Djarum Sirnas 2019: Dinar Bidik Gelar di Seri Terakhir
Sabtu, 16 Nov 2019 05:34:58
Majalahbulutangkis.com- Tunggal putri senior Dinar Dyah Ayustine yang kini membela PB.Pertamina Fastron Jakarta Utara tinggal selangkah lagi menambah koleksi gelarnya di ajang bulutangkis Djarum Sirnas 2019. Mantan anggota Pelatnas PBSI ini telah memastikan satu tiket ke final di seri terakhir Djarum Sirnas 2019 yang digelar GOR Wilis, Madiun, Jawa Timur.
Di laga semifinal Jumat (15/11), Dinar yang menempati unggulan kedua tunggal dewasa putri tak terlalu sulit untuk mengatasi Ni Made Pranita Sulistya Devi dari PB.Exist Jakarta dua game langsung 21-14, 21-10.
Di laga final Sabtu (16/11), Dinar akan ditantang Gabriela Meilani Moningka (PB.Berkat Abadi Banjar) setelah di semifinal mengalahkan Rizma Anestasy Violeta dengan skor 21-9 dan 21-15 lewat pertarungan yang berlangsung selama 25 menit.
Memperbaiki pola pikir menjadi kunci keberhasilan Gabriela di seri penutup Djarum Sirkuit Nasional 2019 ini. Pasalnya, di sepanjang tahun 2019, grafik penampilan pebulutangkis asal PB Berkat Abadi Banjarmasin ini tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan, ini menjadi partai final pertamanya setelah hampir satu tahun puasa prestasi.
“Di kejuaraan ini saya merasa lebih baik, terutama dari pola pikir. Tahun ini saya betul-betul nggak ada prestasi, selalu kalah di babak-babak awal. Kendala saya selama tahun ini hanya dari pola pikir. Saya selalu menggebu-gebu untuk menang, tapi ternyata kalah dan saya jadi down. Makanya setelah itu pelan-pelan saya coba perbaiki pola pikir,” ungkap Gabriela Meilani Moningka.
“Selain itu, mungkin ada faktor keberuntungan juga buat saya di kejuaraan ini. Tapi setidaknya saya mau coba semaksimal mungkin dulu,” lanjutnya menambahkan.
Menang mudah di game pertama, Gabriela sempat mengalami kendala di game kedua. Beberapa kali ia melakukan kesalahan sendiri yang justeru membuatnya rugi. “Di game kedua saya merasa sedikit tegang, pengen cepat-cepat ambil poin dan pengen cepat-cepat menang, tapi malah banyak error sendiri,” katanya.
“Tapi saya terus berusaha untuk main lebih sabar lagi, diperbaiki lagi pola pikirnya. Akhirnya saya bisa kembali fokus, bermain sabar dan coba untuk memancing lawan, habis itu baru serang sampai akhirnya menang,” sambungnya.
“Tahun ini saya belum pernah bertemu dengan Dinar. Saya nggak mau mikir apa-apa dulu, yang penting maksimal saja,” pungkasnya.
Persaingan di tunggal dewasa putri memang tak terlalu ketat menyusul mundurnya pemain-pemain andalan PB.Jaya Raya, masing-masing Sri Fatmawati yang menempati unggulan teratas, Maharani Sekar Batari, serta Asty Dwi Widyaningrum. Begitu pula PB.Djarum Kudus tak mengutus wakil terbaiknya dengan alasan yang sama ingin fokus untuk tampil di ajang Kejurnas PBSI 2019 di Palembang, 24-28 November. (MB-02)