Lee Chong Wei Identifikasi Masalah di BAM
Selasa, 07 Juni 2022 15:34:39

Majalahbulutangkis.com- Prestasi atlet-atlet bulutangkis Malaysia di bawah naungan Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) ditengarai tengah mengalami penurunan, terutama di sektor tunggal putra.
Dalam beberapa bulan terakhir, tak satu pun atlet tunggal putra 'Negeri Jiran' yang bermain apik. Bahkan, di turnamen-turnamen kelas bawah macam Austrian Open dan Italian International di Milan.
Situasi ini sangat jomplang dengan peningkatan penampilan Lee Zii Jia yang signifikan. Pemain berusia 24 tahun ini bahkan mampu merangsek ke peringkat 5 dunia. Lee Zii Jia keluar dari BAM dan memilih jalur profesional sejak Januari lalu.
Tak ayal, Lee Chong Wei pun khawatir terhadap peluang sektor tunggal putra Malaysia di Olimpiade Paris 2024. Legenda Malaysia ini menduga ada yang salah dalam komunikasi antara pemain dan pelatih di BAM. Di masanya bersama BAM, Lee Chong Wei mendapati komunikasi dua arah sangat penting untuk perkembangan atlet.
"Saya tak bisa berkata banyak karena saya tak berada dalam BAM. Saya benar-benar tak tahu apa yang sedang terjadi," kata Lee Chong Wei dikutip dari New Straits Times.
"Kendati begitu, dari luar, saya tak melihat adanya kepercayaan diri. Pemain-pemain seperti Ng Tze Yong dan Leong Jun Hao bisa bermain, tapi mereka tak terlihat percaya diri sama sekali.
"Mungkin para pelatih perlu melihat ini. Apa yang salah? Mungkin di program latihan? Saya rasa satu program tak bisa cocok untuk semua pemain.
"Di zaman saya bermain dulu, tak masalah apakah Hendrawan, Tey Seu Bock atau bahkan Rashid Sidek yang melatih, kami tahu persis apa yang harus diperbuat. Ada komunikasi bagus dan semua orang memiliki program masing-masing."
Meski demikian, Lee Chong Wei menilai masih ada cukup waktu bagi direktur pelatih sektor tunggal BAM, Wong Choong Hann, untuk berbuat sesuatu. Namun, ia menekankan apa pun itu harus dilakukan dengan sangat cepat.
"Tentu, masih ada waktu buat BAM untuk mengubah segalanya, tapi mereka harus menemukan solusi dengan cepat. Para pemain dan pemain harus berkomunikasi dan menemukan apa yang mengganggu mereka," ungkap Lee Chong Wei.
"Jika ini berhubungan dengan sesuatu dalam program latihan mereka, perbaikilah. Para pemain juga harus nyaman bermain. Ini harus bekerja dua arah," tambahnya.
Lee Chong Wei juga sempat mengkritik kegagalan tim Piala Thomas Malaysia di Bangkok, Thailand, bulan lalu. Malaysia, yang terakhir kali juara pada 1992, tersingkir pada perempat final akibat dikalahkan 2-3 oleh India yang akhirnya menjadi juara dengan mengalahkan Indonesia 3-0 di final.
(Indra)
Sumber foto: BWF Badminton