Marcus Dijadwalkan Dioperasi oleh Dokter yang Pernah Merawat CR7 pada 6 April
Kamis, 31 Maret 2022 11:05:47

Majalahbulutangkis.com- Marcus Fernaldi Gideon memang tak berusia muda lagi. Bahkan, untuk seorang atlet bulutangkis, usia 31 tahun biasanya sudah memasuki masa pensiun.
Tak banyak pebulutangkis di usia seperti Marcus yang rela bersusah payah untuk menjaga kondisi fisiknya. Marcus boleh jadi terpicu oleh dua seniornya di Pelatnas PBSI, Mohammad Ahsan, 34 tahun, dan Hendra Setiawan, 37 tahun.
Di usianya yang terbilang senja buat ukuran atlet, penampilan dan kondisi fisik The Daddies tetap prima. Seakan tak mau kalah dengan kedua seniornya di sektor ganda putra tersebut, Marcus pun tak tinggal diam untuk mengatasi cedera di kedua engkel kakinya.
Diketahui bahwa ada sejenis tulang tumbuh aktif di kedua engkel pemain yang akrab disapa Koh Sinyo itu. Tulang ini yang menusuk jaringan achiles dan membuat sakit tak tertahan.
Kondisi ini terdiagnosis setelah Marcus menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI) sepulangnya dari All England di Birmingham, Inggris, dua pekan lalu.
"Setelah pulang dari Inggris dari MRI ternyata ada tulang yang nusuk ke achiles-nya. Tulang ini idealnya di orang normal tak ada, terjadinya karena proses radang terus menerus (kronis) yang lama kelamaan membentuk jaringan tulang rawan dan akhirnya jadi keras dan padat. Nah, karena kakinya dipakai untuk high impact activity akhirnya radang terus menerus dan hasilnya bikin nusuk ke ototnya yang bikin sakit banget," tulis istri Marcus, Agnes Amelinda Gideon, di Instagram Story-nya, Rabu (30/3).
Agnes kemudian membeberkan cedera engkel Marcus sesungguhnya sudah lama. Namun, sempat tertutupi karena cedera robek otot perut yang dialami Marcus ketika tampil di tiga turnamen dalam Indonesian Badminton Festival (IBF) pada Desember 2021.
Hebatnya, The Minions masih tampil super dengan menjadi juara di Indonesia Open dan runner-up di Indonesia Masters dan BWF World Tour Finals.
Menurut Agnes, yang juga merupakan dokter sebelum menikah dengan Koh Sinyo, sang suami menahan sakit di perutnya dengan cara memukul-mukul perutnya setiap kali kambuh di tiap pertandingan.
"Awalnya dari dulu bagian engkel belakang sering banget bermasalah, tapi lewat fisioterapi, obat masih bisa ditangani. Pas tahun lalu pertandingan di Eropa makin sakit, perut juga ikut sakit. Pas di Bali? Makin parah," tulis Agnes.
"Ada yang sempet nonton ga pas pertandingan @marcusfernaldig suka mukul-mukul perut saking sakitnya? Pulang dari Bali kita USG (Ultrasonografi) ternyata otot perutnya sobek sampai di perutnya itu kalau dipegang ada sedikit benjolan yang isinya darah (bukan hernia yah).
"Pantes aja dikasih Tramadol aja ga mempan masih sakit banget. Karena perutnya sakit ini akhirnya nutupin rasa sakit di kedua kakinya yang baru kerasa later pas perutnya sudah membaik. Lalu pas persiapan All England kemarin kakinya makin sakit. Di Birmingham jalan normal aja ga bisa, jalannya sudah pincang-pincang. Sudah minum obat pun tetap sakit. Sekarang pun dalam kondisi sedang diistirahatkan ia ga bisa jalan normal karena sakit."
Demi memperpanjang kariernya, Marcus rela terbang ke Portugal untuk menjalani operasi arthroskopi, yakni prosedur medis untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan mengatasi berbagai masalah pada persendian. Tak tanggung-tanggung, Marcus dijadwalkan ditangani khusus oleh Profesor Niek van Dijk.
Ahli beda ortopedi dari Belanda ini terkenal karena keberhasilannya menangani cedera-cedera banyak atlet internasional. Beberapa di antaranya dari sepakbola macam Keylor Navas, Pepe, Robin van Persie, Riccardo Montolivo, Marco van Basten, El Shaarawy, dan, bahkan, Cristiano Ronaldo.
Pemain top Portugal berinisial CR7 ini menjalani perawatan di bawah pengawasan Niek van Dijk di periode pertamanya di Manchester United pada 2008. CR7 mengalami cedera parah di pergelangan kaki dan berhasil sembuh total.
"Operasi adalah opsi terakhir yang kita punya. Sebelumnya kita konsul ke Profesor dr. Nicolaas (C. Budhiparama, dokter utama PBSI), beliau yang sangat concern menyarankan fisioterapi dan tindakan konservatif. Sudah kita coba, tapi tetap sakit," ungkap Agnes.
"Di Indonesia juga ada spesialis tulang konsulen khusus foot dan ankle. Kalau aku cek di kolegium IOA (Indonesian Orthopaedic Association) ada 7 yang terdaftar, kita sudah konsultasi ke semua 4 dokter yang ada di Jakarta buat cari-cari 2nd opinion.
"Setelah diskusi dengan Prof. Nicolaas yang sudah seperti orang tua kita sendiri, Prof menyarankan untuk operasi arthroskopi. Beliau tak menyarankan untuk suntik steroid karena takut kasus LCW (Lee Chong Wei) terulang kembali di sini.
"Lagipula untuk injeksi steroid hanya akan membuat bebas nyeri hanya sejenak karena tulang yang menusuk masih ada. Beliau juga menyarankan agar operasi dilakukan di Portugal/Belanda oleh Prof. Niek van Dijk."
Agnes menjelaskan operasi tak dilakukan di Indonesia karena dokter yang biasa melakukan operasi terhadap atlet di sini belum banyak. Menurutnya, kasus seorang atlet seperti Marcus tak bisa disamakan dengan non-atlet yang biasanya sekadar untuk mengembalikan Quality of Life (kualitas hidup).
Non-atlet sudah merasa puas selama ia sudah bisa berjalan normal seperti sediakala. Marcus tak bisa cuma sampai di situ. Ia masih ingin melanjutkan kariernya di bulutangkis.
"Jadi pasti kita mematok target up to 95% recovery bukan cuma sekadar 'bisa jalan'. Dalam konteks ini saya tak bermaksud merendahkan para spesialis di Indonesia ya, tapi kita juga harus melihat track record untuk penatalaksanaan buat para atlet dan Prof. Niek van Dijk ini sudah banyak menangani para atlet (contoh: Ronaldo)," sebut Agnes.
"Ini bukan waktunya saya dan @marcusfernaldig untuk gambling, we have to choose the best possible option even it will cost us much more (kami harus memilih opsi termungkin terbaik sekalipun kami harus berkorban sangat banyak). We pray and hope that the result is great (Kami berdoa dan berharap hasilnya akan hebat)."
Marcus dijadwalkan akan naik meja operasi pada 6 April. Menurut Agnes, pemulihan akan memakan waktu 3 hingga 4 pekan. Artinya, jika berjalan sesuai rencana, Marcus bisa tampil di Piala Thomas dan Uber yang digelar di Thailand pada 8-15 Mei.
"Jika tak ada halangan, operasi akan dilaksanakan tanggal 6 April di Portugal dan jika operasi berjalan dengan baik dan sesuai rencana tanggal 7 April kita sudah boleh pulang dari rumah sakit dan besoknya sudah boleh langsung terbang pulang ke Indonesia. Masa pemulihan sekitar 3-4 minggu dan jika Tuhan berkenan bisa latihan normal dan ikut Thomas Cup," harap Agnes.
(Indra)
Sumber foto: BWF