sebelumnya disalatkan di Masjid Al Islam, kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Semasa berkarir di bulutangkis Verawaty Fajrin merupakan pemain putri dengan gelar terlengkap di masanya. Turnamen bergengsi seperti Kejuaraan Dunia, All England, Indonesia Terbuka, Asian Games dan SEA Games berhasil dijuarainya. Pemain kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 ini, tidak hanya meraih juara dalam satu sektor, namun sekaligus tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran.

Pemain yang lebih kental dengan forehand service walaupun ketika bermain ganda ini, adalah anak dari pasangan Gani Wihardjo dan Elsyewati Mualmi. Ia mulai bermain di daerah dekat rumahnya di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Verawaty mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya dalam menekuni karir bulutangkis. Ia mempunyai nama kecil Verawaty Wiharjo yang kemudian berganti menjadi Verawaty Fajrin ketika memeluk agama Islam tahun 1979. Nama belakang Fajrin diambil dari nama suaminya, Fajrin Biduin Aham.

Prestasi Verawaty mulai dikenal setelah menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 1976 di Medan. Prestasinya berlanjut dengan meraih medali emas PON 1977 di Jakarta setelah mengalahkan Tati Sumirah di partai final. Tati merupakan peraih emas di PON sebelumnya tahun 1973. Setahun kemudian, Verawaty mempertahankan gelar juara Kejurnas 1978 yang berlangsung di Semarang.

Raihan medali emas Asian Games 1978 di Bangkok, menjadi salah satu prestasi yang berkesan bagi Verawaty. Ia yang berpasangan dengan Imelda Wiguna berhasil meraih medali emas ganda putri setelah mengalahkan pasangan China yang cukup ditakuti Chen Hui Ming/Chiu Yu Fang. Verawaty meraih prestasi tersebut dalam kondisi tubuh yang tidak fit karena flu. Ia bahkan tidak diturunkan di pertandingan beregu dan tunggal putri.

Sebelumnya pasangan Verawaty/Imelda sudah meraih juara Denmark Terbuka tahun 1977. Kemudian, tahun 1979 pasangan ini mampu merebut gelar bergengsi lainnya All England. Di babak final, pasangan ini mengalahkan pasangan Jepang Yoshiko Yonekura/Atsuko Tokuda dengan rubber game, 15-3, 12-15 dan 15-5. Namun sayang, Verawaty/Imelda harus puas sebagai runner up di Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Jakarta tahun 1980. Mereka justru kalah dari pasangan Inggris Nora Perry/Jane Webster dengan, 12-15 dan 4-15.

Namun kebanggaan lain berhasil dipersembahkan Verawaty di Kejuaraan Dunia 1980 tersebut. Ia merebut gelar juara dunia di nomor tunggal putri yang saat itu sulit dijuarai oleh pemain Indonesia. Lebih membangggakan lagi, ia menciptakan all Indonesia final bersama Ivana Lie. Verawaty berhasil mengalahkan rekannya itu dengan skor, 11-1 dan 11-3. Prestasi Verawaty lainnya ditunggal putri yaitu menjuarai turnamen Indonesia Terbuka tahun 1982.

Diajang Indonesia Terbuka, Verawaty tercatat empat kali menjadi juara. Selain juara tunggal putri 1982, ia merebut juara ganda putri tahun 1986 berpasangan dengan Ivana Lie, ganda putri 1987 berpasangan dengan Yanti Kusmiati dan ganda campuran 1989 berpasangan dengan Eddy Hartono.

Sejumlah gelar mentereng diraihnya di nomor ganda campuran bersama Eddy Hartono, antara lain juara Invitasi Piala Dunia 1986, Malaysia Terbuka 1988 dan Grand Prix Final 1989. Ia bersama Eddy Hartono merupakan salah satu pahlawan penyumbang poin bagi Indonesia ketika merebut Piala Sudirman 1989. Saat itu, Indonesia berhadapan dengan Korea sempat tertinggal terlebih dahulu 0-2 setelah Eddy Hartono/Gunawan kalah dari Park Jo Bong/Kim Mon Soo, 9-15, 15-8 dan 13-15 dan Verawaty/Yanti Kusmiati kalah dari Hwang Hye Young/Chung Myung Hee, 12-15 dan 6-15. Namun keadaan berbalik setelah Susy Susanti mengalahkan Lee Young Suk, 10-12-10 dan 11-0. Dilanjutkan Eddy Kurniawan yang mengalahkan Han Kok Sung, 15-4 dan 15-3. Verawaty bersama Eddy Hartono menyumbang poin kemenangan, setelah menungguli Park Joo Bong/Chung Myung Hee, 18-13 dan 15-3.

Verawaty cukup lama berada di pentas bulutangkis nasional, dari era 70-an hingga awal era 90-an. Sebelum gantung raket tahun 1990, Verawaty masih ikut kontingen Indonesia di Asian Games yang berlangsung di Beijing. Ia menyumbang perak dari beregu putri dan ganda campuran bersama Eddy Hartono serta perunggu ganda putri bersama Lili Tampi. Selepas pensiun, ia bekerja di Departemen Agama disamping melatih di Sekolah Khusus Olahraga, SMA Ragunan. Ia juga sempat menjadi pelatih Pelatnas PBSI untuk menangani para pemain tunggal putri. (Daryadi)

Profil
Nama             : Verawaty Fajrin
Kelahiran        : Jakarta, 1 Oktober 1957
Nama Ayah    : Gani Wihardjo
Nama Ibu       : Elsyewati Mualmi
Nama Suami  : Fajrin Biduin Aham

Prestasi :
Tunggal Putri            
Juara Kejuaraan Dunia 1980    
Juara Indonesia Terbuka 1982    
            
Ganda Putri    
Juara Denmark Terbuka 1977 (/Imelda Wiguna)
Medali emas Asian Games 1978 (/Imelda Wiguna)
Medali emas SEA Games 1979 (/Imelda Wiguna)
Juara Kanada Terbuka 1979 (/Imelda Wiguna)
Juara All England 1979 (/Imelda Wiguna)
Runner up Kejuaraan Dunia 1980 (/Imelda Wiguna)
Medali emas SEA Games 1981 (/Ruth Damayanti)
Juara China Terbuka 1986 (/Ivana Lie)
Medali emas SEA Games 1981 (/Rosiana Tendean)
Juara Indonesia Terbuka 1986 (/Ivana Lie)
Juara Indonesia Terbuka (1988/Yanti Kusmiati)
Juara Kejuaraan Asia (1988/Yanti Kusmiati)
            
Ganda Campuran            
Juara Invitasi Piala Dunia 1986 (/Eddy Hartono)
Juara Malaysia Terbuka 1988 (/Bobby Ertanto)
Juara Malaysia Terbuka 1988 (/Eddy Hartono)
Juara Grand Frix Final 1989 (/Eddy Hartono)
Juara Indonesia Terbuka 1989 (/Eddy Hartono)
Medali emas SEA Games 1989 (/Eddy Hartono)