Djarum Superliga 2019: Djarum Andalkan Kekuatan Lokal
Minggu, 17 Febuari 2019 07:02:45
Majalahbulutangkis.com- Ada yang berbeda dari penampilan tim putra PB.Djarum Kudus. Jika pada perhelatan tahun-tahun sebelumnya selalu menyelipkan pemain asing, tidak demikian halnya dengan penampilan mereka di ajang Djarum Superliga 2019 yang digelar di Gedung Sabuga, Bandung, 18-24 Februari.
Tim putra PB Djarum Kudus kali ini akan mengandalkan kekuatan pemainnya sendiri. Klub yang banyak menghasilkan legenda bulutangkis dunia ini, tidak merekrut pemain asing maupun pemain klub lokal lainnya. Tak heran, pasukan PB Djarum Kudus bakal diisi oleh para pemain muda.
“Dengan banyaknya atlet U19 kami yang memasuki dewasa, kami ingin memberikan kesempatan dan pengalaman bertanding di format beregu menghadapi lawan yg berkualitas,” ungkap Fung Permadi, manajer tim PB Djarum.
Dua pemain muda yang tahun lalu masih bertarung di Kejuaraan Dunia Junior, Ikhsan Leonardo Immanuel Rumbay dan Alberto Alvin Yulianto, akan menjadi tunggal ketiga dan keempat tim PB Djarum. Mereka akan mendampingi dua tunggal utama PB Djarum, Ihsan Maulana Mustofa dan Shesar Hiren Rhustavito. Berbeda dengan Djarum Superliga sebelumnya tahun 2017 dimana Ihsan dan Shesar merupakan tunggal kedua dan ketiga. Sementara tunggal utama ditempati oleh pemain asal Korea Selatan, Son Wan Ho.
“Son Wan Ho tidak bisa bergabung lagi tahun ini karena persiapan turnamen German Open,” jelas Fung ketika ditanyai mengenai kehadiran pemain peringkat empat dunia tersebut.
Di sektor ganda, PB Djarum akan mengandalkan pemain ganda terbaik dunia saat ini Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai tulang punggung. Namun ia terpaksa berpisah dengan tandemnya Marcus Fernaldi Gideon karena berbeda klub.
Selain Kevin, masih ada nama besar yang pernah meraih juara dunia dua kali, Mohammad Ahsan. Pemain lainnya yang dipersiapkan adalah Berry Anggriawan, Akbar Bintang Cahyono, Bagas Maulana dan Praveen Jordan. Masuknya nama Praveen menjadi perhatian tersendiri, karena ia merupakan pemain ganda campuran di Pelatnas PBSI.
Para pemain PB Djarum tersebut diandalkan untuk meneruskan jejak prestasi di Djarum Superliga tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2007 di Jakarta, klub yang bermarkas di kota Kudus ini menempati peringkat keempat. Prestasi lebih baik dibuat PB Djarum tahun 2011 yang menempati juara ketiga. Dua penyelenggaraan selanjutnya tahun 2013 dan 2014, klub ini terlempar dari empat besar. Barulah pada dua Superliga terakhir, 2015 dan 2017, PB Djarum meraih runner up berturut-turut setelah kalah dari Musica.
Pertarungan final dua tahun lalu, menjadi pertandingan yang sangat menarik dan PB Djarum sangat berpeluang menjadi juara. Sayang, Son Wan Ho mengalami cedera ketika tampil di tunggal pertama menghadapi pemain Musica asal Taiwan, Chou Tien Chen. Shon mengundurkan diri saat skor 13-14 di game pertama.
PB Djarum sempat berbalik unggul ketika pasangan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Ihsan Maulana Mustofa menaklukkan Jonatan Christie. Namun di dua partai berikutnya, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol kalah dari Kim Sa Rang/Lee Yong Dae dan Shesar ditundukkan Anthony Sinisuka Ginting.(MB-02)