SEA Games 2021: Tim Putra Indonesia Harus Puas dengan Medali Perunggu

Selasa, 17 Mei 2022 19:43:48

 

Majalahbulutangkis.com- Tim putra Indonesia gagal menjaga tradisi medali emas SEA Games yang sudah berlangsung dalam enam edisi terakhir atau sejak 2007, minus 2013 saat SEA Games tak diselenggarakan. 

Hasil minor ini diderita Christian Adinata dan kawan-kawan akibat kekalahan 2-3 dari tim Thailand pada semifinal beregu putra cabang olahraga bulutangkis SEA Games XXXI 2021 di Bac Giang Gymnasium, Bac Giang, Vietnam, Selasa (17/5). Tim putra 'Merah Putih' harus puas hanya dengan membawa pulang medali perunggu. 

Dua tunggal pertama Indonesia harus mengakui keunggulan lawan masing-masing. Chico Aura Dwi Wardoyo tak berdaya menghadapi tunggal terbaik Thailand, Kunlavut Vitidsarn, sehingga menyerah 14-21, 14-21. 

Sebagai tunggal pertama, Chico, yang berperingkat 44 dunia, mengakui kualitas sang lawan yang berperingkat 18 dunia berada di atasnya. Kunlavut bahkan tak membiarkan Chico keluar dari tekanan di sepanjang pertandingan. Skor 1-0 untuk Thailand. 

"Saya akui, hari ini lawan bermain lebih baik. Di pertemuan pertama kami ini, ia bisa mendikte permainan saya. Strategi saya sebenarnya mau kontrol permainannya, tapi ia lebih jeli memanfaatkan situasi," kata Chico dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

Tampil sebagai tunggal kedua, Christian, yang menempati peringkat 156 dunia, juga tak berkutik di hadapan Sitthikom Thammasin, yang berperingkat 30 dunia. Christian juga kalah dengan praktis mudah, 11-21, 12-21. 

"Cukup kecewa dengan penampilan hari ini karena tadi mainnya serba tanggung. Kurang jelas mau main seperti apa jadi tak bisa 100%, padahal saya sudah diskusi dan siapkan strategi bersama pelatih," tutur Christian. 

Kekalahan Christian ini membuat Indonesia kembali tertinggal 1-2 setelah di ganda pertama, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, berhasil menyamakan skor 1-1. 

Tak seperti di dua partai tunggal yang berlangsung straight game, pasangan peringkat 16 dunia ini harus melakoni rubber game untuk menaklukkan Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong, yang berperingkat 196 dunia, 21-16, 12-21, 21-16. 

"Sangat melelahkan pertandingan hari ini. Lawan tak mudah mati dan bolanya lambat jadi benar-benar menguras tenaga. Walau begitu, kita terus mencoba untuk tampil menyerang karena lebih enak buat kita. Dukungan suporter dan tim Indonesia juga membakar semangat kami, jadi kami mati-matian mau menang," ungkap Yere. 

Yere tak menampik kekalahan cukup jauh di game kedua disebabkan mereka mengendurkan kecepatan. Situasi makin sulit karena mereka harus mengejar selisih poin yang terlanjur lebar. Beruntung, di game ketiga, Pram/Yere kembali mendapatkan kecepatan mereka sehingga mempermudah mereka untuk menyerang.

"Di game kedua kami kendur, pace-nya terlalu lambat. Dan, ketika sudah tertinggal malah sulit untuk mengembalikan pace-nya, di lain sisi lawan juga jadi percaya diri dan makin tak mudah mati," kata Yere menjelaskan. 

"Di game ketiga kami coba mengulang apa yang dilakukan di game pertama. Menambah ritme dan menyerang," ucap Pram menambahkan. 

Skor 2-2 terjadi berkat kemenangan ganda peringkat 23 dunia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, yang berperingkat 1.345 dunia, 21-8, 21-13. Meski unggul segalanya, Leo bersikap merendah atas kemenangan telak tersebut. 

"Lawan bermain tak dalam performa terbaik mereka. Mungkin ada beban. Kami juga sebenarnya belum terlalu in, masih adaptasi karena ini turun pertama kali. Tadi lampunya agak silau," ujar Leo. 

Partai tunggal ketiga menjadi penentuan tim yang berhak ke final di Bac Giang Gymnasium, Rabu (18/5). Mirisnya, Indonesia pun harus menangis. Bobby Setiabudi, yang berperingkat 320 dunia, digebuk pemain berperingkat 545 dunia, Panitchapon Teeraratsakul, 18-21, 19-21. 

"Saya bermain kurang sabar dan buru-buru. Tadi juga terlalu yakin akhirnya jadi bumerang, padahal lawan juga hanya menang dari semangatnya. Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik. Terima kasih untuk semua dukungannya dari suporter dan tim," ujar Bobby. 

Karena kekalahan di semifinal, Indonesia hanya berhak atas medali perunggu. Medali yang sama juga diraih oleh Singapura yang di semifinal disingkirkan Malaysia dengan skor 2-3. 

Thailand akan berhadapan dengan Malaysia dalam perebutan medali emas. 

SEMIFINAL INDONESIA VS THAILAND (2-3)
Chico Aura Dwi Wardoyo vs Kunlavut Vitidsarn 14-21, 14-21
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong 21-16, 12-21, 21-16
Christian Adinata vs Sitthikom Thammasin 11-21, 12-21
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-18, 21-13
Bobby Setiabudi vs Panitchaphon Teeraratsakul 18-21, 19-21

HASIL SEMIFINAL
Indonesia 2-3 Thailand
Singapura 2-3 Malaysia

FINAL RABU (18/5) 
Thailand vs Malaysia 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI