SEA Games 2021: Dua Ganda Putra Berebut Medali Emas ke-15
Sabtu, 21 Mei 2022 20:03:02

Majalahbulutangkis.com- Tim ganda putra berhasil mencapai target yang dibebankan pada mereka di cabang olahraga bulutangkis SEA Games XXXI 2021 di Vietnam. Dua ganda putra Indonesia akan saling berjibaku pada final di Bac Giang Gymnasium, Minggu (22/5).
"Puji Tuhan ganda putra bisa masuk target. Menyumbang medali emas dan all Indonesian final. Sudah sesuai prediksi karena unggulan pertama dan kedua, tapi tak mudah, hari ini saya tegang juga. Tapi, sekali lagi, Puji Tuhan anak-anak bisa mengatasinya," kata pelatih ganda putra PBSI Aryono Miranat dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI seusai semifinal, Sabtu (21/5).
"Pesan yang terus saya ingatkan tadi adalah jangan mau kalah, jangan menyerah, selama bola belum jatuh ke lantai terus kejar. Dan, semangatnya harus terus naik, jangan turun dan kendur," tambahnya.
Siapa pun pemenangnya dipastikan akan meraih medali emas. Dan, yang kalah harus puas dengan medali perak. Namun, atas nama gengsi, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus saling mengalahkan demi medali emas ke-15 tim ganda putra Indonesia.
Dalam sejarah SEA Games, tim bulutangkis Indonesia mendominasi kelima sektor yang dipertandingkan dan dua nomor beregu (putra dan putri). Di tunggal putra, tim 'Merah Putih' telah mengepak 17 medali emas. Ini sama dengan yang didulang oleh sektor ganda putri dan nomor beregu putra.
Total 14 medali emas dikoleksi sektor tunggal putri, ganda putra, dan beregu putri. Sektor ganda campuran masih jadi penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingen bulutangkis 'Merah Putih' dengan 19 medali emas.
Leo/Daniel tak mengalami kesulitan berarti untuk mengalahkan ganda tuan rumah, Do Tuan Duc/Pham Hong Nam, 22-20, 21-16 di semifinal. Jika pun ada yang bisa dianggap kesulitan buat Leo/Daniel, itu karena kesalahan menerapkan strategi di game pertama.
"Tak ada tegang, tapi tadi di game pertama kita salah pola dan mainnya terlalu terburu-buru. Lawan tadi defensenya lumayan bagus, serangannya juga oke," ucap Daniel.
"Hari ini bolanya agak beda, agak lebih kencang. Jadi kira harus adaptasi lagi kontrolnya. Di poin kritis tadi coba manfaatkan dari servisnya. Kita berdua kan punya keunggulan di servis jadi kita ambil dari situ dan bola satu-duanya," ujar Leo menimpali.
Tak seperti Leo/Daniel, Pram/Yere harus berjuang ekstra keras demi mengalahkan ganda Singapura, Terry Hee/Loh Kean Hean, 15-21, 21-17, 21-19. Pram dan Yere sepakat permainan mereka di semifinal tak seperti yang mereka inginkan meski bisa menang.
Ini harus segera benahi untuk melawan Leo/Daniel di final. Pasalnya, mereka telah sering bertemu sehingga sama-sama mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing.
"Senang bisa menciptakan all Indonesian final, tapi besok kita bakal bersaing lebih ketat. Lawan teman sendiri dan sudah sama-sama tahu pola permainan masing-masing, mungkin besok akan sama kuat," ungkap Pram.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI