Notional dan Protected Rankings Berkah buat Pasangan Anyar
Kamis, 23 Juni 2022 12:10:33
Majalahbulutangkis.com- Boleh jadi masih banyak orang yang belum tahu bagaimana ganda-ganda anyar alias baru bisa bermain di turnamen berlevel tinggi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF)? Padahal, mereka belum memiliki poin dan ranking dunia.
Seperti diketahui sejumlah pasangan anyar sudah bisa ambil bagian dalam turnamen-turnamen BWF. Bahkan, yang termasuk berlevel tinggi, yakni Super 500, 750, dan 1000.
Ini yang terjadi pada dua ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto. Kedua ganda ini baru dipasangkan menjelang SEA Games 2021 di Vietnam pada 12-23 Mei.
Perlu diketahui, SEA Games bukan termasuk dalam agenda BWF. Tak ada penghitungan poin untuk ranking dunia bagi pemain tunggal atau pun pasangan sekalipun mereka juara. Jadi, kendati Apriyani/Siti Fadia berhasil meraih medali emas nomor perorangan, mereka tak mendulang poin di ranking dunia BWF. Begitu juga Febby/Ribka.
Dengan kata lain, kedua ganda anyar ini belum punya poin yang bisa digunakan untuk menempatkan mereka di daftar peringkat di sektor ganda putri dunia. Lantas bagaimana bisa Apri/Siti Fadia dan Febby/Ribka bermain di Indonesia Masters Super 500 yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 7-12 Juni lalu?
Kedua ganda itu malah bisa langsung berada di main draw alias babak utama, tanpa masuk daftar reserve atau cadangan dan melalui babak kualifikasi terlebih dahulu. Bahkan, Apriyani/Siti Fadia ditempatkan sebagai unggulan ketujuh. Ini satu setrip di atas ganda Tiongkok yang ketika itu memiliki ranking 21 dunia, Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting.
Di samping Apri/Siti Fadia dan Febby/Ribka ada dua ganda putri 'Merah Putih' lainnya di main draw, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Melani Mamahit/Tryola Nadia. Kedua ganda ini masing-masing berperingkat 114 dan 196 dunia.
BWF menerapkan aturan berbeda di beberapa level BWF World Tour. Di turnamen level Super 750 dan 1000, pada dasarnya hanya para tunggal/pasangan di peringkat 32 besar dunia yang bisa ikut serta. Namun, karena mundurnya sejumlah pemain dengan berbagai alasan, para pemain tunggal/pasangan di daftar cadangan ini, yang ranking dunianya di luar 32 besar, bisa menggantikan mereka di babak utama. Para pemain cadangan yang langsung ke babak utama ini berstatus PFR (Promoted From Reserves). Tak ada babak kualifikasi di Super 750 dan 1000.
Untuk Super 500 dan 300, di masing-masing sektor ada 32 konstestan di babak utama, yang terdiri dari 28 pemain yang langsung masuk babak utama plus empat pemain yang masuk dari babak kualifikasi. Empat pemain kualifikasi atau Promoted From Qualifiers (PFQ) didapat dari delapan partai di babak kualifikasi. Hanya pemenang (4 kontestan) yang berhak ke babak utama.
Sedangkan untuk jumlah pemain di daftar reserve tergantung jumlah pendaftar yang layak sesuai regulasi BWF di masing-masing sektor. BWF akan menyusun daftar reserve berdasarkan peringkat dunia, mulai dari yang tertinggi, dan akumulasi poin, mulai dari yang terbanyak.
Seluruh pemain biasanya diwajibkan melakukan pendaftaran 42 hari (entry deadline) sebelum sebuah turnamen dimulai. Ini khusus untuk turnamen Super 500, 700, dan 1000. Untuk Super 300 dan 100 entry deadline 35 hari sebelum turnamen diselenggarakan. Entry deadline ini biasanya berbarengan dengan posisi ranking dunia terakhir yang dirilis BWF. Untuk Indonesia Masters 2022 yang dimulai pada 7 Juni, BWF menggunakan world rankings atau ranking dunia per 26 April, yang juga menjadi entry deadline atau batas akhir pendaftaran.
Di sektor tunggal, penentuannya menggunakan posisi ranking dunia. Makin banyak poin yang diraih, makin tinggi peringkat dunia sang pemain tunggal. Poin pemain tunggal didasarkan pada akumulasi poin tertinggi yang diraih hanya di 10 dari total turnamen BWF yang mereka ikuti dalam 52 pekan.
Penghitungan peringkat dunia agak berbeda di sektor ganda. Di samping akumulasi poin di 10 turnamen dengan poin tertinggi, BWF juga menggunakan metode notional dan protected points. BWF sudah mempersiapkan metode khusus untuk menghitung notional dan protected/adjusted points dalam BWF Statutes Section 5.3.3.4.
Notional rankings atau peringkat abstrak digunakan untuk ganda yang baru berpasangan sehingga belum memiliki ranking dunia. Ini dengan catatan salah satu atau kedua pemain ganda yang baru dipasangkan tersebut sudah pernah bermain dengan pasangan lain dalam kurun 52 pekan terakhir.
Ini yang terjadi pada Apri/Siti Fadia. Mereka belum pernah berpasangan sebelumnya dan tak memiliki ranking dunia, tapi sudah bisa turun di Indonesia Masters yang berlevel Super 500 dan Indonesia Open dengan level Super 1000.
BWF memberikan rumus untuk notional points begini: 0,5 x ((poin pasangan A/10) + (poin pasangan K/10)) x 10 x 80%
Kenapa ada angka 10 di dalam kurung? Ingat poin ranking dunia baik pemain tunggal atau pun pasangan berdasarkan akumulasi poin tertinggi di 10 turnamen dari total turnamen yang dilakukan dalam 52 pekan terakhir. Jadi, bila pemain A dan pemain K belum melakukan 10 turnamen bersama pasangan sebelumnya (misalnya B dan L), total akumulasi poin tersebut dibagi jumlah turnamen yang telah dilakukan.
Pada saat didaftarkan ke Indonesia Masters 2022 dengan entry deadline dan posisi terakhir world rankings per 26 April, poin peringkat dunia Apriyani bersama Greysia Polii adalah 96375. Sedangkan, Siti Fadia bersama pasangan sebelumnya, Ribka, memiliki 44618. Pada rilis ranking dunia per 26 April, Greysia/Apri sudah melakoni 32 turnamen berada di peringkat 6 dunia dan Siti Fadia/Ribka sebanyak 20 turnamen di peringkat 28 dunia.
Masing-masing poin kedua ganda itu kemudian dibagi 10, kemudian dijumlah atau ditotal. Hasilnya 14099,3. Lantas dikali dengan 0,5 atau sama saja dibagi 2. Hasilnya 7049,5. Hasil ini dikali dengan 10 yang menghasilkan 70495,5. Terakhir, dikali dengan 80% atau 0,8 sehingga menghasilkan 56397,2. Ini dibulatkan menjadi 56397.
Ringkasnya: 0,5 x ((96375/10) + (44618/10)) x 10 x 0,8 = 56397,2.
Dengan memiliki notional points atau poin abstrak 56397, Apri/Siti Fadia, meski tak memiliki poin dan ranking dunia, ternyata ada di posisi ketujuh dari 28 pasangan yang otomatis masuk ke main draw Indonesia Masters 2022. Penghitungan yang sama berlaku untuk Febby/Ribka.

Namun, masuknya Febriana/Amalia dan Melani/Tryola langsung ke main draw Indonesia Masters 2022 menggunakan metode berbeda. Seperti disebut di atas, kedua ganda muda Indonesia ini punya peringkat dunia di luar 32 besar dan bahkan sangat jauh.
BWF memakai metode protected/adjusted points untuk kasus ini. Penghitungan protected atau adjusted points berbeda dengan notional points. Ini diperuntukkan ke ganda-ganda yang sudah bermain bersama, tapi belum melalui delapan turnamen dalam 52 pekan terakhir sebelum entry deadline sebuah turnamen.
Rumusnya: Untuk ganda yang baru memainkan 1 hingga 5 turnamen dikalikan dengan faktor 10/5. Untuk yang memainkan 6 turnamen dikalikan dengan faktor 10/6. Untuk yang memainkan 7 turnamen dikalikan dengan 10/7. Angka 10 adalah jumlah turnamen yang bisa dipakai oleh BWF untuk menghitung poin ranking dunia pemain tunggal atau ganda.
Jadi, untuk kasus Melani/Tryola dilihat dulu berapa turnamen yang telah mereka lakoni sebelum entry deadline Indonesia Masters 2022 pada 26 April. Tercatat baru empat turnamen yang mereka lakukan dengan total poin 8100. Total poin Melani/Tryola ini dikalikan dengan faktor 10/5 atau sama saja dengan dikalikan 2. Hasilnya adalah 16200. Protected/adjusted points inilah yang menempatkan Melani/Tryola di urutan ke-27 dari 28 pasangan di main draw. So, meski aslinya berperingkat 196 dunia ketika itu, Melani/Tryola berhak masuk otomatis ke babak utama.

Intinya, notional dan protected/adjusted rankings menjadi berkah buat pasangan-pasangan baru atau ganda-ganda yang belum melakoni delapan turnamen dalam 52 pekan terakhir. Dua metode ini ibarat jalan pintas bagi mereka untuk bisa bermain di turnamen-turnamen berlevel tinggi sekali pun harus masuk daftar reserve atau memainkan babak kualifikasi terlebih dahulu.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI