Pembangunan Jaya Raya GP 2018 : Kunlavut Masih Jadi Favorit Juara
Senin, 02 April 2018 09:15:51
Majalahbulutangkis.com- Bintang muda asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn masih terus menebar ancaman. Kehadiran pebulutangkis berusia 17 tahun di berbagai turnamen yunior internasional di Indonesia dalam kurun dua tahun terakhir seolah mengunci peluang pemain-pemain lokal untuk berjaya di negeri sendiri.
Sepak terjang Kunlavut di Indonesia memang sudah mulai terlihat sejak 2016 lalu ketika ia meraih sukses di Kejuaraan Junior Asia di Kudus. Tak kepalang tanggung, ia lolos di tiga nomor final KU-17, masing-masing tunggal putra, ganda putra, serta ganda campuran. Namun, hanya gelar ganda putra yang luput dari bidikannya.
Masih di tahun 2016, Kunlavut datang lagi ke Indonesia. Kali ini di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2016. Tampil di KU-17 Kunlavut sukses menjadi juara dengan mengalahkan Taufik Hidayat Ilmi 21-15, 21-14.
Turnamen Exist Jakarta Open Junior Internasional 2016 menjadi gelar ketiga yang diraihnya di Indonesia. Di laga final KU-17, Kunlavut membungkam andalan PB.Exist, Gatjra Piliang Cupu 15-21, 21-13, 21-11.
Kunlavut kembali membuktikan dirinya sebagai raja di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2017. Meski baru naik kelas di KU-19, Kunlavut mampu mengatasi lawan-lawan yang rata-rata berusia di atasnya. Ia pun sukses naik podium juara usai mengalahkan andalan Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 21-17, 21-7.
Klimaks prestasi Kunlavut di Indonesia pun terjadi saat berlangsungnya ajang Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Yogyakarta. Kunlavut sukses meraih gelar pertamanya di ajang terbesar bagi para pemain junior ini usai membungkam andalan Malaysia, Jun Hao Leong dalam laga tiga game 17-21, 21-15, 21-9.
Kini di perhelatan Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2018 yang digelar di GOR Jaya Raya, Bintaro, Tangerang, 2-8 April 2018, Kunlavut kembali menebar ancaman bagi para peserta lainnya.
Posisi Kunlavut kini di atas angin. Jika tahun sebelumnya ia tampil sebagai underdog karena lebih banyak menghadapi pemain-pemain berusia di atasnya, kini Kunlavut dalam posisi yang lebih nyaman karena akan lebih banyak menghadapi pemain yang berusia di bawahnya atau minimal seusia dengannya. Pasalnya, pemain-pemain yang sebelumnya kerap menyulitkannya kini sudah tak bisa tampil lagi.
Kematangan Kunlavut di kategori junior juga makin terlihat dengan dua gelar yang sudah direngkuhnya di awal musim 2018, masing-masing di ajang Yonex Dutch Junior serta Yonex Germain Junior. Tak hanya di sektor junior, Kunlavut yang sudah bermain di turnamen senior juga kerap membuat kejutan. Salah satunya saat tampil di Vietnam Internasional Challenge 2018, akhir Maret lalu, ia sudah mampu menjegal pemain senior Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito di babak pertama 17-21, 21-13, 21-17.
Satu-satunya pebulutangkis Indonesia yang diharapkan mampu mengimbangi ketangguhan Kunlavut adalah Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Jika tak ada aral melintang keduanya berpeluang saling bentrok di partai final. Hal itu karena posisi Kunlavut ada di unggulan pertama, sedang Ikhsan di unggulan kedua.
Rekor pertemuan Ikhsan melawan Kunlavut sayangnya kurang menggembirakan. Dari empat kali jumpa belum sekalipun Ikhsan mampu mengalahkan Kunlavut. Terakhir Ikhsan kalah di semifinal Dutch Junior, awal Maret lalu, dengan skor 18-21, 14-21.
"Sebetulnya saya punya peluang menang di game pertama karena sempat unggul jauh. Tapi, ketika kehilangan game pertama kepercayaan diri saya jadi hilang di game kedua," ungkap Ikhsan.
Pemain binaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan ini berharap mampu mengalahkan Kunlavut untuk pertama kalinya. Ini adalah penampilan terakhir Ikhsan di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior GP karena tahun depan ia sudah menginjak usia 19 tahun. Sementara Kunlavut yang kelahiran tahun 2001 atau setahun lebih muda dari Ikhsan masih memiliki kesempatan berjaya hingga 2019 mendatang.
Selain Ikhsan, dua pemain Indonesia lainnya yang berpeluang untuk menjegal Kunlavut masing-masing Alberto Alvin Yulianto (PB.Djarum) serta Karono (PB.Jaya Raya Jakarta). Selain itu juga masih ada dua andalan Tiongkok yang siap meramaikan persaingan yakni Bai Yupeng dan Li Shifeng. (Daryadi)
Unggulan Tunggal Putra KU-19
1.Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
2.Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Indonesia)
3.Bai Yupeng (Tiongkok)
4.Ruttanapak Oupthong (Thailand)
5.Li Shifeng (Tiongkok)
6.Arnaud Merkle (Prancis)
7.Chen Shiau Cheng (Taiwan)
8.Alberto Alvin Yulianto (Indonesia)
9.Su Li Yang (Tiongkok)
10.Saran Jamsri (Thailand)
11.Jia Wei Joel Koh (Singapura)
12.Karono (Indonesia)
Baca Juga
- French Open 2019: Praveen/Melati Kembali Tembus Ke Final
- French Open 2019: Chen Long Pupus Ambisi Jonatan Di Final
- SEA Games 2021: Revans Sempurna Apriyani/Siti Fadia Ke Ganda Thailand
- BWF Superseries Finals 2017, Zheng Siwei/Chen Qingchen Pertahankan Gelar
- Setelah Tiga Tahun Menunggu Ikhsan Rumbay Kembali Juara