Kata Nova, Ini Kekurangan Dua Ganda Campuran Pelatnas

Sabtu, 12 Maret 2022 20:49:55

 

Majalahbulutangkis.com- Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar juara di German Open 2022. Di turnamen berlevel BWF Super 300 tersebut, dua ganda campuran menjadi sektor yang melangkah paling jauh. 

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso mampu menapak hingga perempat final. Sayangnya, mereka tak kuasa melaju hingga semifinal. 

Rinov/Rivaldy digebuk unggulan 5 asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, lewat permainan rubber game 21-16, 16-21, 19-21. Sedangkan, Adnan/Mychelle dibekuk ganda Skotlandia Adam Hall/Julie MacPherson juga dengan rubber game 17-21, 21-14, 18-21. 

Tak ayal, tim pelatih ganda campuran harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Menurut Nova Widianto, dua ganda campuran Pelatnas tersebut memiliki kekurangan yang hampir sama dalam permainan mereka. 

"Rinov/Pitha main sudah bagus, hanya kurang tahan sedikit fokusnya di game ketiga. Di poin-poin akhir, variasi serangannya juga berkurang, banyak smash terus, tapi lawan tak mati karena bolanya berat sekali," kata pelatih ganda campuran tersebut dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PBSI, Sabtu (12/3).  

"Selain itu, sering kecolongan poin di servis dan terima servis. Dari servis, pasangan Inggris berapa kali dapat poin mudah atau minimal bisa ambil permainan lebih dulu, sedangkan kita kurang siap. 

"Buat Adnan/Mychelle, hampir sama. Mereka di game pertama banyak main bola-bola panjang, kurang berani bermain no lob pendek dan mengadu depan. Waktu main reli juga kurang tahan dan kelihatan down kalau musuh susah dimatikan, inginnya sekali mati."

Meski begitu, Nova melihat kedua ganda utama Pelatnas tersebut masih bisa memperbaiki sejumlah hal sebelum turun di All England 2022, pekan depan. 

"Secara keseluruhan penampilan secara teknis anak-anak sudah bagus. Hanya memang harus ditingkatkan dari segi fokus bermain reli," ujar Nova. 

"Sebenarnya kita sudah antisipasi di latihan dengan memakai bola berat, tapi masih kurang tahan. Ke depan harus lebih tahan lagi kalau reli-reli panjang, terutama di Eropa yang rata-rata bolanya berat karena cuaca dingin. Semoga mereka bisa lebih baik di All England dan turnamen berikutnya," pungkasnya. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI