Ginting Ngebet Juara Usai 2,5 Tahun Paceklik
Rabu, 29 Juni 2022 11:11:58
Majalahbulutangkis.com- Sorotan tengah tertuju tajam kepada tunggal-tunggal putra Indonesia, terutama mereka yang berstatus pemain Pelatnas PBSI Cipayung. Performa dan prestasi mereka dinilai beberapa pihak tak memuaskan di sejumlah turnamen.
Hal ini jelas dibandingkan dengan prestasi tunggal-tunggal putra 'Merah Putih' beberapa generasi sebelumnya. Jika berdasarkan pada statistika di kurun 2020, 2021, sampai Indonesia Open 2022, mungkin penilaian minor tersebut tak sepenuhnya salah.
Saat ini, PBSI memiliki tiga tunggal putra yang bisa dibilang menjadi andalan di tiga musim terakhir, yakni Anthony Sinisuka Ginting (25 tahun), Jonatan Christie (24 tahun), dan Shesar Hiren Rhustavito (28 tahun).
Mirisnya, hanya dua gelar juara yang mampu mereka raih. Masing-masing satu gelar dari Ginting dan Jojo. Ginting meraih gelarnya di Indonesia Masters 2020. Pada partai final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 19 Januri 2020, Ginting menaklukkan pemain Denmark, Anders Antonsen, dengan skor 17-21, 21-15, 21-9 dalam tempo 71 menit. Kala itu, Ginting berperingkat 7 dunia dan Anders di posisi 3 dunia.
Dalam proses ke final, Ginting mencatat sejumlah hasil hebat. Salah satunya mengalahkan Viktor Axelsen 22-20, 21-11, di semifinal. Ini menjadi kemenangan keempat dan terakhir Ginting atas pemain yang kini menempati ranking 1 dunia tersebut. Dalam catatan total pertemuan kedua pemain, Viktor unggul 8-4.
Gelar di Indonesia Masters 2020 menjadi gelar terakhir yang dikoleksi Ginting. Artinya, sudah dua musim pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat, ini menderita paceklik gelar juara. Bahkan, sampai Indonesia Open 2022, yang berakhir pada 19 Juni lalu, Ginting tak mampu satu kali pun menembus final.
Tak pelak, situasi ini membuat pemain berpostur 171 cm ini penasaran. Ia bertekad menebus kegagalan-kegagalannya itu dengan sebuah gelar di Malaysia Open 2022 yang dilangsungkan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 28 Juni-3 Juli. Ginting mulus melewati babak I atau 32 besar dengan mengalahkan Bhamidipati Sai Praneeth dari India, 21-15, 19-21, 21-9, Selasa (28/6).
"Target (di Malaysia Open) pasti mau jadi yang terbaik, sudah lama juga saya tak naik podium dan juara. Tapi, untuk mencapai ke sana tak mudah jadi saya fokus satu pertandingan demi satu pertandingan dulu, anggap setiap laga adalah final," ungkap Ginting dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Pada 2021, tak satu pun dari Ginting, Jojo, dan Vito yang mampu berada di podium tertingi di turnamen-turnamen yang mereka ikuti. Jojo baru mampu meraih gelarnya pada musim 2022. Ini terjadi berkat kemenangan Jojo atas pemain India, H.S. Prannoy, 21-12, 21-18, dengan durasi 48 menit di final Swiss Open pada 27 Maret 2022.
Namun, gelar juara Jojo ini memiliki catatan penting, yakni dengan level hanya Super 300, banyak tunggal top dunia yang memilih absen dari Swiss Open. Terutama pemain-pemain dari Jepang dan Tiongkok. Viktor pun hanya sampai di babak II atau 16 besar. Setelah mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo di babak 32 besar, Viktor memilih mundur akibat cedera sebelum bentrok Parupalli Kashyap dari India di perdelapan final.
Jojo sesungguhnya berpeluang mendulang dua gelar lainnya. Yang disayangkan, pada partai puncak, ia justru kalah. Pemain peraih medali emas Asian Games 2018 ini takluk 17-21, 21-23 dari pemain Malaysia, Lee Zii Jia, di final Badminton Asia Championships dan 21-12, 19-21, 15-21 dari wakil Tiongkok berperingkat 156 dunia, Weng Hong Yang, di final Korea Open.
Terkait Vito, tak bisa dipungkiri rapornya paling merah dibandingkan Ginting dan Jojo. Gelar terakhir yang diraih Vito adalah Russian Open Super 100 pada 2019. Dalam tiga musim terakhir, capaian tertinggi pemain berpostur 170 cm ini hanya semifinal Spain Masters 2021. Vito kalah di tangan Chico.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI
Baca Juga
- Putri Incar Gelar Super 500 Pertama Di Istora
- Singapore Open 2019: Saling Jegal Ganda Putra Indonesia Di Babak Pertama
- Tim Bulutangkis Olimpiade Indonesia Bertolak Ke Jepang
- [Swiss Open 2022] Jojo Waspadai Ini Dari Toma Junior Popov
- India Open : Greysia/Apriyani Tantang Christina/Kamilla Di Semifinal