SEA Games 2021: Tunggal Thailand Ancaman Terbesar Putri KW cs
Selasa, 17 Mei 2022 16:22:58

Majalahbulutangkis.com- Dalam format pertandingan olahraga, semakin jauh kita melangkah, ada potensi semakin sulit lawan yang kita hadapi. Ini juga yang terjadi pada tim putri Indonesia di nomor beregu putri cabang olahraga bulutangkis SEA Games XXXI 2021 di Vietnam.
Setelah mendapatkan bye pada perempat final, Putri Kusuma Wardani (KW) dan kawan-kawan yang diunggulkan di tempat kedua, dipertemukan tuan rumah di semifinal, Selasa (17/5).
Barisan Srikandi 'Merah Putih' bermain apik sehingga menang 3-1 dan memastikan diri ke final di Bac Giang Gymnasium, Rabu (18/5). Putri KW, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto masing-masing menyumbang satu angka. Hanya Gregoria Mariska Tunjung, yang bermain sebagai tunggal pertama, yang menderita kekalahan.
Apa pun, ini pertama kalinya tim putri Indonesia ke final SEA Games setelah kali terakhir terjadi pada 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Apesnya, di partai puncak yang memperebutkan medali emas ini, Putri KW dan kolega ditakdirkan berhadapan dengan unggulan pertama, Thailand. Pornpawee Chochuwong cs melibas 3-0 Singapura di semifinal.
Tak bisa dipungkiri, kualitas pemain-pemain Thailand berada sedikit di atas Indonesia di kategori putri. Namun, Rionny Mainaky mengklaim dari sisi ganda, Indonesia berpotensi bisa menyaingi Thailand. Sayangnya, di sektor tunggal, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI itu tak bisa menjamin hal yang sama.
Di samping Pornpawee yang berperingkat 10 dunia, Thailand juga diperkuat Phittayaporn Chaiwan (21 dunia) dan Supanida Katethong (26 dunia). Ketiga tunggal putri Indonesia berada di bawah mereka, yakni Grego (30 dunia), Putri KW (51 dunia), dan Stephanie Widjaja (217 dunia).
"Secara garis besar, penampilan anak-anak putri cukup bagus (melawan Vietnam). Hanya ada beberapa yang harus dievaluasi. Khusus Gregoria, tadi mungkin ada tegang karena tampil pertama kali," kata Rionny dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Untuk besok di final kami bertemu Thailand. Dari skuad mereka memang harus diakui agar di atas terutama di nomor tunggal. Tapi, kami akan tampil mati-matian," tambahnya.
Eng Hian sedikit lebih berhati-hati menilai kualitas dua ganda putri anyar PBSI. Pelatih ganda putri ini bahkan belum bisa mengevaluasi permainan Apri/Siti Fadia dan Febby/Ribka saat kontra Vietnam.
"karena lawan levelnya masih di bawah, belum banyak yang dapat dievaluasi dari pemainan Apri/Fadia dan Ribka/Febby. Saya lebih menyiapkan kondisi mereka untuk pertandingan final melawan Thailand besok," ujar pelatih yang akrab disapa Didi tersebut.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI