Malaysia Open 2022: Apriyani/Siti Fadia Koleksi Gelar Perdana BWF World Tour

Minggu, 03 Juli 2022 16:17:38

 

Majalahbulutangkis.com- Indonesia mengamankan satu gelar Malaysia Open 2022 melalui Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ganda putri yang bisa dibilang baru seumur jagung ini mampu meraih gelar perdana mereka di level BWF World Tour. 

Apriyani/Siti Fadia menghajar wakil Tiongkok, Zhang Shu Xian/Zheng Yu, 21-18, 12-21, 21-19 dengan durasi 71 menit pada final di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (3/7). Ini kemenangan kedua Apriyani/Siti Fadia atas ganda berperingkat 33 dunia tersebut. 

Sebelumnya, Apriyani/Siti Fadia, yang kini menempati ranking 133 dunia menang di babak II atau 16 besar Indonesia Open 2022 juga dengan rubber game, 21-16, 16-21, 21-18, dalam tempo 80 menit pada 15 Juni. 

Hebatnya, gelar juara perdana BWF World Tour Super ini diraih Apriyani/Siti Fadia hanya dari empat turnamen yang mereka lakoni, yakni nomor perorangan SEA Games 2021, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Open Super 1000, dan Malaysia Open Super 750. Gelar pertama Apriyani/Siti Fadia tersaji di nomor perorangan SEA Games. Pekan depan, mereka mengincar gelar kedua BWF World Tour di Malaysia Masters Super 500, 5-10 Juli. 

"Alhamdulillah, kita memang ingin juara. Setiap pertandingan pasti ada target dan hari ini tercapai menjuarai Malaysia open. Tapi, kami belum berpuas diri. Masih ada Malaysia Masters minggu depan, kita harus menyiapkan lagi. Perjalanan kami baru dimulai, ketika turun dari podium kita balik dari nol lagi," kata Apri dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Rasanya sangat senang karena di awal pas mau dipasangkan. Kak Apri ada sedikit cedera. Jadi harus menunda debut. Tapi, alhamdulillah saat partneran di empat pertandingan pertama bisa langsung juara SEA Games dan sekarang juara World Tour. Semoga ke depan makin percaya diri, makin baik lagi dan saya akan terus belajar," ucap Siti Fadia menimpali. 

Pertandingan kontra Zhang/Zheng berlangsung ketat di ketiga game. Nyaris tak ada pasangan yang mampu meninggalkan jauh lawannya. Ini jelas membuat penerapan strategi harus tepat dan kesabaran menjadi kunci utama. 

"Tadi di peratndingan kita sama-sama pressure, tegang pastinya. Terutama di game ketiga kita unggul satu dan dua poin terus mereka terus mengejar. Tapi, coba kita lawan dengan komunikasi dan saya yakin saja kalau mereka tak bisa mengembalikan pukulan kita. Saya terus tekankan seperti itu ke Siti Fadia, satu poin demi satu poin. Kuncinya adalah kesabaran," ungkap Apri.

"Mereka juga terlihat tegang. Jadi saya mikirnya unggul tipis itu, tak apa buang satu poin, tapi harus dapat satu poin lagi," tambah Siti Fadia. 

Yang mengharukan adalah publik Axiata Arena ternyata banyak yang memberikan dukungan kepada Apriyani/Siti Fadia di sepanjang pertandingan. Bahkan, terdengar teriakan khas pendukung Indonesia, yakni 'Indonesia, Indonesia!' 

"Hari ini kita seperti main di rumah sendiri, terima kasih untuk semua penonton di Axiata Arena. Juga terima kasih kita kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kita dari rumah," ujar Apri. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI