Malaysia Open 2022: Dua Insiden Warnai Kesuksesan The Daddies ke Perdelapan Final

Rabu, 29 Juni 2022 17:18:39

 

Majalahbulutangkis.com- Dua ganda putra Indonesia tak mau kalah dari Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak II atau 16 besar Malaysia Open 2022. 

Memainkan babak I atau 32 besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada hari pertama, Selasa (28/6), Fajar/Rian mendepak wakil tuan rumah, Goh V. Shem/Low Juan Shen, 21-18, 21-9. 

Pada hari kedua babak 32 besar, Rabu (29/6), di stadion yang sama, giliran Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mencatat kemenagan atas lawan masing-masing. 

Bedanya, Ahsan/Hendra harus menang dengan bersusah payah, Bagas/Fikri sebaliknya menang dengan sangat mudah. Namun, ini bisa dimaklumi. Lawan Ahsan/Hendra dari Tiongkok, Ren Xiang Yu/Tan Qiang, punya kualitas di atas lawan Bagas/Fikri dari Jerman, Jones Ralfy Jansen/Jan Collin Voelker. 

Bagas/Fikri, yang kerap disebut BaKri, hanya butuh waktu 28 menit untuk menang 21-19, 21-6 atas Jones/Jan yang berperingkat 158 dunia. Sedangkan, Ahsan/Hendra harus menghabiskan 50 menit sebelum bisa menang dengan rubber game atas Ren/Tan yang berperingkat 137 dunia, 17-21, 21-15, 21-14. Meski pasangan baru, Ren dan Tan faktanya pemain-pemain yang berpengalaman bersama pasangan-pasangan sebelumnya. 

Kendati begitu, Ahsan/Hendra hanya mengalami kesulitan pada game pertama dan di awal game kedua. Momennya ketika sudah unggul 17-11, ganda berjuluk The Daddies ini tersusul dan malah kalah 17-21. 

"Pertama kami mengucap syukur alhamdulillah bisa menang walaupun tigak mudah. Hanya tadi di game pertama tak menyangka dari unggul 17-11 lalu kami tak poin lagi. Tapi, setelah itu, kami coba lupakan dan usaha bangkit lagi," kata Ahsan dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Di game pertama mereka menang di bola depannya dan karena posisi kami menang angin jadi tak berani main membuka bola, maunya no lob terus," sebut Hendra menambahkan. 

Di game kedua, The Daddies selalu tertinggal dan terus tertekan. Ditambah lagi dengan dua insiden yang merugikan peraih medali emas Asian Games 2014 tersebut. Pertama, servis Ahsan yang masuk, tapi dinyatakan keluar. Kedua, pukulan pasangan Tiongkok yang melewati lengan Hendra dan jatuh di luar garis belakang, tapi wasit menganggap shuttlecok mengenai lengan ayah tiga anak tersebut. 

Tak ayal kejadian ini, membuat Ahsan/Hendra sedikit terpancing emosinya. Bahkan mereka sampai harus memanggil Referee.

Setelah ditenangkan pelatih Aryono Miranat dan mendapat penjelasan dari Referee, Ahsan/Hendra malah bisa tampil lebih lepas. Tertinggal 9-11 di interval, mereka balik merebut gim kedua 21-15. Di gim ketiga, Ahsan/Hendra semakin nyaman dan menutup laga 21-14.

"Kejadian di gim kedua itu sebenarnya sudah biasa dalam pertandingan, hanya kami tadi lumayan masih dalam tekanan dan poinnya tertinggal terus. Menurut kami, itu poin-poin krusial tapi malah jadi buat lawan. Beruntungnya setelah keadaan itu kita bisa sedikit delay, menurunkan tempo dan keluar dari tekanan," ungkap Ahsan.

"Di gim ketiga kami terus pegang bola depannya dan coba menyerang terus apalagi sebelum interval kami menang angin," ucap Hendra.

Laga berdurasi 50 menit yang menguras tenaga dan adrenalin itu membuat Ahsan/Hendra mengaku akan lansgung fokus pada pemulihan kondisi.

"Hari ini langsung fokus recovery, istirahat dan makan yang bagus. Siap lagi untuk besok," ucap Ahsan. 

The Daddies membalas kekalahan mereka dari Ren/Tan di babak 16 besar Badminton Asia Championships 2022 di Manila, Filipina, Februari lalu. Saat itu, The Daddies kalah 9-21, 15-21. 

Di perdelapan final, Kamis (30/6), Ahsan/Hendra bertemu ganda anyar Tiongkok lainnya, He Ji Ting/Zhou Hao Dong. Ganda berperingkat 103 dunia melebur ganda tuan rumah, Boon Xin Yuan/Wong Tien Ci, 21-10, 21-12. The Daddies belum pernah bersua dengan He/Zhou. 

BaKri akan meladeni Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak 16 besar. Unggulan ketiga dari Jepang ini harus berjibaku untuk mengalahkan ganda Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han, 14-21, 21-16, 21-13. BaKri mengalahkan peringkat 2 dunia tersebut pada satu-satunya pertemuan mereka. Itu terjadi pada perempat final All England Open, medio Maret.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI