Malaysia Open 2022: FajRi Menang Mudah atas Ganda Tuan Rumah

Selasa, 28 Juni 2022 21:17:10

 

Majalahbulutangkis.com- Indonesia sudah memastikan satu tiket perdelapan final di sektor ganda putra Malaysia Open 2022. Itu setelah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyingkirkan ganda tuan rumah, Goh V. Shem/Low Juan Shen, 21-18, 21-9, hanya dengan durasi 29 menit pada babak I atau 32 besar, Selasa (28/6). 

Kemenangan mudah ini diakui Fajar/Rian akibat Goh/Low sulit beradaptasi dengan arah angin yang kerap berubah di lapangan Axiata Arena. Sedangkan, ganda Indonesia berakronim FajRi itu mengklaim jauh lebih siap menghadapi kondisi demikian.

"Pertama-tama mengucap syukur alhamdulillah bisa melewati pertandingan hari ini dengan kemenangan. Di game pertama, kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri, masih adaptasi dengan kondisi lapangan. Kami kalah angin, jadi kalau bermain terlalu lambat, pasti banyak mendapat serangan lawan. Kuncinya tadi kami buat enak dulu mainnya. Di game kedua, kami sudah enak mainnya dan posisi juga menang angin. Jadi nyaman buat menekan," kata Rian dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

"Sebenarnya lawan punya permainan dan skill yang bagus, baik dari segi bertahan maupun menyerang. Tapi, saya melihat permainan mereka tak bisa keluar di lapangan yang berangin seperti ini. Menjadi keuntungan juga buat kami. Tadi kami pegang bola depannya," ujar Fajar menambahkan. 

Sebelum bentrok Goh/Low, FajRi juga pernah menang dengan durasi 29 menit. Itu terjadi ketika menggerus Ishaan Bhatnagar/Saipratheek Krishnaprasad 21-15, 21-12 pada babak II Swiss Open, pekan terakhir Maret. Saat itu, ganda India ini berperingkat 81 dunia. 

Namun, tempo 29 menit bukanlah waktu tercepat yang dibutuhkan FajRi untuk menuntaskan sebuah pertandingan. Waktu tersebut bahkan hanya ada di urutan ketiga. FajRi yang kini berperingkat 7 dunia pernah mencatatkan waktu 28 menit dan 24 menit. 

Durasi 28 menit diukir FajRi ketika menggebuk ganda Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee (saat itu berperingkat 44 dunia), 21-16, 21-16 pada perempat final Badminton Asia Championships, pada pengujung April. 

Durasi 24 menit, yang menjadi waktu tercepat, digoreskan FajRi saat melebur kompatriot mereka, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (ketika itu menempati ranking 22 dunia), 21-12, 21-9, pada semifinal Korea Open, awal April. 

Sepertinya FajRi akan bisa memecahkan durasi tercepat ini pada babak II atau 16 besar Malaysia Open Super 750 yang akan dihelat pada Kamis (30/6). Sebab, juara Swiss Open dan Indonesia Masters ini bersua Mark Lamsfuss/Marvin Seidel. Kedua pasangan ini sudah lama tak bertemu. 

Pada benturan terakhir dan menjadi satu-satunya, FajRi memang harus mengakui keunggulan ganda Jerman tersebut. Namun, itu terjadi di perempat final Thailand Open 2017. FajRi kini jauh lebih berkembang meski Mark/Marvin juga mencatat grafik meningkat di permainan mereka yang membawa mereka kini ke peringkat 13 dunia.  

Cuma inkonsistensi menjadi masalah utama Mark/Marvin musim ini. Dari 15 partai yang telah dilakoni, mereka hanya menang sembilan kali. Artinya, mereka kalah di enam pertandingan lainnya. Kekalahan tercepat dirasakan Mark/Marvin ketika takluk dari ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, 7-21, 7-21, dengan durasi 27 menit.  

Sebaliknya, FajRi justru mulai bisa tampil konsisten. Itu terbukti dengan selalu bisa minimal menembus babak perempat final seusai menjuarai Swiss Open 2022 pada pekan terakhir Maret. Mereka menjadi juara Indonesia Masters, finalis di Korea Open dan Thailand Open, serta mencapai perempat final Indonesia Open. Meski demikian, FajRi menegaskan masih akan terus meningkatkan sisi konsistensi mereka. 

"Yang pasti kami tak memikirkan nostalgia yang lalu walau kami sempat juara di Malaysia. Tapi, sekarang fokus bagaimana untuk tetap tampil konsisten," ungkap Fajar. 

Indonesia masih berpeluang menambah dua tiket perdelapan final Malaysia Open 2022. Itu jika Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Bagas/Fikri bisa menaklukkan lawan masing-masing pada babak 32 besar, Rabu (29/6). 

Ahsan/Hendra bersua Ren Xiang Yu/Tan Qiang. Ganda Tiongkok ini menang pada pertemuan satu-satunya dengan Ahsan/Hendra pada babak 32 besar Badminton Asia Championships 2022. 

Bagas/Fikri bertemu ganda Jerman, Jones Ralfy Jansen/Jan Colin Volker, yang mendapat promosi dari daftar cadangan. Belum ada riwayat benturan antara kedua pasangan. 

Sementara itu, di sektor ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga berhasil mengikuti jejak Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melaju ke perdelapan final. Pasangan yang akrab dipanggil Ana/Tiwi ini dengan sudah payah melibas ganda Amerika Serikat, Francesca Corbett/Allisson Lee, 18-21, 21-16, 21-11, dengan durasi 52 menit. 

Apesnya, di babak 16 besar, Ana/Tiwi, yang berperingkat 68 dunia, sudah ditunggu wakil Tiongkok, Du Yue/Li Wen Mei, yang hanya butuh 24 menit untuk mendepak ganda Brasil, Jaqueline Lima/Samia Lima, 21-4, 21-7 di babak 32 besar. Ana/Tiwi belum pernah bertemu dengan ganda yang menduduki ranking 35 dunia tersebut. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI