[Orleans Masters 2022] Putri KW ke Perempat Final, Chico Gagal

Kamis, 31 Maret 2022 21:55:19

Majalahbulutangkis.com- Sembilan wakil Indonesia berjibaku di babak 16 besar demi tiket perempat final Orleans Masters 2022 di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis (31/3). 

Terjadi dua perang saudara atau pertarungan sesama pemain Indonesia di dua sektor berbeda. Ruselli Hartawan bentrok dengan Putri Kusuma Wardani (KW) di tunggal putri. Akbar Bintang Cahyono/Marsheilla Gischa Islami meladeni Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow di sektor ganda campuran. 

Putri KW berhasil mengalahkan Ruselli yang merupakan unggulan kedelapan turnamen berlevel BWF Tour Super 100 tersebut. Bahkan, bisa dibilang Putri KW berada satu level di atas mantan seniornya di Pelatnas PBSI itu. 

Di kedua game, Ruselli tak pernah bisa menyentuh perolehan poin Putri KW yang tampil solid sejak awal. Tak butuh waktu lama buat Putri KW menuntaskan interval pertama dengan keunggulan 11-4. 

Selepas jeda, torehan poin juara Spain Masters 2021 ini terus melesat hingga 16-8. Ruselli cuma bisa mendapatkan tambahan tiga poin sebelum Putri KW menutup game ini dengan kemenangan 21-11. 

Di game kedua, situasinya hampir sama seperti di game pertama. Tanpa kesulitan berarti, Putri KW unggul 11-5 di interval. Dari sini, Putri KW makin tak terbendung untuk memimpin 17-10. 

Kali ini, pemain berusia 19 tahun ini tak memberi kesempatan untuk Ruselli menambah poin dan menang 21-10. Total waktu yang dibutuhkan Putri KW untuk menyudahi perlawanan pemain berusia 24 tahun itu cuma 27 menit. 

Di perempat final, Jumat (1/4), Putri KW akan berhadapan pemenang duel antara Lauren Lam dari Amerika Serikat kontra Kristin Kuuba dari Estonia. 

Berbeda dari Putri KW, di sektor tunggal putra, Chico Aura Dwi Wardoyo harus berjuang keras saat menghadapi unggulan keempat dari Prancis, Toma Junior Popov. 

Chico sempat membuat kejutan ketika memenangi game pertama 22-20 meski perolehan poin berlangsung ketat hingga mendekati akhir. 

Sayangnya, di game kedua, Chico seperti tak siap mengantisipasi perubahan permainan Toma. Game ini ditutup dengan kemenangan Toma 21-14. 

Pada game ketiga, Chico kembali fokus sehingga mampu meladeni Toma dengan lebih solid. Perolehan poin pun rapat hingga interval 10-11 untuk Toma. 

Selepas rehat, Chico masih bisa merapatkan selisih poin dengan Toma, 12-14. Apesnya, Toma seperti mendapatkan angin segar. Dari sini, ia tak membiarkan Chico mendekatinya lagi. Toma mengakhiri perlawanan Chico dengan kemenangan 21-19 dengan durasi total 70 menit. 

Masih ada harapan Indonesia di sektor tunggal putra melalui Christian Adinata. Pemain berusia 20 tahun ini akan bentrok dengan pemain India, Kiran George, Kamis malam WIB.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI