SEA Games 2021: Chico cs Dituntut Mati-matian di Perorangan

Rabu, 18 Mei 2022 18:00:06

 

Majalahbulutangkis.com- Meraih medali perunggu memang tak bisa dianggap sebagai sebuah keberhasilan. Pasalnya, tim bulutangkis beregu putra Indonesia ditargetkan meraih medali emas di SEA Games XXXI 2021 di Vietnam. 

Berbeda halnya dengan tim putri. Yang justru sanggup mendulang medali perak. Apriyani Rahayu dan kawan-kawan cuma kalah dari Thailand di partai puncak, Rabu (18/5). Tak ayal, para pemain putra kini dibebani tanggung jawab untuk menebus kegagalan mereka di nomor beregu dengan rangkaian medali di nomor perorangan yang dimulai di Bac Giang Gymnasium pada Kamis (19/5). 

Tiga tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, Christian Adinata dan Bobby Setiabudi gagal menyumbang angka kala dikalahkan Thailand 2-3 di semifinal, Selasa (17/5). 

Sementara Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dari ganda putra sempurna mencetak poin. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Rionny Mainaky menanggapi hasil tersebut.

"Saya lihat untuk ganda putra sudah ok. Hanya sedikit saja evaluasinya yaitu tak boleh terlalu rileks kalau sudah unggul. Ini bahaya kalau sampai tersusul jadi harus fokus dari awal sampai akhir," kata Rionny dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Untuk tunggal putra, saya melihat tekanannya terlalu berat jadi mainnya tak bisa maksimal. Serba ragu-ragu mau main apa, terlihat sekali di Chico dan Christian," lanjut Rionny.

Adik dari Richard Mainaky ini secara khusus mengevaluasi penampilan Bobby yang turun di laga penentuan.

"Untuk Bobby, tadi start sudah bagus tapi ketika lawan naik sedikit, tekanan berbalik. Nah, itu rasa takutnya tak hilang-hilang hingga akhir, jadi ia tak bisa keluar dari tekanan," sahut Rionny.

Rionny juga menekankan untuk para pemain agar terus belajar menyelesaikan sendiri masalah di lapangan. 

"Saya sudah briefing mereka, saya tekankan untuk terus belajar untuk mengatasi masalah di lapangan. Dimulainya harus sejak dari latihan, bagaimana mencari solusi ketika tak enak. Jadilah psikolog sendiri karena saat pertandingan hanya mereka yang bisa menyelesaikannya sendiri, kita yang di luar tak bisa bantu banyak," tegas Rionny.

"Ini masih ada nomor perorangan, saya ingin mereka mencoba lagi. Menerapkan apa yang saya, pelatih atau psikolog sampaikan. Harus lebih berani lagi, harus lebih semangat lagi. Saya mau lihat penampilan yang mati-matian," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pelatih tunggal putra Harry Hartono juga mengevaluasi penampilan anak asuhnya. Harry, begitu dia akrab disapa, menyoroti faktor kesiapan mental sebagai kunci kemenangan dalam turnamen beregu.

"Di beregu ini memang dibutuhkan pikiran dan mental yang benar-benar siap. Secara peringkat memang tunggal pertama dan kedua kita masih di bawah mereka," kata Harry.

"Ada peluang di tunggal ketiga bisa kita ambil. Tapi, kembali lagi tak mudah untuk tampil di partai penentuan. Dan, saya melihat Bobby sangat tegang di pertandingan tadi, sebaliknya tunggal Thailand lebih siap. Padahal secara teknis Bobby masih di atas lawannya," tambahnya.

Tak ingin larut dalam kesedihan, Harry mengingatkan bahwa masih ada nomor perorangan yang akan dipertandingkan. Ia berharap para pemain mampu fight back.

"Jarak dari beregu dan perorangan kan sangat singkat, tak ada break dulu jadi yang terpenting sekarang bagaimana mengembalikan kepercayaan diri anak-anak. Mereka harus fight back. Walau hasil di beregu kurang memuaskan tapi mereka juga punya tanggung jawab di nomor perorangan," sebutnya. 

BABAK 16 BESAR NOMOR PERORANGAN 
SEA GAMES 2021, KAMIS (19/5)
TUNGGAL PUTRA
Christian Adinata vs Tien Minh Nguyen (Vietnam)
Chico Aura Dwi Wardoyo vs Sok Rikreay (Kamboja)

TUNGGAL PUTRI
Putri Kusuma Wardani vs Nguyen Thuy Ling (Vietnam)
Gregoria Mariska Tunjung vs Vu Thi Trang (Vietnam)

GANDA PUTRA
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (1) vs Junaidi Arif/Muhammad Haikal (Malaysia)
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (2) vs Vixunnalath Phichith/Bounpaseuth Vanthanouvong (Kamboja)

GANDA PUTRI
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Dinh Thi Phuong Hong/Do Thi Hoai (Vietnam)
Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto vs Yujia Jin/Wong Jia Ying Crystal (Singapura)

GANDA CAMPURAN
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (1) vs Alvin Morada/Thea Marie Pomar
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso (3) vs Heng Mengleap/Phon Chenda (Kamboja)

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI