India Bakal Kontrak Legenda Denmark Lagi

Senin, 18 April 2022 13:09:20

 

Majalahbulutangkis.com- Asosiasi Bulutangkis India (BAI) membidik prestasi tinggi di Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok, 10-25 September, dan Commonwealth Games 2022 di Birmingham, Inggris, 28 Juli-8 Agustus. 

Meski begitu, BAI tak menampik banyak kendala yang mereka hadapi. Salah satunya adalah di sektor pelatih, terutama di sektor ganda putra dan tunggal putra. 

BAI mengungkapkan Tan Kim Her menolak untuk bergabung di jajaran pelatih ganda putra. Padahal, Kementerian Olahraga India telah memberikan restu untuk mengontrak pelatih asal Malaysia tersebut. 

"Kami sangat ingin mendapatkan Tan Kim Her dan juga telah mendapatkan persetujuan dari SAI dan kementerian, tapi kemudian ia menolak menerima tawaran itu. Jadi, ia tak akan datang sekarang," kata Sekretaris Jenderal BAI Sanjay Mishra dikutip dari Indianexpress.com.

BAI bahkan sudah menyiapkan kontrak berdurasi lima tahun atau hingga Asian Games 2026. Namun, karena alasan pribadi, Tan menolak kembali melatih di India untuk kedua kalinya setelah 2015-2019. 

Pada periode pertamanya itu, Tan memainkan peranan penting terhadap perkembangan ganda utama India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, kala menembus peringkat 10 besar BWF dan meraih medali perak perseorangan dan medali emas beregu di Commonwealth Games 2018. 

Tan, yang juga pernah melatih di Inggris, Korea Selatan, dan Malaysia, meninggalkan India pada 2019 atau 1,5 tahun sebelum kontraknya di BAI kadaluarsa. 

Pria berusia 50 tahun itu kemudian melatih di Jepang, menggantikan pelatih Indonesia, Rionny Mainaky. Di tangan Tan, tim ganda putra Jepang menjadi juara dunia 2021 dan tim ganda campuran meraih medali perak Kejuaraan Dunia dan medali perunggu di Olimpiade Tokyo. 

Wajar, dengan sederet prestasi itu, Tan diinginkan BAI untuk kembali menangani ganda-ganda mereka. Namun, gayung tak bersambut. BAI pun mengalihkan fokus kepada Mathias Boe. 

"Kami saat ini sedang berdiskusi dengan Mathias Boe. Ia telah berpengalaman melatih para pemain kami dan berhasil bersama Satwik dan Chirag. Tak yang sudah final, tapi kami berusaha mendapatkan jasanya setidaknya untuk Asian Games atau lebih dari itu," ucap Mishra. 

Seperti Tan, legenda ganda putra Denmark berusia 41 tahun ini juga pernah melatih ganda putra India pada 2021. Itu terjadi setelah pelatih Indonesia Flandy Limpele mundur dari BAI pada akhir 2020. 

Di tangan Boe yang memiliki gaya bermain khas Eropa, Satwiksairaj/Chirag memenangi dua dari tiga partai pada penyisihan grup Olimpiade Tokyo tahun lalu. Sayangnya, ganda utama India ini gagal melaju ke babak knockout karena kalah dari jumlah kemenangan. 

Selepas Olimpiade Tokyo, Boe menegaskan tak ingin melatih di India secara penuh. Ini yang tak bisa diterima oleh BAI. 

Saat ini, Satwik/Chirag sudah mulai berlatih bersama Boe. Mereka yakin bersama peraih medali perak Olimpiade London 2012 itu, level permainan mereka bakal meningkat. 

"Kami telah bermain bagus, tapi entah kenapa kami kalah di beberapa pertandingan ketat meski berada di posisi bagus. Kami tak bisa mengidentifikasi di mana kami melakukan kesalahan," kata Satwik dikutip dari Indianexpress.com.

"Jadi, sejak Boe di sini, kami berpikir untuk memanfaatkan kesempatan berlatih bersamanya selama sepekan menjelang Kejuaraan Asia (Manila, Filipina, 26 April-1 Mei). Ia sangat bagus dalam menganalisis permainan dan mengatakan kepada kami dengan tepat bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan. Semoga ini bisa membantu kami di Kejuaraan Asia dan Piala Thomas," imbuhnya. 

Bila di sektor ganda putra Boe hampir pasti bergabung dengan BAI, tak demikian di sektor tunggal putra. BAI masih kesulitan mencari pengganti pelatih Indonesia, Agus Dwi Santoso, yang pergi dari Pelatnas India pada November 2021. 

"Ini adalah sebuah tahun yang penting dengan banyaknya kejuaraan mayor, begitu sulit menemukan seseorang karena kebanyakan pelatih tak tertarik melakukan perubahan di situasi ini. Namun, kami dalam proses dan semoga kami akan mendapatkan seorang pelatih bagus untuk para pemain tunggal," ungkap Mishra. 

Sejumlah pelatih Indonesia masih dipertahankan oleh BAI. Sebut saja Dwi Kristiawan, Muhammad Miftak, Heri Setiawan, Ade Kurniawan, dan Eka Riffan Jaya. Mereka dinilai sangat membantu dari sisi rekan bertanding. Kontrak mereka sudah diperpanjang BAI hingga 30 September 2022. 

(Indra)

Sumber foto: Youtube