Indonesia Masters 2022: Apriyani/Siti Fadia Menantang Kemustahilan di Final
Sabtu, 11 Juni 2022 19:11:26
Majalahbulutangkis.com- Apriyani Rahayu berpeluang mendulang gelar juara keduanya di Indonesia Masters. Dua tahun lalu, pemain berusia 24 tahun ini menjadi kampiun saat berduet dengan Greysia Polii. Di final, mereka mengalahkan ganda Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.
Dalam sejarah Indonesia Masters yang kali pertama dihelat pada 2010, baru ada dua pemain ganda putri yang mengoleksi dua gelar juara. Keduanya berasal dari Tiongkok dan juga merupakan pasangan di ganda putri, yakni Luo Ying/Luo Yu. Mereka menggurat prestasi itu pada 2010 dan 2013.
Setelah dua tahun silam, Apriyani berpotensi menjadi juara lagi di Indonesia Masters 2022. Tandemnya bukan lagi Polii, tapi Siti Fadia Silva Ramadhanti. Bersama duet barunya, Apriyani telah meraih medali emas nomor perorangan SEA Games 2021 di Vietnam.
Pada final tahun ini yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (12/6), Apriyani/Siti Fadia bersua dengan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Bicara prestasi, pasangan nomor 1 dunia ini jelas jauh di atas pasangan anyar Indonesia tersebut.
Saat ini, Chen/Jia telah mengemas tujuh gelar BWF World Tour, dua gelar Badminton Asian Championships, dua gelar juara dunia, satu medali medali emas Asian Games, dan satu medali perak Olimpiade (Tokyo 2020). Khusus di musim 2022, Chen/Jia sudah mengepak gelar juara di German Open dan Badminton Asia Championships.
Menariknya, Chen/Jia harus puas dengan medali perak Olimpiade Tokyo 2020 akibat kalah dari Greysia/Apriyani di final. Ini menjadikan skor 4-6 dalam head-to-head kedua ganda tersebut.
Namun, skor kini kembali 0-0 karena Apriyani menantang Chen/Jia dengan pasangan baru. Yang menarik, Chen/Jia justru belum pernah menjuarai Indonesia Masters. Capaian terbaik mereka, sebelum final 2022, adalah perempat final 2019 di mana mereka dikalahkan ganda Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.
So, seperti Apriyani/Siti Fadia, sangat bisa dipahami Chen/Jia juga berambisi mencatat gelar juara pertama mereka di Indonesia Masters. Meski bisa dibilang Apriyani/Siti Fadia menantang kemustahilan di partai puncak nanti, tetap ada peluang bagi mereka untuk juara.
Menempati unggulan ketujuh, penampilan Apriyani/Siti Fadia cukup solid. Mereka melalui babak 32 dan 16 besar relatif mudah. Ganda Belanda Debora Jille/Cheryl Seinen takluk 12-21, 9-21. Kemudian ganda Malaysia Vivian Hoo/Lim Chiew Sien menyerah 17-21, 19-21.
Di perempat final dan semifinal, Apriyani/Siti Fadia baru dipaksa bekerja keras. Unggulan kedua sekaligus peringkat 2 dunia dari Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan, memaksa bermain rubber game sebelum kalah 21-15, 16-21, 16-21. Lantas unggulan keenam dari Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dibuat terkapar 23-21, 14-21, 14-21 di semifinal, Sabtu (11/6).
Rentetan kemenangan ini diharapkan bisa melecut motivasi Apriyani/Siti Fadia untuk menaklukkan kemustahilan melawan Chen/Jia di final.
"Saya sudah berkomunikasi bersama dengan Fadia, kami tahu lawan punya kelebihan. Terpenting bagi kami, menjaga mental jangan sampai down menjelang partai final," kata Apriyani dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Namun, yang harus jadi perhatian adalah Apriyani/Siti Fadia jangan mengulangi apa yang terjadi pada game pertama seperti ketika berhadapan dengan Lee/Shin dan Pearly/Thinaah. Apriyani selalu kalah di game pertama karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Melawan Chen/Jia, mungkin akan sulit membalikkan keadaan dari kalah di game pertama menjadi kemenangan di gama kedua dan ketiga.
Bagi Chen/Jia, Apriyani/Siti Fadi menjadi ganda putri ketiga Indonesia yang mereka hadapi di Indonesia Masters 2022. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose masing-masing kalah 12-21, 13-21 di babak 32 besar dan 9-21, 16-21 di babak 16 besar.
Di perempat final pun Chen/Jia tak menemui kesulitan mengatasi kompatriot mereka, Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting, 8-21, 13-21, di perempat final. Di semifinal, Chen/Jia juga menggebuk dengan relatif mudah wakil Korsel, Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong, 21-12, 21-13.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI