[Korea Open 2022] Fajar Meminta Maaf karena Gagal Juara

Minggu, 10 April 2022 17:37:56

 

Majalahbulutangkis.com- Korea Selatan menjadi juara umum di Korea Open 2022. Tuan rumah menyabet tiga gelar juara, yakni tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. 

Malaysia dan Tiongkok masing-masing kebagian satu gelar. Malaysia juara melalui ganda campuran. Sedangkan, Tiongkok berdiri di podium tertinggi tunggal putra. 

Nasib Thailand dan Indonesia serupa. Meski sama-sama mengirim dua wakil di final, Minggu (10/4), tapi tak satu pun yang berhasil menjadi juara. 

Tunggal putri dan ganda putri Thailand harus mengakui wakil-wakil dari tuan rumah. Sedangkan, dua wakil 'Merah putih' takluk dari wakil berbeda negara. 

Di tunggal putra, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan pemain Tiongkok, Weng Hong Yang. Di ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto keok di tangan ganda Korea, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae. 

Catatan besarnya di sini adalah kedua penakluk wakil Indonesia tersebut bukan berstatus unggulan. Hanya mereka berdua yang menjadi juara di Palma Indoor Stadium, Suncheon, yang bukan unggulan. 

Bahkan, peringkat dunia mereka berada di luar 100 besar. Weng berperingkat 156 dunia. Kang/Seo berperingkat 225 dunia. Mereka memang pemain lama di Korsel, tapi mereka baru dipasangkan pada akhir tahun lalu. 

Fajar meminta maaf lantaran tak bisa memberikan gelar juara kepada Indonesia. Padahal, di atas kertas, sebagai juara Korea Open 2019, FajRi diunggulkan untuk juara.  

"Kami mohon maaf untuk seluruh masyarakat Indonesia baik yang mendukung langsung maupun yang di Tanah Air karena belum bisa memberikan gelar juara. Terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini, semoga kami ke depan bisa lebih baik lagi," kata Fajar dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

Dari evaluasi singkat seusai pertandingan, Fajar dan Rian sepakat ada yang kurang dari permainan mereka. Ini yang membuat Kang/Seo bisa mengalahkan mereka. 

"Kami akan terus memperbaiki apa yang kurang dan pastinya semangat terus. Terutama di stamina, fisik, dan ketenangan," ungkap Fajar. 

"Di pertandingan ini, kami bola depannya kalah ya. Itu salah satu yang harus diperbaiki kalau ketemu mereka lagi," ucap Rian menimpali. 

FajRi memang menjalani banyak pertandingan dari Januari sampai awal April. Korea Open bahkan jadi turnamen keempat yang mereka lakoni dalam rentang hanya 1,5 bulan. 

Dimulai dari German Open (finis babak 16 besar), All England (finis babak 32 besar), Swiss Open (juara), dan Korea Open (finalis). 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI